STUE COFFEE ; Coffee & Co-working Space Terbaru Di Purwokerto

Menyenangkan saat pulang ke Purwokerto sepekan ini ada beberapa tempat ngopi baru, salah satunya Stue Coffee. Kalau kepoin instagramnya, tempat ini tidak hanya buat ngopi tetapi sekaligus co-working space juga. Kemarin sempat dengar ada co-working space juga di Jalan Kombas, tapi belum sempat lihat tempatnya seperti apa. Jadi, sebelum balik ke Semarang kemarin ajak teman ngopi Dita ke Stue Coffee.

Lokasinya ada di Jalan Jatiwinangun No 26 Purwokerto, ancer-ancernya antara RS Bedah Jatiwinangun sama RSIA Bunda Arif. Ada beberapa pilihan ruang yang bisa pengunjung pilih, ruang berAC atau yang non AC. Tempat ini sebenarnya lebih coock kalau rame-rame sama temen. Ya minimal ajak satu temen kalau mau ke sana, biar tidak seperti orang hilang 😀

Sekilas kalau ke Stue Coffee mengingatkan saya dengan coffeeshop yang ada di Yogyakarta atau di Bandung. Buat yang suka foto, tempat ini cocok deh buat nambah warna feed instagram kalian hehe… Tersedia juga rak buku yang berisi majalah yang bisa dibaca oleh pengunjung Stue Coffee.

Menu di Stue Coffee memang tidak terlalu banyak, harganya berkisar antara Rp 18.000- Rp 30.000. Masih lumayan terjangkau tentunya buat kita. Sayang nih, menu makanan atau camilannya baru sedikit, jadi tidak banyak  yang bisa kalan pilih buat nemenin ngopi kalian.

Kopinya bagaimana?? untuk yang tidak terlalu suka kopi banget, bakalan cocok sih. Tapi buat saya yang suka kopi, rasa kopinya berasa masih kurang “nendang” 😀

Well, penasaran pengin cobain Stue Coffee? Coba deh ke sana langsung… atau bisa lihat-lihat dulu instagramnya di stuecoffee.

 

Iklan

Kopi Toko Djawa Di Braga

Tempat ini langsung menarik perhatian begitu kaki akhirnya sampai di trotoar Jalan Braga. Tak jauh dari gang kecil yang sempat saya lewati tadi, mengikuti arahan Google maps akhirnya Kopi Toko Djawa itu muncul. Saya langsung tersenyum, panas terik Bandung seolah tidak lagi saya hiraukan.

Sebelum berubah menjadi kedai kopi, dulunya ini adalah Toko Buku Djawa yang ada sejak tahun 1955. Sayangnya tidak bisa bertahan dan akhinya tutup pada tahun 2015.  Pada masanya, toko buku ini sangat terkenal dan dijadikan rujukan pelajar bahkan konon BJ Habibie dulunya adalah salah satu pelanggannya. Wow!

Kedai kopi atau coffeeshop ini baru buka bulan Desember 2017, dan berhasil menarik para penikmat kopi baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang kebetulan singgah di Bandung. Yang jelas sih meski baru melihat dari depan, saya sudah suka dan makin penasaran… 🙂

Memasuki toko langsung tampak ada bangku dengan sekat yang juga difungsikan sebagai meja kecil. Lalu lurus pintu adalah tempat untuk memesan menu sekaligus tempat membayar (kasir). Ada juga bêberapa cake dan roti yang sebagai teman ngopi yang bisa dipilih. Harga menunya mulai dari IDR 15.000 – 35.000, masih sangat terjangkau.

Pengelola yang sekarang namanya Mas Alvin Januardi sengaja tidak ingin banyak merubah bentuk tokonya. Jendela dengan kaca besar, pintu kayu, dan bentuk ruangan yang masih sama. Hanya saja hampir di tempat duduk diberi aksen kain etnik yang juga beberapa buku atau pernik lainnya, yang menambah makin ciamik dan sangat instagramable. Saya sendiri merasa betah berlama-lama untuk mencoba membaca buku dan memotret… *aslinya sih tangan tak mau berhenti memotret hehe

Di sisi tengah ada dua meja besar yang bisa digunakan untuk menikmati kopi juga, saya pun memilih duduk di sini karena bisa memotret dari segala arah hanya dengan duduk manis. Dan di pojok belakang ada ruangan kecil yang difungsikan untuk berjualan pernak-pernik, mulai dari dompet, gantungan kunci, hiasan meja atau dinding, kaos, dll.

