BuldaQ Korean BBQ Purwokerto

Demam Korea tidak hanya untuk film atau musiknya, makanannya pun sama. Dan tempat satu ini begitu muncul langsung banyak penggemarnya. Namanya BuldaQ Korean BBQ yang berada di lantai tiga Rita Supermall.

Didesain dengan mural khas Korea ini, pengujung bisa memilih tempat ada yang lesehan dan ada yang meja kursi. Menu-menu yang disediakan pun beraneka ragam, dari yang harga murah hingga mahal (bisa dimakan berkelompok).

geng kuliner ke buldaq bbq

Saya mencoba beberapa menu andalan di BuldaQ nih seperti Ramyeon Beef, Jikkotsal, Woosamgyeob, dan menu baru Chijeu Ribs… Biasa bawa teman alias geng kuliner, karena pasti tidak bakalan seru kalau makan sendirian yakaaannn… 🙂

menu di buldaq bbq

menu baru di buldaq

kuliner ke buldaq bbq purwokerto

buldaq bbq purwokerto

Maunya sih semua menu yang sudah dicoba saya share ke sini, tapi nanti kalian keburu ngiler… #eh. Tapi serius deh ternyata setiap ke sana BuldaQ Korean BBQ ini selalu saja ramai 😦 bahkan pernah menu yang diincer selalu saja sudah kehabisan (-__-,).

kuliner korean food

Buat yang masih bingung cara memasaknya, bisa lho meminta waiter atau waitress buat membantu memasaknya, jadi nanti tinggal hap hap hap saja….

korean food di purwokerto

Nah, kalian sudah cobain belum kuliner ala Korea di BuldaQ Korean BBQ? Ajak teman-teman biar seru yes… Kepoin juga instagramnya @buldaqq.bbq untuk info terbaru, siapa tahu ada promo menarik 😉

 

BuldaQ Korean BBQ
Lantai 1, Rita Supermall
Telp 0281 7773574
Line @buldaq
Web buldaq.com

 

Iklan

Meotel Purwokerto, Hotel Retro Yang Instagramable

Weekend kemarin where to sleep  tidak hanya bareng travelmate Devi tetapi juga mengajak Frisca dan Kuspriyatna untuk seru-seruan menginap di Hotel Meotel Purwokerto. Hotel ini masih satu manajemen lho dengan DAFAM…

Sabtu pagi Saya dan Devi menjemput mereka berdua di Stasiun Purwokerto, sebelum ke hotel sempat mengajak para travel blogger ini untuk makan siang di salah satu resto Korea, kebayang ‘kan ramainya seperti apa :D. Hmm, mereka tidak mengira kota sekecil ini ada mall (>.<).

Meotel by Dafam

Puas makan siang langsung meluncur ke Hotel Meotel. Sambil menunggu kamar satunya siap, kami memilih motret tempat sekitar lobi yang memang didesain sangat instagramable. Cocok banget untuk anak muda kekinian apalagi yang hobinya foto seperti kami 😛

meotel - instagramable

Saya dan Devi menempati family room, yang saya suka kamar di Meotel semuanya dapat guling hehe. Ini dia penampakannya…

family room - meotel

Ruangannya luas, selain ada sofa panjang, TV besar 42″ LED, ada juga meja untuk belajar atau bekerja, dan kamar mandi yang luas dengan kaca semi transparan :D. Selain family room, ada juga pilihan kamar smart room, executive room, dan junior suite. Meski awalnya baru terasa ada masalah dengan ACnya (bocor), begitu melapor langsung ada teknisi yang memperbaikinya.

