Spedagi Homestay Bikin Itinerary Ambyaarrr…

Pernah tidak kalian melakukan perjalanan, tetiba semua rencana yang sudah disusun jadi berantakan???
Saya pernah mengalaminya dua kali ; pertama saat ke Ambon, lalu kemarin saat ke Temanggung. Kenapa bisa jadi berantakan??

Bermula dari saya, Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint jauh-jauh hari merencanakan untuk menginap di Spedagi Homestay lalu berkunjung ke Pasar Papringan. Awalnya nih dari admin Spedagi Homestay kami diberi jadwal awal November, lalu selang semingguan dikabari kalau ada yang cancel menginap untuk tanggal 5-6 Oktober.

Saya pun mengiyakan untuk tanggal tersebut mengingat yang lainnya juga bisa. Mendekati hari H, malah baru sadar kalau hari Sabtunya saya ada undangan ke Magelang. Hahaha… Ruwetnya adalah ; Sabtunya saya mesti jemput Dita Malesmandi habis subuh di Stasiun Weleri, lalu ke Semarang dulu baru ke Magelang. Oh iya, harusnya sekalian jemput Mba Ika Turissendaljepit, cuman mendadak Mba Ika naik mobil dengan saudaranya. Jadi, Mba Ika duluan ke Sukorejo.

spedagi homestay - temanggung

Biar tidak bingung saya buatkan itinerary buat semuanya, lengkap dengan petunjuk menuju lokasi sarapan pagi di tempat teman yang ada di daerah Sukorejo sampai tempat wisata yang bisa dikunjungi karena nantinya terlewati saat menuju homestay. Rupanya, karena mereka mau langsung mager, dari Sukorejo akhirnya langsung ke Spedagi Homestay. Tidak mampir ke candi dan klenteng… huehehe….

Saya sendiri dari Magelang akhirnya langsung menyusul mereka dengan naik bus. Dan tiba di Temanggung tidak lama setelah Dini Dinilint  sampai.

omah yudhi lokasi

Lokasi Homestay Spedagi Bikin Kaget
Tahu ndak sih, pas baru sampai homestay sedikit kaget, karena awalnya saya pikir lokasinya jauh di pelosok sawah-sawah ternyata dekat dengan jalan raya, bahkan depannya ada pasar tradisional (Pasar Kandangan). Jadi kalau mau cari makan bisa banget di sekitaran homestay.

Baru sampai, Dita Malesmandi dan Mba Ika Turissendaljepit ngajakin beli gorengan juga buah di seberang. Lalu bersantai di area living room-nya…. sambil menikmati gorengan dan bikin minuman sendiri.

pasar kandangan

Pilihan Kamar Di Omah Yudhi (Spedagi Homestay)
Omah Yudhi ini berbentuk pondok kecil yang terdiri dari 4 pondok ; Pondok Omah Tinggi (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Pojok (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Tua (kapasitas 4 orang), dan Pondok Omah Gede (kapasitas 8 orang). Semuanya berupa tempat tidur susun, dan kamar mandi di luar kecuali Pondok Omah Tua yang ada kamar mandi di dalamnya. Tarif semuanya sama ; Rp 700.000 / malam, kecuali Pondok Omah Gede ; Rp 1.400.000 / malam.

Kami memilih Pondok Omah Pojok, setelah diskusi pendek dengan Dita. Aslinya bingung pilih mana… maunya cobain semua hehe.

spedagi homestay - omah yudhi

Fasilitas Omah Yudhi
Buat yang mau menginap di sana, apa saja yang didapat? Fasilitas yang didapat untuk paket ; teh/kopi/air mineral sepuasnya, koin pring untuk sarapan di Pasar Papringan, makan malam di homestay, free wifi. Terdapat juga dapur yang bisa digunakan bebas bagi yang menginap di sana.

