The Coffee Brake Purwokerto

Sejak awal tahun ini entah ada berapa tempat ngopi bermunculan di Purwokerto. Dari sekian banyaknya coffeeshop baru yang menarik perhatian saya adalah The Coffee Brake, yang ada di Jl. DR. Soeparno No. 96, Arcawinangun, timur GOR Satria Purwokerto. Mumpung kedatangan temen, Dita dari Jakarta, sekalian nih buat cobain The Coffee Brake.

The Coffee Brake Purwokerto

Coffeeshop ini dari depan saja dah nampak maskulin, begitu juga bagian interiornya. Pas masuk langsung menuju bagian kasir buat memesan menu, baru memilih tempat duduk. Karena masih pertama, saya pilih meja panjang tengah saja biar bisa lihat sana-sini hehe…

Sementara sih menu yang disediakan menu minuman dan beberapa macam snack, harga menunya mulai Rp. 12.000 – 35.000. Apa saja? Ini nih sebagian ;

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nah, ndak lengkap kalau belum foto-foto. Mumpung ada Dita, biar dia saja yang jadi model dadakan haha…

Sekedar info nih, The Coffee Brake buka mulai jam 16.00 – 23.00 WIB (sementara), karena nanti bakalan buka mulai siang buat nyeduh kopinya. Dan live musik buat menghibur pengunjung di akhir pekan. Selain itu, banyak kursi depan bar jadi yang mau lihat para barista nyeduh pesenan masing-masing, bisa bangeeetttt….

Jadi, kapan nih ajakin saya ngopi di The Coffee Brake??

 

The Coffee Brake Purwokerto
Jl. DR. Soeparno No. 772, Arcawinangun (Timur GOR Satria)
IG : @thecoffeebrakepwt
WA : 082265122226

Serunya Ngopi Bareng KAI #3, Bikin Nagih!

Bahagia….
Mungkin itu ungkapan yang pas mewakili keseruan selama dua hari terlibat di acara Ngopi Bareng KAI #3. Buat saya yang memang penikmat kopi, diajak ikut langsung ya semacam dikasih durian runtuh, udah gitu boleh ngopi sepuasnya lagi :D. Belum apa-apa di grup sudah heboh soal blogger / vlogger bakal ditugasin di mana atau ikut kereta api ke mana. Kebetulan saya mendapat tugas buat ikutan bagi-bagi kopi di KA Purwojaya, kereta api dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Gambir pergi pulang.

Berhubung KA Purwojaya berangkat sore, pagi hingga siang saya puas-puasin ngopi dulu di area Stasiun Purwokerto. Dan khusus Purwokerto, barista yang terlibat tidak hanya dari kota ini lho, ada dari Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, juga dari Bumiayu, total ada 36 barista. Mereka bakal melayani masyarakat dari jam 09.00 hingga 21.00 wib. Tentu saja semuanya GRATIS!!

Berikut daftar barista (kedai kopi) yang ikut terlibat di kegiatan Ngopi Bareng KAI #3 di Stasiun Purwokerto ; Kopi Mak Rom, Kopi Lemah Abang, Kopi Bismo, Lolana, Kolektif, Berkawan, Wiexsoe, Mbah Krajan, Ngene, Momobae, Magenta, Recovery, Kopi Kulon, Leco Bumiayu, Kopisoten.

ngopi bareng kai di stasiun purwokerto

Bekerja sama dengan Komunitas Kopi Nusantara, tahun ini jumlah barista yang terlibat di kegiatan ini ada 200 barista. Wow, banyak banget yaaa…. Barista tersebut ada yang bertugas di stasiun, dan juga di atas KA. Masyarakat dan penumpang KA yang ingin mendapatkan kopi gratis ini cukup menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah terinstall dan terdaftar di ponselnya kepada petugas di area festival di stasiun dan di kereta api.

Sebagai konsumen setia pemakai kereta api, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rupanya hal ini dilakukan karena melihat antusiasme masyarakat terhadap gelaran festival Ngopi Bareng KAI jilid 1 dan 2 di tahun 2018 lalu yang begitu tinggi. Oleh karena itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menggelar acara serupa dengan tagline Ngopi Bareng KAI #3 – Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee.

Acara tersebut diselenggarakan selama dua hari yaitu Senin-Selasa, 11-12 Maret 2019 yang dibuka oleh Direktur Komersial KAI, Dody Budiawan, di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang. Sebagai informasi, pada Ngopi Bareng KAI jilid 2 tahun lalu, KAI mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia dengan predikat sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggaraan Pembagian Kopi Terbanyak di Kereta Api dan Stasiun”.

Pada acara tahun ini, masyarakat dan penumpang kereta api dapat menikmati kopi gratis yang KAI siapkan sebanyak total 50.000 cup di 17 stasiun di 15 kota dan di 36 nama KA. Ketujuh belas stasiun tersebut adalah Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang, Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Jember, Medan, Padang, dan Tanjung Karang.