Hampir semuanya lelah karena perjalanan dan kurang tidur. Siang itu semuanya sepakat buat tidur dulu sebelum sore mencoba menengok kolam renang juga makan malam.

swimming pool meotel purwokerto

fitness room

Letak kolam renang ada di samping, terpisah dengan hotel, tempat ini juga sekalian untuk fitness yang disediakan bagi yang menginap di hotel. Tempat ini makin malam makin bagus buat difoto ternyata… *tetep ya yang dipikirin soal motret 😀 Kolam renangnya juga boleh untuk umum, hanya dengan Rp 40.000 sudah bebas berenang dan bonus dapat nasi goreng lho…

Malamnya biar makin kompak kami sepakat pakai dress code dadakan warna putih haha… Sebelum menikmati makan malam dan live music foto sepuasnya dulu :D. Khusus Sabtu malam, di Ucafe selalu ada musik biar malamnya makin seru dan asik. Ada Frisca yang sempat ikutan nyanyi, saking terpesona sama suara sampai lupa tidak ada yang fotoin haha… Ucafe juga 24 jam terbuka untuk umum, serunya selalu ada angkringan (sampai malam) dengan harga bersahabat.

live music

travelmate

dinner with travelmate - meotel hotel

Dinner ketje dengan travelmate di Hotel Meotel… beberapa menu sudah dipesan seperti Dori with butter sauce, Sop iga bakar, Hainan chicken rice, Tom yum soup, Steam bun beef black paper, Nasi goreng seafood. Dan hampir keseluruhan kami puas dengan menu yang disediakan oleh hotel. Saking banyaknya sampai kekenyangan 🙂

meotel hotel - dinner

makan malam di meotel

Dan malam itu saya tidur dengan nyenyak, bisa bangun pagi (sepertinya saya bangun paling awal dibandingkan yang lainnya). Akhirnya sambil menunggu yang lain bangun, saya meminta sarapan lebih awal buat dimakan di kamar. Menu sarapannya cukup bervariatif…

breakfast - meotel hotel

menu sarapan

Devi memilih istirahat di kamar karena kurang enak badan, benar-benar dapat tidur berkualitas dia. Sedangkan Frisca dan Kus mencoba fitness juga renang ketika kolam sudah agak sepi pengunjung. Biar apa coba? biar enak kalau mau foto-foto haha…

fitness dulu

Over all, pengalaman akhir pekan where to sleep di Hotel Meotel Purwokerto sangat memuaskan bareng travelmate… Selain staff ramah, makanan tidak mengecewakan, dan saya pun juga bisa tidur dengan nyaman.

travelmate &amp; meotel staff

Nantikan cerita where to sleep selanjutnya… jangan lupa follow IG @olipe_oile dan @devidhede \(^^)/

 

Meotel Purwokerto by DAFAM
Jl. Dr. Soeparno Selatan No.1 Purwokerto
(Timur GOR Satria)
Email : info@meotelpurwokerto.com
Phone : 0281 777 1157
Web : http://dafamhotels.com/hotel-directory/meotel-purwokerto
IG : @meotelpurwokerto

 

Pengukuhan GenPI Banyumasan & Famtrip Blogger Bersama Dinpar Banjarnegara

Generasi Pesona Indonesia atau yang biasa dikenal dengan sebutan GenPI, adalah semacam volunteer yang terdiri dari para blogger, netizen, pemerhati atau pegiat wisata yang memiliki kepedulian terhadap pariwisata. GenPI Karesidenan Banyumasan sendiri terdiri dari empat kabupaten yaitu ; Banajrnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

Pengukuhan GenPI Banyumasan akhirnya bisa terlaksana setelah sempat tertunda bulan lalu. Atas dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, kegiatan pengukuhan yang berlangsung dari tanggal 10-12 November 2017 itu dilanjutkan dengan Famtrip ke beberapa wisata di Banjarnegara.

10 November 2017

Rumah tidak seperi biasanya ramai kedatangan teman-teman blogger dari Semarang, Pekalongan, Jakarta, dan Bekasi. Mereka yang sudah datang dan sempat beristirahat dulu di rumah. Melanjutkan penjemputan blogger lainnya dengan minubus di Stasiun Purwokerto.