Mendengar penjelasan singkat sejarah kedai kopi ini saya jadi merasa beruntung karena setelah dari Warung Kopi Purnama saya melanjutkan jelajah kopinya ke Toko Kopi Djawa. Tempatnya nyaman, mau beneran menikmati kopinya, mau sambil baca, atau sekedar kongkow di sini… Sayang, saya tidak bisa lama karena harus siap – siap pulang ke Purwokerto. Tapi seriusan suatu saat bakal ke sini ajak travel mate dan teman – teman saya yang suka ngopi 🙂

Beberapa kedai kopi atau coffeeshop yang kemarin saya coba di Bandung bisa dibaca di sini….

Kopi Toko Djawa
Jalan Braga No 79 Bandung
Buka setiap harinya mulai pukul 10.00 – 22.00 wib
IG : @kopitokodjawa

 

Waroeng Pisa Purwokerto

Kuliner sore ini bareng  sedikit menjelajah ke arah timur dari kota Purwokerto. Waroeng Pisa namanya alias warung kopi pinggir sawah. Berdiri sejak April tahun 2010, berlokasi di Jl. Raden Patah Gg. Sunan Kalijaga I (selatan Stikes Harapan Bangsa) – Ledug, Kembaran. Kalau dari selatan ancer – ancernya : RSUD Margono ke utara, sekitar 2KM kanan jalan, gangnya sebelum Stikes persis. Sedangkan dari utara, perempatan Dukuh Waluh (UMP) ke selatan, setelah Stikes ambil gang yang berada di kiri jalan.

pisa cafe purwokerto

Tempatnya tidak terlalu luas, dengan konsep warung sederhana, dan interior Jawa ini sang pemilik ingin mengenalkan café yang berbeda dengan tempat lainnya dengan mengandalkan menu Eropa dan Amerika. Beberapa tempat duduk disediakan di bagian depan, selebihnya di bagian dalam dengan view sawah, akhirnya kami pun memilih yang ada di dalam. Pemiliknya, Pak Agus pernah bekerja di Cruise Line ship sebelum akhirnya memilih untuk mengembangkan hobi kulinernya dan mendirikan Waroeng Pisa ini.

cafe pisa purwokerto

Menu makanan yang ada antara lain ; sop, nasgor, aneka mie, burger, steak, rice suprime, pizza & pasta, serta aneka camilan (harga berkisar IDR 2.500 – 60.000). Sedangkan menu minumannya ; punch, squash, juice, coffee, dll (harga berkisar IDR 2.500 – 11.500). Lumayan masih terjangkau untuk kantong mahasiswa deh pokoknya hehe… *liatin nama menunya jadi pengin coba satu – satu 

pizza - cafe pisa purwokerto

thai salad - cafe pisa purwokerto

Sore itu kami mencoba pizza smoked beef, thai beef salad, espresso italiano, mocca frapuccino, dan susu murni dingin. Fasilitas yang tersedia free wifi, music CD, dan ada live musik setiap jumat dan sabtu malam *sayang tadi tidak mencoba wifi-nya, lancar atau tidak  😀

Sudah ngebayangin ‘chef’-nya memiliki pengalaman di kapal pesiar dan kuliner luar negeri. Gimana rasanya…?? Untuk thai salad dan pizza-nya lumayan enak meski kurang isi 😀 (boleh minta isian lebih banyak dengan tambah harga tentunya), espresso italiano-nya sayangnya sedikit terlalu encer dan dalam penyajian tidak disertai dengan air putih *terpaksa deh pesen menu air putih  (biasanya sih kalau pesan espresso di café lain selalu ada), mocca frapuccino-nya tidak terlalu berasa kopinya (dikasih dikiiiit lagi pas tuh), dan begitu juga dengan susu murni dinginnya.

Over all, café ini memang nyaman (seperti yang tertulis di buku menu), tempatnya selain bersih, juga asik dan enak buat kongkow. Para waiter atau waitressnya pun ramah, cepat tanggap setiap ada komplain dari pengunjung. Sepertinya ini tempat kongkow  favorit di daerah timur Purwokerto.

Untuk menu dan harga terbaru klik >> di sini

NB :

  • Thanks   banyak obrolan penting hari ini… jadi semakin semangaaatttt \(^_^)/
  • Lupa tidak foto bagian depan Waroeng Pisa (^_^), tapi kalau masuk gang itu café cuman ada satu – satunya di sisi bagian kanan
  • Nomor telepon Pisa : 081903118808
  • Facebook : Waroeng Pisa Purwokerto