Oh iya, saat berkesempatan mengikuti KA Purwojaya saya tidak sendirian, ada Mas Arangga dan Mas Setiawan Efendi. Mereka ini barista yang bertugas menyiapkan kopi buat penumpang KA Purwojaya di restorasi. Tidak hanya kondektur dan petugas KA yang senang dengan acara ini, beberapa penumpang yang sempat saya ajak berbincang bahkan sangat senang dan berharap kegiatan ini rutin.

Keseruan ngopi di KA Purwojaya :

ngopi bareng kai - ka purwojaya

Berhubung ini pengalaman saya yang pertama, bisa ikutan terlibat langsung di atas kereta saat acara Ngopi Bareng KAI #3 ini tentunya menjadi hal yang bikin saya ketagihan hehe… Saat gerbong restorasi kosong, saya manfaatin buat baca dan tentunya ditemani dengan kopi buatan barista. Dan tidak terasa 10 jam lebih saya mengikuti jadwal KA Purwojaya, kembali ke Stasiun Purwokerto.

Sampai ketemu di Ngopi Bareng KAI selanjutnya… \(^_^)/

 

 

STUE COFFEE ; Coffee & Co-working Space Terbaru Di Purwokerto

Menyenangkan saat pulang ke Purwokerto sepekan ini ada beberapa tempat ngopi baru, salah satunya Stue Coffee. Kalau kepoin instagramnya, tempat ini tidak hanya buat ngopi tetapi sekaligus co-working space juga. Kemarin sempat dengar ada co-working space juga di Jalan Kombas, tapi belum sempat lihat tempatnya seperti apa. Jadi, sebelum balik ke Semarang kemarin ajak teman ngopi Dita ke Stue Coffee.

Lokasinya ada di Jalan Jatiwinangun No 26 Purwokerto, ancer-ancernya antara RS Bedah Jatiwinangun sama RSIA Bunda Arif. Ada beberapa pilihan ruang yang bisa pengunjung pilih, ruang berAC atau yang non AC. Tempat ini sebenarnya lebih coock kalau rame-rame sama temen. Ya minimal ajak satu temen kalau mau ke sana, biar tidak seperti orang hilang 😀

Sekilas kalau ke Stue Coffee mengingatkan saya dengan coffeeshop yang ada di Yogyakarta atau di Bandung. Buat yang suka foto, tempat ini cocok deh buat nambah warna feed instagram kalian hehe… Tersedia juga rak buku yang berisi majalah yang bisa dibaca oleh pengunjung Stue Coffee.

Menu di Stue Coffee memang tidak terlalu banyak, harganya berkisar antara Rp 18.000- Rp 30.000. Masih lumayan terjangkau tentunya buat kita. Sayang nih, menu makanan atau camilannya baru sedikit, jadi tidak banyak  yang bisa kalan pilih buat nemenin ngopi kalian.

Kopinya bagaimana?? untuk yang tidak terlalu suka kopi banget, bakalan cocok sih. Tapi buat saya yang suka kopi, rasa kopinya berasa masih kurang “nendang” 😀

Well, penasaran pengin cobain Stue Coffee? Coba deh ke sana langsung… atau bisa lihat-lihat dulu instagramnya di stuecoffee.

 

Kopi Toko Djawa Di Braga

Tempat ini langsung menarik perhatian begitu kaki akhirnya sampai di trotoar Jalan Braga. Tak jauh dari gang kecil yang sempat saya lewati tadi, mengikuti arahan Google maps akhirnya Kopi Toko Djawa itu muncul. Saya langsung tersenyum, panas terik Bandung seolah tidak lagi saya hiraukan.

Sebelum berubah menjadi kedai kopi, dulunya ini adalah Toko Buku Djawa yang ada sejak tahun 1955. Sayangnya tidak bisa bertahan dan akhinya tutup pada tahun 2015.  Pada masanya, toko buku ini sangat terkenal dan dijadikan rujukan pelajar bahkan konon BJ Habibie dulunya adalah salah satu pelanggannya. Wow!

Kedai kopi atau coffeeshop ini baru buka bulan Desember 2017, dan berhasil menarik para penikmat kopi baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang kebetulan singgah di Bandung. Yang jelas sih meski baru melihat dari depan, saya sudah suka dan makin penasaran… 🙂

Memasuki toko langsung tampak ada bangku dengan sekat yang juga difungsikan sebagai meja kecil. Lalu lurus pintu adalah tempat untuk memesan menu sekaligus tempat membayar (kasir). Ada juga bêberapa cake dan roti yang sebagai teman ngopi yang bisa dipilih. Harga menunya mulai dari IDR 15.000 – 35.000, masih sangat terjangkau.