Tiga hari kedepan kami hendak selain acara Pegukuhan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Banyumasan juga ada famtrip blogger yang disponsori oleh Dinpar Kabupaten Banjarnegara, Hotel Surya Yudha, The Pikas Resort, D’Qiano Hot Spring Water, dll. GenPI Banyumasan meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.

hotel surya yudha

Sampai Hotel Surya Yudha Banjarnegara peserta langsung mendapatkan pembagian kamar, dan bersiap untuk rafting di The Pikas Resort & Adventure. Seperti biasanya, karena saya takut air maka saya memilih menunggu saja. Tempat ini memang menjadi salah satu andalan wisata air di Banjarnegara. Rafting Sungai Serayu ini bahkan pernah menjadi lokasi kejuaraan rafting tingkat internasional.

Rafting Serayu (Bannyu Woong Adventure)

Selesai melakukan rafting, peserta kembali ke hotel. Ada waktu hingga pukul 19.00 wib nih sebelum acara pengukuhan. Saya yang kebagian kamar dengan Devi (blogger dan anggota GenPI Kedungsepur) memilih rebahan yang akhirnya karena kecapean sampai tertidur hahaha…

pengukuhan genpi banyumasan

Gerimis bikin Banjarnegara semakin dingin, serius! Belum lagi anginnya yang lumayan kenceng :D. Pengukuhan GenPI yang dihadiri oleh Kepala Dinpar Banjarnegara dan Kepala Dinpar Banyumas, teman-teman GenPI, dan blogger dari beberapa daerah berlangsung lancar. Acara ditutup dengan hiburan dan makan malam. Btw, saya menikmati seklai makan malam yang disediakan. Ayamnya enak, bumbunya meresap sekali. Mba Pungky bahlan mau nambah tapi malu haha…

11 November 2017

hotel surya yudha - sarapan

Paginya selepas sarapan seluruh peserta diajak menuju ke tempat pusatnya industri kerajinan keramik. Salah satu UKM yang kami datangi yaitu Keramik Usaha Karya Klampok. Dulu pas masih kecil sering sekali diajak ibu ke toko ini, tidak menyangka hari ini dikasih kesempatan ketemu dengan pemilik toko bahkan sampai masuk di sisi belakang dan di pabrik pembuatan keramiknya langsung :D.

keramik klampok banjarnegara

Keramik Klampok hingga sekarang masih bertahan, bahkan siapa sangka poci yang selama ini lebih dikenal berasal dari Tegal rupanya pembuatan keramiknya aslinya dari Klampok. Selain memenuhi pasar nasional, keramik Klampok juga banyak di ekspor ke beberapa negara, seperti ; Asia Timur, Eropa, dan Amerika.

Keramik Usaha Karya Klampok Banjarnegara

Beberapa peserta berkesempatan mencoba membuat keramik ketika sampai di pabriknya (lokasi pabrik dan toko terpisah, red). Ternyata membuat keramik itu lama dan sulit, karena saat proses pembuatan, pengeringan, hingga pewarnaan alami itu membutuhkan waktu berhari-hari. Setuju sekali kalau kelompok usaha keramik semacam ini harus didukung oleh pemda biar tidak sampai punah keberadaannya.

Batik Gumelem Banjarnegara

kunjungan ke batik gumelem di SMP

Masih di wilayah barat Banjarnegara, Desa Gumelem, Susukan menjadi lokasi kedua yang dikunjungi. Desa ini merupakan sentral usaha batik khas Banjarnegara. Banyak sekali dijumpai usaha kecil yang membuat batik tulis maupun cap. Peserta diajak ke dua lokasi pembuatan batik. Maunya sih borong sekalian batiknya, sayangnya dompet sedang tipis 😦

Selain Desa Gumelem, peserta juga diajak untuk explore Kampungg Kitiran di Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok. Di Desa Pagak sudah menunggu masyarakat lengkap dengan alat musik Gumbeng. Alat musik ini terbuat dari bambu, yang sekarang sangat susah ditemui bahkan tidak banyak orang yang tahu.