Ajakan Ramah Lingkungan
Oh iya, di Omah Yudhi pengunjung diajak untuk mengurangi sampah. Makanya ada aturan untuk ; tidak membawa minuman dalam kemasan karena Omah Yudhi menyediakan cukup banyak air dan gratis!!, tidak membawa makanan yang dikemas menggunakan styrofoam, dan pastinya harus menjaga kebersihan dong…

Mager Oh Mager
Berkunjung ke Spedagi Homestay ini beneran deh ya, sangat diluar ekspektasi. Kami akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu di living room. Apalagi sore hari akhirnya Mas Yudhi, pemilik homestay datang dan mengajak ngobrol ringan sampai malam.

ngobrol dengan mas yudhi

Bahkan saat makan malam tiba, obrolan masih berlanjut sembari makan. Ngobrol sana-sini, ketawa, ngobrol lagi… terus gitu hingga pamit untuk beristirahat 😀

Mas Yudhi berhasil menyihir kami berlima untuk mendengarkan kisahnya saat memulai membuat Spedagi Homestay hingga Pasar Papringan. Saat perjuangannya di Pasar Papringan lokasi lama, hingga di tempat yang hingga sekarang berada. Dan kami menyimak sambil menikmati kelezatan menu makan malam yang dimasak sama kakaknya Mas Yudhi. Jadi, dua-duanya sama nikmatnya. Serius!!

Hati-hati lihat foto ini, nanti jadi kehipnotis 😀 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan tahu tidak?
Besoknya, sekembalinya kami sarapan dari Pasar Papringan. Yang kami lakukan hanyalan duduk santuuuyyy di homestay. Padahal ada itinerary buat ke Embung Kledung, kulineran di RM. Bu Carik Parakan, dan menikmati kopi di Wapitt. Weeesssss… ambyaarrrr semua jadwalnya wkwkwk…

Tapi memang nih, Spedagi Homestay membius sekali. Bikin saya dan teman-teman males beranjak. Semalam rasanya kurang… bahkan Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint  malah melanjutkan tidur siang (hingga sore). Saya dan Bimo mencoba cari kopi pesenan temen, dan kecewa karena beberapa tempat yang kami datangi ternyata tutup.

Selepas ashar, saya mengingatkan lainnya untuk bersiap. Karena harus mengantarkan Dita dan Dini ke Stasiun Weleri, sedangkan saya, Mba Ika, dan Bimo lanjut perjalanan lewat pantura untuk kembali ke Purwokerto.

Thanks buat mas Yudhi dan Mba Meida yang sudah mau menyambut kami dengan ramah, dan membiarkan kami menambah waktu di hari Minggu. Makasih juga untuk jamuan makan malamnya yang lezat… Dan tentu Bimo yang sudah mau diculik ke sini 😀

Spedagi Homestay (Omah Yudhi)
Krajan, Kandangan, Temanggung Regency, Central Java 56281
WA : 085 328 934 781
IG : @spedagihomestay

 

 

Flat White Coffee Semarang

Sebelum pulang ke Purwokerto, saya menyempatkan mampir ke Flat White Coffee. Salah satu coffeeshop di Semarang yang buka sejak Januari 2019. Dengan diantar Abang Gojek mengikuti maps yang ternyata sampai lokasi cafenya tidak ada :D. Setelah tanya salah satu satpam yang ada di sekitar, ditunjukan lokasinya… *untung bapak satpamnya gaul…

Ngomong – ngomong, kalau buka google maps memang alamatnya Jalan Ade Irma Suryani 21-23, Semarang. Tapi kalau mengikuti jalan, itu masuknya Jalan Taman Beringin bersebelahan dengan Reborn Message & Reflexology. Jadi kalau yang mau ke sini, trus bingung tidak menemukan tempatnya, cari saja Reborn Refleksi atau Taman Beringin.

Flat White Coffee :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sudah ketebak dong, di dalam tentunya dominasi warna putih. Ada beberapa tempat pilihan, area smoking dan no smoking. Tenang, yang merokok ndak bakalan kepanasan karena tetap ada ACnya kok. Nah, pas sampai sana tempatnya lumayan sepi hanya ada beberapa pengunjung saja. Enaknya lagi, meski baru di tempat ini pembayaran bisa cash atau debit. Haha nyaris saja kebingungan karena saya lupa ndak ambil uang dulu.

Bagi yang tidak menyukai kopi, di tempat ini ada kok menu selain kopi, seperti ; teh, jus, blend, dan soda. Untuk makanannya, tidak hanya menyediakan snack tetapi ada beberapa menu berat termasuk menu dessert. Terus harganya sedikit tidak menyangka, karena masih terjangkau. Untuk minuman harga berkisar IDR 14.000 – 33.000, sedangkan makanan antara IDR 18.000 – 33.000.

