Spedagi Homestay Bikin Itinerary Ambyaarrr…

Pernah tidak kalian melakukan perjalanan, tetiba semua rencana yang sudah disusun jadi berantakan???
Saya pernah mengalaminya dua kali ; pertama saat ke Ambon, lalu kemarin saat ke Temanggung. Kenapa bisa jadi berantakan??

Bermula dari saya, Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint jauh-jauh hari merencanakan untuk menginap di Spedagi Homestay lalu berkunjung ke Pasar Papringan. Awalnya nih dari admin Spedagi Homestay kami diberi jadwal awal November, lalu selang semingguan dikabari kalau ada yang cancel menginap untuk tanggal 5-6 Oktober.

Saya pun mengiyakan untuk tanggal tersebut mengingat yang lainnya juga bisa. Mendekati hari H, malah baru sadar kalau hari Sabtunya saya ada undangan ke Magelang. Hahaha… Ruwetnya adalah ; Sabtunya saya mesti jemput Dita Malesmandi habis subuh di Stasiun Weleri, lalu ke Semarang dulu baru ke Magelang. Oh iya, harusnya sekalian jemput Mba Ika Turissendaljepit, cuman mendadak Mba Ika naik mobil dengan saudaranya. Jadi, Mba Ika duluan ke Sukorejo.

spedagi homestay - temanggung

Biar tidak bingung saya buatkan itinerary buat semuanya, lengkap dengan petunjuk menuju lokasi sarapan pagi di tempat teman yang ada di daerah Sukorejo sampai tempat wisata yang bisa dikunjungi karena nantinya terlewati saat menuju homestay. Rupanya, karena mereka mau langsung mager, dari Sukorejo akhirnya langsung ke Spedagi Homestay. Tidak mampir ke candi dan klenteng… huehehe….

Saya sendiri dari Magelang akhirnya langsung menyusul mereka dengan naik bus. Dan tiba di Temanggung tidak lama setelah Dini Dinilint  sampai.

omah yudhi lokasi

Lokasi Homestay Spedagi Bikin Kaget
Tahu ndak sih, pas baru sampai homestay sedikit kaget, karena awalnya saya pikir lokasinya jauh di pelosok sawah-sawah ternyata dekat dengan jalan raya, bahkan depannya ada pasar tradisional (Pasar Kandangan). Jadi kalau mau cari makan bisa banget di sekitaran homestay.

Baru sampai, Dita Malesmandi dan Mba Ika Turissendaljepit ngajakin beli gorengan juga buah di seberang. Lalu bersantai di area living room-nya…. sambil menikmati gorengan dan bikin minuman sendiri.

pasar kandangan

Pilihan Kamar Di Omah Yudhi (Spedagi Homestay)
Omah Yudhi ini berbentuk pondok kecil yang terdiri dari 4 pondok ; Pondok Omah Tinggi (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Pojok (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Tua (kapasitas 4 orang), dan Pondok Omah Gede (kapasitas 8 orang). Semuanya berupa tempat tidur susun, dan kamar mandi di luar kecuali Pondok Omah Tua yang ada kamar mandi di dalamnya. Tarif semuanya sama ; Rp 700.000 / malam, kecuali Pondok Omah Gede ; Rp 1.400.000 / malam.

Kami memilih Pondok Omah Pojok, setelah diskusi pendek dengan Dita. Aslinya bingung pilih mana… maunya cobain semua hehe.

spedagi homestay - omah yudhi

Fasilitas Omah Yudhi
Buat yang mau menginap di sana, apa saja yang didapat? Fasilitas yang didapat untuk paket ; teh/kopi/air mineral sepuasnya, koin pring untuk sarapan di Pasar Papringan, makan malam di homestay, free wifi. Terdapat juga dapur yang bisa digunakan bebas bagi yang menginap di sana.

Ajakan Ramah Lingkungan
Oh iya, di Omah Yudhi pengunjung diajak untuk mengurangi sampah. Makanya ada aturan untuk ; tidak membawa minuman dalam kemasan karena Omah Yudhi menyediakan cukup banyak air dan gratis!!, tidak membawa makanan yang dikemas menggunakan styrofoam, dan pastinya harus menjaga kebersihan dong…

Mager Oh Mager
Berkunjung ke Spedagi Homestay ini beneran deh ya, sangat diluar ekspektasi. Kami akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu di living room. Apalagi sore hari akhirnya Mas Yudhi, pemilik homestay datang dan mengajak ngobrol ringan sampai malam.

ngobrol dengan mas yudhi

Bahkan saat makan malam tiba, obrolan masih berlanjut sembari makan. Ngobrol sana-sini, ketawa, ngobrol lagi… terus gitu hingga pamit untuk beristirahat 😀

Mas Yudhi berhasil menyihir kami berlima untuk mendengarkan kisahnya saat memulai membuat Spedagi Homestay hingga Pasar Papringan. Saat perjuangannya di Pasar Papringan lokasi lama, hingga di tempat yang hingga sekarang berada. Dan kami menyimak sambil menikmati kelezatan menu makan malam yang dimasak sama kakaknya Mas Yudhi. Jadi, dua-duanya sama nikmatnya. Serius!!

Hati-hati lihat foto ini, nanti jadi kehipnotis 😀 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan tahu tidak?
Besoknya, sekembalinya kami sarapan dari Pasar Papringan. Yang kami lakukan hanyalan duduk santuuuyyy di homestay. Padahal ada itinerary buat ke Embung Kledung, kulineran di RM. Bu Carik Parakan, dan menikmati kopi di Wapitt. Weeesssss… ambyaarrrr semua jadwalnya wkwkwk…

Tapi memang nih, Spedagi Homestay membius sekali. Bikin saya dan teman-teman males beranjak. Semalam rasanya kurang… bahkan Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint  malah melanjutkan tidur siang (hingga sore). Saya dan Bimo mencoba cari kopi pesenan temen, dan kecewa karena beberapa tempat yang kami datangi ternyata tutup.

Selepas ashar, saya mengingatkan lainnya untuk bersiap. Karena harus mengantarkan Dita dan Dini ke Stasiun Weleri, sedangkan saya, Mba Ika, dan Bimo lanjut perjalanan lewat pantura untuk kembali ke Purwokerto.

Thanks buat mas Yudhi dan Mba Meida yang sudah mau menyambut kami dengan ramah, dan membiarkan kami menambah waktu di hari Minggu. Makasih juga untuk jamuan makan malamnya yang lezat… Dan tentu Bimo yang sudah mau diculik ke sini 😀

Spedagi Homestay (Omah Yudhi)
Krajan, Kandangan, Temanggung Regency, Central Java 56281
WA : 085 328 934 781
IG : @spedagihomestay