Desa wisata Pagak - musik tradisional

Desa Pagak - alat musik bambu

Bahkan Kak Devi (GenPI Kedungsepur) dan Gita (GenPI Pekalongan) sangat tertarik, dan menikmati alunan musik Gumbeng yang mereka coba bersama masyarakat. Dan memang benar sekali, penting sekali untuk mengenalkan musik tradisional ini kepada generasi sekarang, agar Gumbeng makin dikenal dan tetap lestari sampai kapanpun.

Sore hari menjelang pergantian malam, peserta melanjutkan perjalanan ke D’Qiano Hot Spring Waterpark yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Di sana, selain ada tempat wisata air dengan kolam air panas alami, juga ada penginapan D’Qiano.

Jangan ditanya seberapa dinginnya kalau sudah berada di sini, yang jelas meski sudah dapat ruang kamar sebagian peserta perempuan lebih memilih bergabung jadi satu… biar anget dooonnnggg… 🙂 Selesai makan, sebagian peserta famtrip memilih berendam, kalau saya seperti biasanya… memilih jadi penonton sebentar dan memilih tidur. Dinginnya ndak nguatin (>_<)

Dqiano hot spring - dieng

D’Qiano terletak di Desa Batur, Dieng – Banjarnegara. Berdekatan dengan Kawah Sileri, dan dari sanalah sumber air panas alami yang digunakan untuk berendam. Ada beberapa kolam, seperti kolam khusus anak kecil airnya hangat, kolam untuk dewasa lumayan panas. Selain itu ada juga kantin yang menyediakan makanan minuman untuk pengunjung. Khusus yang menginap di penginapan, tidak ada batasan jika hendak berendam. Asyiknyaaaaa…..

landscape dieng - bukit skuter

12 November 2017

Minggu pagi selepas subuh, peserta dibangunkan untuk menuju ke Bukit Skuter (Scooter). Bukit ini berada dekat dengan Kota Dieng, dan tidak seperti Sikunir yang sangat ramai, bukit ini sangat sepi padahal pemandangannya pun tak kalah menariknya. Kita bisa menikmati landscape kota Dieng dari atas bukin ini. Kalau dari jalan raya kota Dieng (biasanya lewat BRI), kita cukup berjalan 10-15 menit. Kalau naik motor malah sebenarnya cukup jalan 3 menit untuk sampai bukit.

Beranjak siang, pemandangan dari atas sini sangat sangat mempesona, dari kejauhan Kota Dieng masih berselimut kabut. Dari sini bahkan bisa melihat kompleks Candi Arjuna, museum, kawah, juga Bukit Pangonan… Kali ini saya super kedinginan, ternyata dua jaket tidak cukup membuat saya hangat. Tangan saya bahkan nyaris beku 😦

telaga merdada - kayak

Tak kalah serunya, semua peserta diajak bermain kano di Telaga Merdada, tempat wisata air yang belum lama dibuka. Untuk bisa bermain kano, pengunjung bisa menyewanya Rp 50.000 per kano. Beberapa peserta keasyikan bermain kano bahkan sampai kabut turun… Keseruan belum berakhir, nasi jagung dan lauk sudah disiapkan. Berasa sedap-sedap gimana gitu, makan ramai-ramai…

Sayang banget nih kunjungan ke kompleks candi terkendala hujan, jadi hanya sebentar saja dan melanjutkan ke toko oleh-oleh khas Dieng sebelum mengakhiri famtrip ini. Keseruan funtrip selama tiga hari ini disponsori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Surya Yudha Park, The Pikas Resort & Adventure, Banyuwoong Rafting, D’Qiano Hot Spring Waterpark, GenPI Jateng, dan GenPI Banyumasan.