Saya akhirnya memesan FW Street Coffee, Flat White Coffee, dan Flat White Potato Chips. Mau pesan banyak bingung gimana habisinnya (-__-,). Untuk Street Coffeenya ‘b’ saja sih, kalau Flat White Coffeenya lumayan (aku suka), dan Potato Chipsnya ugh… cocok bangetlah buat teman menulis.

Saya pun mencoba wifi ternyata lumayan kenceng. Di Flat White Coffee tidak terlalu banyak orang, jadi cocok nih buat yang nyari tempat buat garap tugas ataupun kerjaan. Karena memang sedari awal niatan buat kelarin kerjaan, jadi saya tidak terlalu banyak ambil foto. Sebenarnya sayang sih, karena tempatnya oke juga buat ‘jeprat-jepret’ *alesan aja karena tidak ada modelnya… 😀

Mungkin kapan – kapan saya ajak teman ngopi, biar bisa saya foto…. Ada yang mau 😛 ???

 

Flat White Coffee
Jl. Ade Irma Suryani 21-23, Semarang.
Telp (024) 86400240 / 0897 139 0006
IG : @flatwhite_smg 

Pengalaman Menginap Di Junior Suite Room Grand Candi Semarang

Tahun ini saat bulan puasa sengaja staycation ke Hotel Grand Candi Semarang, salah satu hotel bintang lima di Semarang yang bikin saya takjub. Dan ini kali kedua lho menginap di sini. Grand Candi Semarang merupakan satu-satunya hotel di Semarang yang memiliki lobi dengan galeri seni.

lobi hotel grand candi semarang

Bagi pecinta seni, ruang lobi hotel ini pasti jadi salah satu sudut favorit. Karena ada beberapa karya yang dipajang, selain itu lounge yang ada di sebrang lobi juga sangat nyaman buat sekedar ngopi dan mengobrol.

Saat hendak check in pun tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kamar. Kali ini saya memilih Junior Suite Room-nya Grand Candi Semarang di lantai tiga. Kamarnya luas, dengan dominan warna orange dan abu-abu. Selain meja kerja, terdapat sofa, televisi yang bisa diputar 360º, serta kamar mandinya yang lengkap dengan bath tube.

junior suit room - hotel grand candi semarang

hotel grand candi semarang

grand candi semarang - fasilitas

Spesial Ramadan Bukber Bukan Wacana
Selama bulan ramadan, Hotel Grand Candi Semarang mengeluarkan paket Buffet All U Can Eat untuk buka puasa. Hanya dengan Rp 130.000/pax sudah bisa menikmati semua menu yang disediakan sepuasnya.

buffet AUCE ramadan

Saya tak mau ketinggalan buat mencoba menu buffetnya. Aneka menu yang tersedia seperti kurma, takjil, pasta, dimsum, pangsit, snack, pasta, salad, buah, cake, bubur, soto, ikan, pasta, hingga ayam panggang.  Over all, menu yang kemarin saya coba semuanya nikmat. Bahkan perut sampai begah karena tak mau berhenti makan hehe… Puaassss pokoknya 😀

Untuk sahur, saya lebih memilih makan sedikit karena rasanya efek kebanyakan makan semalam jadi masih kenyang 😀 

Me time saya berlanjut dengan menikmati berendam di bath tube sebelum check out. Kalau tidak ingat besok ada pekerjaan, rasanya ingin memperpanjang staycation saja… So far, meski hotel Grand Candi ini bangunannya terbilang standar dan nampak tua, tapi pelayanan staf dan kenyamanannya buat saya memuaskan.

Hotel ini cocok buat pilihan keluarga juga, fasilitas lainnya yang bisa ditemui seperti fitness centre, pool, power swing, jogging track, spa, meetings room, ballroom dan restaurant. Total ada 198 kamar dengan beberapa pilihan deluxe room, grand deluxe room, junior suite room, executive suite, royal suite, dan presidential suite. Untuk mengetahui harga atau tarifnya bisa cek langsung di web Grand Candi Hotel atau aplikasi lainnya seperti Booking.com atau Traveloka.