Pengelola yang sekarang namanya Mas Alvin Januardi sengaja tidak ingin banyak merubah bentuk tokonya. Jendela dengan kaca besar, pintu kayu, dan bentuk ruangan yang masih sama. Hanya saja hampir di tempat duduk diberi aksen kain etnik yang juga beberapa buku atau pernik lainnya, yang menambah makin ciamik dan sangat instagramable. Saya sendiri merasa betah berlama-lama untuk mencoba membaca buku dan memotret… *aslinya sih tangan tak mau berhenti memotret hehe

Di sisi tengah ada dua meja besar yang bisa digunakan untuk menikmati kopi juga, saya pun memilih duduk di sini karena bisa memotret dari segala arah hanya dengan duduk manis. Dan di pojok belakang ada ruangan kecil yang difungsikan untuk berjualan pernak-pernik, mulai dari dompet, gantungan kunci, hiasan meja atau dinding, kaos, dll.

Mendengar penjelasan singkat sejarah kedai kopi ini saya jadi merasa beruntung karena setelah dari Warung Kopi Purnama saya melanjutkan jelajah kopinya ke Toko Kopi Djawa. Tempatnya nyaman, mau beneran menikmati kopinya, mau sambil baca, atau sekedar kongkow di sini… Sayang, saya tidak bisa lama karena harus siap – siap pulang ke Purwokerto. Tapi seriusan suatu saat bakal ke sini ajak travel mate dan teman – teman saya yang suka ngopi 🙂

Beberapa kedai kopi atau coffeeshop yang kemarin saya coba di Bandung bisa dibaca di sini….

Kopi Toko Djawa
Jalan Braga No 79 Bandung
Buka setiap harinya mulai pukul 10.00 – 22.00 wib
IG : @kopitokodjawa

 

Waroeng Pisa Purwokerto

Kuliner sore ini bareng  sedikit menjelajah ke arah timur dari kota Purwokerto. Waroeng Pisa namanya alias warung kopi pinggir sawah. Berdiri sejak April tahun 2010, berlokasi di Jl. Raden Patah Gg. Sunan Kalijaga I (selatan Stikes Harapan Bangsa) – Ledug, Kembaran. Kalau dari selatan ancer – ancernya : RSUD Margono ke utara, sekitar 2KM kanan jalan, gangnya sebelum Stikes persis. Sedangkan dari utara, perempatan Dukuh Waluh (UMP) ke selatan, setelah Stikes ambil gang yang berada di kiri jalan.

pisa cafe purwokerto

Tempatnya tidak terlalu luas, dengan konsep warung sederhana, dan interior Jawa ini sang pemilik ingin mengenalkan café yang berbeda dengan tempat lainnya dengan mengandalkan menu Eropa dan Amerika. Beberapa tempat duduk disediakan di bagian depan, selebihnya di bagian dalam dengan view sawah, akhirnya kami pun memilih yang ada di dalam. Pemiliknya, Pak Agus pernah bekerja di Cruise Line ship sebelum akhirnya memilih untuk mengembangkan hobi kulinernya dan mendirikan Waroeng Pisa ini.

cafe pisa purwokerto

Menu makanan yang ada antara lain ; sop, nasgor, aneka mie, burger, steak, rice suprime, pizza & pasta, serta aneka camilan (harga berkisar IDR 2.500 – 60.000). Sedangkan menu minumannya ; punch, squash, juice, coffee, dll (harga berkisar IDR 2.500 – 11.500). Lumayan masih terjangkau untuk kantong mahasiswa deh pokoknya hehe… *liatin nama menunya jadi pengin coba satu – satu 

pizza - cafe pisa purwokerto

thai salad - cafe pisa purwokerto

Sore itu kami mencoba pizza smoked beef, thai beef salad, espresso italiano, mocca frapuccino, dan susu murni dingin. Fasilitas yang tersedia free wifi, music CD, dan ada live musik setiap jumat dan sabtu malam *sayang tadi tidak mencoba wifi-nya, lancar atau tidak  😀

Sudah ngebayangin ‘chef’-nya memiliki pengalaman di kapal pesiar dan kuliner luar negeri. Gimana rasanya…?? Untuk thai salad dan pizza-nya lumayan enak meski kurang isi 😀 (boleh minta isian lebih banyak dengan tambah harga tentunya), espresso italiano-nya sayangnya sedikit terlalu encer dan dalam penyajian tidak disertai dengan air putih *terpaksa deh pesen menu air putih  (biasanya sih kalau pesan espresso di café lain selalu ada), mocca frapuccino-nya tidak terlalu berasa kopinya (dikasih dikiiiit lagi pas tuh), dan begitu juga dengan susu murni dinginnya.

Over all, café ini memang nyaman (seperti yang tertulis di buku menu), tempatnya selain bersih, juga asik dan enak buat kongkow. Para waiter atau waitressnya pun ramah, cepat tanggap setiap ada komplain dari pengunjung. Sepertinya ini tempat kongkow  favorit di daerah timur Purwokerto.

Untuk menu dan harga terbaru klik >> di sini

NB :

  • Thanks   banyak obrolan penting hari ini… jadi semakin semangaaatttt \(^_^)/
  • Lupa tidak foto bagian depan Waroeng Pisa (^_^), tapi kalau masuk gang itu café cuman ada satu – satunya di sisi bagian kanan
  • Nomor telepon Pisa : 081903118808
  • Facebook : Waroeng Pisa Purwokerto