Mencoba Kopi Esperto Di Verve Bistro & Coffee Bar

Kamis siang ini ada hal yang sudah saya nantikan dari undangan workshop coffee di Verve Bistro & Coffee Bar. Bahkan dibelain berangkat hari Rabu malam dari Jakarta sehabis ToT (Training of Trainer) 😀 soalnya ada kesempatan buat ketemu dengan Om Franky Angkawijaya. Itu lho direktur Harvest Coffee Forenity & Esperto Barista Course, tempat belajar barista terlengkap yang ada di Jakarta. Nah rupanya di workshop ini, Verve Bistro & Coffee Bar mencoba mengenalkan kepada penikmat kopi tentang kopi hasil roastingan Esperto Caffe.

Selain membahas tentang seputar kopi, Om Franky juga menjelaskan mengenai Esperto. Esperto merupakan brand yang berada di bawah naungan PT. Heilly Jaya Lestari yang ada di Jakarta. Ada tiga jenis produknya yaitu ; Classic Blend (80% Arabica, 20% Robusta), Community Blend (70% Arabica, 30% Robusta), dan Reserve Blend (100% Arabica). Saya pun sempat mencoba cappuccino dan americano hasil seduhan Om Franky dengan menggunakan Classic Blend, kesempatan langka ya kaaaaann…. 😀

Bagi yang sering atau suka kongkow di cafe maupun coffeeshop pasti tahu. Menikmati kopi sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang sekarang. Cafe atau coffeeshop tidak hanya dijadikan tempat kongkow semata tetapi juga tempat untuk melakukan bisnis, atau menyelesaikan tugas dan pekerjaan. Selain tempat, akses internet, seringkali kualitas kopi pun tak luput dari penilaian sebuh cafe atau coffeeshop dikunjungi.

Verve Bistro & Coffee Bar hadir menjawab kebutuhan itu, dengan menggunakan kopi hasil roastingan Esperto yang kualitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Pada hari yang sama, Verve Bistro & Coffee Bar pun mengundang para penikmat kopi, beberapa komunitas seperti komunitas pecinta kopi, komunitas fotografi, komunitas barista semarang, komunitas pecinta kuliner, serta media juga blogger untuk makin mengenal bagaimana sih kopi yang dihasilkan dari Esperto itu.

Semua peserta sangat antusias, dan mendapat kesempatan untuk mencoba mencicipi Classic Blend dari Esperto. Apa kalian juga penasaran bagaimana kopi Esperto? Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta, yang di Semarang tinggal kunjungi Verve Bistro & Coffee Bar yang ada di Rooms Inc Hotel (DP Mall)…

Nasibnya Olipeoile.com Bagaimana?

Kopi yang diteguk pagi ini jauh lebih pahit. Duduk di pojok salah satu cafe, dan jemari sibuk membalas WA dan DM yang masuk. Sayangnya saya ke sini tidak hanya sekedar untuk menikmati kopi, tapi untuk urusan memotret dan urusan lainnya. Pikiran melayang-layang ke blog pribadi olipeoile.com…

Setelah hampir satu bulan tidak bisa mengakses olipeoile.com, salah satu teman yang sudah berusaha membantu bilang, “Pasrah saja dulu…”.

Jangan tanya sedih ndak, ya tentulah sedih. Mau marah tidak bisa, nangis tidak bisa (maklum bukan orang cengeng), dan satu-satunya hal yang bisa dilakuin cuma diam sambil mijitin pelipis yang rasanya nyut-nyutan. Status WA dan IG story yang menuliskan kabar blog menyebabkan tidak sedikit kawan yang DM atau WA langsung. Dibandingkan dengan pertanyaan ‘kenapa’, sebenarnya saya butuh dukungan atau sekedar ‘puk-puk’ biar tegar hehe…

Akhir bulan November sampai awal bulan Desember berkali-kali sudah mengutarakan untuk mengimpor tulisan di blog tersebut ke sini. Sayangnya hanya sekedar keinginan, terlalu banyak urusan dan belum lagi perjalanan panjang akhirnya menunda semuanya. Dan berakhir dengan terlambat… tetiba dikabari kalau link blog yang saya kasihkan tidak bisa diklik. Sedangkan posisi sudah terlanjur di luar kota, hendak traveling panjang hingga awal Januari.