 

Hotel Grand Candi Semarang
Alamat : Jl. Sisingamanganraja No.16, Semarang
Telp : (024) 8416222
Email : reservation@grandcandihotel.com
Web : http://www.grandcandihotel.com
IG : @grandcandismg

Mantapnya Martabak 88 Premium Di Jalan Depok Semarang

Kalian suka martabak??
Tim martabak asin atau martabak manis nih? Kalau saya mah dua-duanya doyan hehe…
Semarang memang banyak pilihan kalau mau beli martabak, tapi cobain deh Martabak 88 Premium. Tempat ini terbilang baru di Semarang, lokasinya tidak jauh dari Paragon Mall.

Sore hari, selepas ngantar barang milik teman, saya mengajak Amga buat nyobain Martabak 88 Premium. Nah yang saya tahu, martabak ini sudah ada di Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, dan Semarang. Jadi pas tahu buka cabang di Semarang langsung dah auto senang.

Martabak 88 Premium berada di Jalan Depok 39A Semarang, Telp (WA) 082167988788. Kalau dari arah utara, posisinya di kanan jalan setelah Toko Sinar Indah. Varian martabak manis dan asinnya buanyaaakkkk… sampai bingung pilih mana, akhirnya setelah diskusi sama Amga, kami pilih tiga dulu deh. Takut perutnya ndak muat hehe 😀

menu martabak asin - martabak 88 premium

menu martabak manis - martabak 88 premium

Kami mencoba martabak asin ; daging sapi spesial, martabak manisnya ; red velvet dan coklat keju. Soal rasa, Martabak 88 Premium ini boleh deh dicobak… enak!! Selain Amga, ada Kak Je juga yang nyobain, dan mereka pun sama-sama suka….

martabak enak di semarang

martabak red velvet semarang

martabak enak semarang

Lihatin penampakan martabaknya saja sudah bikin ngiler. Martabak sapi spesialnya isian dagingnya banyak, red velvetnya apalagi bikin lumer-lumer indra perasa deh, dan coklat kejunya pun ndak mau kalah bikin kalap lidah 😀 😀 😀 Dan itu baru tiga macam yang dicobain, duh gimana yang lain ya… Dan

Biar ndak penasaran, kuy meluncur ke Jalan Depok langsung saja atau bisa juga dipesan via aplikasi GoFood. Kalian juga bisa kepoin IG @martabak88premiumsemarang

Mencoba Rute Baru Kampung Kali Bersukaria Walking Tour Semarang

Soal jalan-jalan, saya termasuk orang yang mudah goyah *halah, apalagi kalau pas waktunya ‘jodoh’. Sabtu malam sebelum tidur saya mencoba mengisi link yang dikasih teman saya Arimbi untuk ikut acara Bersukaria Walking Tour yang hendak memperkenalkan rute baru : Kampung Kali.

Semua peserta berkumpul di depan SMC RS Telogorejo, saya ikut tim pertama yang berangkat yang dipimpin oleh story teller Pratiwi Saraswati (Tiwi). Oh iya, sebenarnya sudah disaranin untuk membawa topi atau payung. Berhubung tidak punya, saya nekad pakai jaket hoodies yang warna hitam. Hahaha, iya… saya sudah membayangkan panasnya Semarang ditambah jaket hitam. Semacam kombinasi pas untuk sauna!

bersukariawalk - kak tiwi

Lang Tjhwan Hoa Ie Wan (SMC RS Telogorejo)
Dulunya merupakan poliklinik Tionghoa bernama Poliklinik Gang Gambiran yang berdiri pada 1 Desember 1925. Pada tanggal 16 November 1928 berubah menjadi Poliklinik Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan. Kata Ie Wan berarti RS, sedangkan Lang Tjhwan dapat diartikan Semarang, sehingga Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan dapat diartikan sebagai RS Tiong Hoa di Semarang. Dan pada tahun 1951 oleh Yayasan Kesehatan Telogorejo secara resmi dirubah menjadi RS Telogorejo.

Saya baru satu kali ke dalam SMC RS Telogorejo, waktu itu menemani teman yang hendak periksa di poli. Sempat muter-muter cari parkiran. Dan di dalamnya memang mewah sih, tidak banyak antrian juga. Bahkan kalau lapar di bawah ada beberapa resto, food court, bahkan transmart.

Depan SMC ada sungai (kali) kecil, kami diajak menyusuri kali hingga sampai ke sebuah sekolahan… masih mendengarkan Kak Tiwi bercerita tentang kali. Kampung Kali yang kami telusuri ada patahan kali, yang dulunya tersambung atas – bawah, bagian atas untuk irigasi sedangkan yang bawah untuk saluran pembuangan.