Teman yang biasa dimintain tolong soal hosting memberi kabar kalau pihak penyedia hosting dihubungi tidak mau memberi respon. Semacam tendangan yang bikin nyeri tapi tak berdarah *halah… tapi serius bikin pusing. Dan beberapa pesan yang masuk sedikit memberi pencerahan, tulisan yang pernah ditulis masih bisa dicopas lewat google archive... fiuh, harus berapa copas tulisan ini ya (-__-,).

Selalu ada hikmahnya disetiap kejadian. Sepertinya hingga akhir bulan ini mesti menyempatkan menengok google archive dan mulai menyimpan tulisan terlebih dahulu. Masih berfikir juga soal kelanjutan olipeoile.com nanti bagaimana…

Huft, ada yang mau kasih puk-puk ??? 😦

Lombok Idjo Purwokerto

Sudah ada rencana mau makan di mana?
Siang ini saya mengajak salah satu teman (Vairus) untuk makan siang di Lombok Idjo, kebetulan teman saya ini hobi makan sambal yang pedas. Saya baru tahu kalau Lombok Idjo ini merupakan salah satu cabang yang ada di Semarang. Pantas saja nampak tidak asing dengan logonya 😀

Jujur saja yang saya suka dari tempat ini selain parkirnya luas, tempatnya bersih, ada tempat duduk dan lesehan yang bisa dipilih, juga ada mushola serta toilet. Lombok Idjo ini juga menjadi salah satu tempat makan berbagai kalangan, karena harganya yang terjangkau. Dan sering menjadi pilihan untuk berbagai macam acara. Tempat ini jadi salah satu tempat favorit buka puasa saya dengan teman komunitas 😀

Beberapa menu yang disediakan seperti ayam (bakar/goreng), ati ampela, lele, gurame, udang, nila, empal, sop iga, aneka tumis dan gorengan, dll. Harga menu makanan tersebut berkisar IDR 4.000 – 34.000. Dan untuk minuman ada es tipis, es soda sumringah, es kelon, es buah Lombok Idjo.

Lombok Idjo juga menerima pesanan nasi box untuk acara, atau yang ingin reservasi di sana buat acara pun bisa. Khusus yang makan di tempat, kita boleh tambah nasi dan sambal sesuka hati sampai kenyang 😀 Kurang nikmat apa coba…

Kebayang yah kenapa saya harus bawa teman buat habisin semua menu di atas, biar bisa icipin semuanya kurangin nasi perbanyak lauk pauk dong hehehe… Oh iya, sayur asemnya saya suka karena pas banget di lidah (jarang-jarang nih saya bilang sayur asem enak, karena kalau sayur asem saya suka pilih-pilih huhu…).

Cabang dan franchise Lombok Idjo :
Jalan Gajahmada No. 158, Semarang. Telp 024 3566222
Jalan Setiabudi No. 63, Semarang. Telp 024 76482222
Jalan Majapahit No. 412, Semarang. Telp 024 76410022
Jalan Laksda Adisucipto 22, Yogyakarta. Telp 0274 519603
Jalan Diponegoro 64, Yogyakarta. Telp 0274 512548
Jalan Toeparev No 93, Cirebon. Telp 0231 8300881
Jalan Karanganyar 21A, Tegal. Telp 0283 342330
Jalan Agil Kusumaja 48, Kudus. Telp 0291 438009
Jalan Pemuda 237A, Pati. Telp 0295 4101303
Jalan Gatot Subroto 145, Ungaran. Telp 024 76910303
Jalan Gajahmada 123, Solo. Telp 0271 7652111
Jalan Ronggowarsito 167, Solo. Telp 0271 7882111
Jalan Kalimantan 36, Madiun. Telp 0351 464999
Jalan Patiunus 16, Kediri. Telp 0354 673666

Yang di luar kota tapi penasaran dengan Lombok Idjo? coba intip daftar di atas, kali saja ada di kota kalian tanpa harus jauh-jauh ke Purwoketo. Jangan lupa juga follow @lombok_idjo_purwokerto untuk update info dan siapa tahu ada promo menarik yang bisa kalian ikuti 😉

Tunggu review makan enak saya selanjutnya ya…. 😀

.

Lombok Idjo Purwokerto
Jl. Gelora Indah II No.7, selatan GOR Satria Purwokerto
Telp : 0281 6512946

Kuliner Semarang : Lunpia Cik Me Me, Oleh-Oleh Wajib Di Semarang

Apa sih yang paling ditunggu kalau bepergian ke suatu daerah? Yups bener banget, pasti ditanyain soal oleh-olehnya. Ingat Semarang, pastinya ingat juga dengan lunpia yang memang menjadi makanan khasnya. Saya sendiri termasuk suka pilih-pilih, awalnya mencoba dulu (duluuuu sekali pakai banget hehehe) itu ngerasainnya bau pesing. Lalu jadi kapok, karena aromanya bikin tidak nafsu. Dan seketika pandangan soal lunpia isi rebung bau pesing pun hilang sewaktu kemarin diajak ke Lunpia Cik Me Me.

Lalu apa bedanya Lunpia Delight dengan Lunpia Cik Me Me?

Tenang… itu sama saja kok, sejak November 2017 kemarin memang ada pergantian nama. Perubahan namanya tersebut sudah melalui proses yang cukup lama, bermula tahun 2015 mendapatkan saran dari Bp Drs. Adi Trihananto, MSi., selaku Setda Kota Semarang waktu itu, yang mempertanyakan label dari nama  Delight (menyenangkan) terhadap lunpia yang merupakan ciri khas (ikon) makanan tradisional kota Semarang.  Waktu itu beliau menyarankan sebaiknya tidak menggunakan nama bahasa asing yang kurang pas dengan identitas citra budaya Nusantara.

Nah, ceritanya kemarin saya diajak ke tokonya langsung yang ada di Jalan Gajahmada. Tidak terasa malah kalap mencoba semua variannya sampai kekenyangan 😀 baru tahu kalau lunpia buatan Cik Me Me ini tidak bau pesing dan bisa ngerasain enaknya makan lunpia!! haha… Sekedar info nih, Lunpia Cik Me Me menjadi lunpia pertama yang mengurus sertifikat halal dan memiliki varian terbanyak. Bahkan sempat mendapatkan penghargaan dari MURI lho… Jadi kalian tidak perlu was-was lagi kalau membeli lunpia di sini.Selain lunpia, di tempat ini kalian juga bisa membeli oleh-oleh khas lainnya kok. Tempatnya pun memiliki fasilitas yang lengkap ; ruangan untuk menikmati lunpia atau makanan lain di lantai 1 dan 2, area bermain anak, ruang rapat, tempat sholat, dan toilet. Harga lunpia IDR 10.000 – 22.000

Buat kalian yang sedang berkunjung ke Semarang, Lunpia Cik Me Me wajib banget masuk daftar oleh-oleh kalian. Dan jika ingin membawa lunpia tapi tidak sempat ke tokonya, jangan khawatir… cukup telepon saja dan menunggu lunpia kesukaan diantar (pembelian minimal Rp 100.000 gratis ongkir). Selain itu untuk mempermudah pelanggan, sekarang Lunpia Cik Me Me juga bisa dibeli di Bandara Ahmad Yani Semarang.

.

Lunpia Cik Me Me 
Jl. Gajahmada No.107, Miroto, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135
Buka mulai pukul 05.00–22.00
Telepon: (024) 3511007 / 085 100 000 727