Be Biau Tjoan (SMP 3 Semarang)
Sebelum tahun 1950 bernama Be Biau Tjoan yang setara dengan HCS (Hollands Chineese School). Baru setelah tahun 1950 berubah menjadi SMP 3. Dahulunya masyarakat setempat menyebut sekolah ini dengan sebutan ‘Gupon Doro’ yang artinya kandang dara (rumah burung merpati).

Trotoar di sebrang SMP 3 untungnya sangat rindang karena banyak pohon. Saking riangnya peserta diajak nyanyi bareng lagu Bersukaria karya Soekarno *suara sumbang saya, untungnya ketutup sama suara lainnya ehe…

Jamu Jago
Tahu dong salah satu jamu yang tderkena dan tertua di Indonesia, iyes… salah satunya Jamu Jago. Didirikan pada tahun 1918 oleh Phoa Tjong Kwan (T.K Suprana) dan istrinya Tjia Kiat Nio atau dulunya sering dipanggil Mak Jago. Makanya jamunya pun dilabeli Jamu Jago.

Generasi kedua membawa kejayaan Jamu Jago waktu dipimpin oleh Panji Suprana. Sekarang Jamu Jago sudah sampai generasi keempat.

bersukariawalk semarang

Pabrik Rokok Tjap Oepet Tambang
Pemiliknya bernama Ong Tjwie Tien, pabrik ini memproduksi rokok Tjap Pompa dan Tjap Oepet Tambang. Pabrik rokok ini memasok tembakau dari Temanggung. Namun, pabrik ini sayangnya harus tutup karena pemiliknya mencoba bermain saham di Wall Street dan menyebabkan bangkrut.

Sekolah Mataram
Satu-satunya sekolah di Jalan Mataram yang menyandang nama Mataram. Sebelum menjadi sekolah, dulunya tempat ini merupakan sebuah hotel atau penginapan.

Gedung Sarikat Islam
Lokasinya berada di kompleks rumah penduduk, jadi mungkin banyak orang yang tahu apalagi kondisinya sekarang sudah direnovasi. Gedung ini dahulunya digunakan sebagai markas Sarikat Islam (SI), dan pembangunan tempat ini merupakan hasil ‘saweran’ dari masyarakat sekitar. Kemudian digunakan menjadi markas pergerakan kemerdekaan Indonesia di Semarang. Sempat menjadi dapur umum juga waktu masa pertempuran lima hari.

Rumah Kantong
Rumah kuno dengan posisi ‘ngantong’ atau di ujung jalan, biasanya ada di kampung-kampung tua. Rumah kantong biasanya dimiliki oleh saudagar kaya dan tuan tanah di kawasan tersebut.

Siapa menyangka, kalau mau ‘blusukan’ ternyata masih ada Rumah Kantong di Semarang!

Ruko Bekas Undip
Salah satu ruko di kawasan Semarang ini memiliki sejarah panjang. Awalnya merupakan gedung bioskop Gelora (1930), kemudian dipinjamkan pada Universitas Semarang (cikal bakal Undip) pada tahun 1957. Sebelum menjadi universitas negeri ternyata Undip dulunya merupakan universitas swasta, dan baru pada tahun 1960an berubah menjadi negeri.

Pabrik Rokok Beras Tuton
Ada satu pabrik rokok lagi yang kami singgahi. Pabrik ini satu masa dengan rokok Tjap Oepet Tambang dan Prahu Lajar, sekitar tahun 1900an. Waktu itu industri rokok memang sedang gencar-gencarnya di Semarang.

Sampai saat ini, pabrik ini masih diproduksi, namum lokasinya pindha ke Kaligawe. Tuton berasal dari kata ‘nutu’ yang artinya menumbuk padi. Diberikan merk seperti itu karena pangsa pasar mereka adalah masyarakat pedesaan yang kebanyakan sebagai petani atau berkebun.

bersukaria tour

Prince House Cafe
Konon tempat ini merupakan pionirnya kafe nongkrong di Semarang yang menyajikan menu western food. Sempat pula menjadi tongkrongan gaul beberapa tahun lalu. Sayangnya, pas ke sana tempatnya tutup karena masih pagi.

Sekolah Karangturi
Tahun 1929 dikenal dengan Holland-Chinese School Chung Hwa Hui. Setelah kemerdekaan sempat menjadi Sekolah Negeri Karangturi (1946), lalu pada tahun 1970 pihak yayasan meminta agar menjadi sekolah swasta saja.

Stadion Diponegoro
Waktu sampai tempat ini, ada banyak sekali penjual makanan sampai barang kebutuhan sehari-hari. Dan memang setiap hari Minggu pagi, sekitar Stadion Diponegoro ramai oleh pedagang ‘pasar tumpah’.

Stadion Diponegoro dulunya stadion olahraga terlengkap dengan velodrome atau lintasan sepeda balap (1934). Dibangun oleh swasta sebelum diambil alih oleh militer setelah kemerdekaan.

Ventura Foodcourt
Siapa sangka tempat kuliner ini merupakan bekas kolam renang atau Gementeelijk Zwembad yang dibangun pemerintah. Kolam renang tersebut dibangun dengan standar olimpiade, diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie yang merupakan arsitek Tionghoa terkenal saat itu.

Tempat ini tutup tahun 1999, sempat terbengkalai sebelum akhirnya disulap menjadi foodcourt seperti sekarang ini.

bersukariawalk rute kampung kali

Ventura Foodcourt menjadi tempat terakhir rute Kampung Kali hari itu, dengan total jarak 3 kilometer. Lumayan dong…. tapi seru kok karena jalannya pun santai sambil mendengar penjelasan dari Kak Tiwi.

Buat yang kebetulan sedang di Semarang dan belum ada rencana, tidak ada salahnya kepoin akun IG @bersukariawalk atau langsung ke web bersukariatour.com siapa tahu ada trip menarik yang kalian bisa ikuti.

Penculikan Ke Kedai Kopi Semarang

Membicarakan tentang penculikan memang ngeri-ngeri sedap. Jangan dibayangkan penculikan tersebut berupa mengajak paksa dengan obat bius atau dimasukkan ke karung. Kali ini saya dengan rela mau diculik… Semacam pasrah, atau bahkan kegirangan 😀

Sebutlah Kak Je dan Ngobrolinjejak yang tetiba DM hendak menculik. Penculiknya memang sopan banget, mau nyulik tapi tanya dulu apakah saya bersedia atau enggak haha… Lalu disepakati kalau saya diculik di mall.

Awalnya, saya ngebayangin mau diculik terus diajakin shopping (secara, saya bulan ini kebetulan ultah ya kali mau dikasih kado hahaha). Ternyata Kak Je kemudian DM kalau ada di depan mall, nugguin saya… (-__-,) eh lha berasa pesan ojek online, saya celingak-celinguk dan menemukan sosok penculik yang sedang menunggu di atas motor.

Sepanjang perjalanan saya cuma diajak bicara tentang ; sudah pernah ke daerah ini belum?. Yah, hafal jalanan Semarang saja enggak (v_v’). Rupanya saya diputer-puterin dan berujung ke Jalan Dewi Sartika Raya No. 5, Semarang. Itu lho tempat ngopi yang juga menyediakan peralatan & perlengkapan kebutuhan kopi.

Begitu sampai di KnK Koffee Resources sudah ada Ngobrolinjejak. Tempat ini sudah langsung bikin saya buka tas untuk mengambil kamera dan memulai asik dengan sendirinya, sampai melupakan kehadiran para penculik hahaha… 😀

Meski kecil, tempat ini sangatlah menyenangkan suasananya… Dan saya suka 🙂

teman ngopi

teman ngopi - di semarang

Saya pun pesan Gayo Aceh Wine dengan metode seduhan V.60, coffee latte, plus kentang goreng. Penculikan ini memang menyenangkan, buat kenang-kenangan bahkan saya meminta para penculik jadi model saya. Dan mereka tidak bisa menolak hihi… 😛

knk koffee semarang

knk koffee resources semarang

 

Sedang asik-asik berdialog, muncul Devi yang konon ‘minggat’ dari kantor sebentar. Dari panas terik hingga turun hujan, dari meja satu sampai meja lainnya yang dicoba di KnK Koffee… semuanya berujung sama ; bungah (bahagia). Karena biasa diPHP sama Devi hendak diajak ke sana-sini tapi tidak juga terlaksana, penculikan macam ini bagaikan oase.

teman ngopi di semarang

Kabar baiknya, saya besok mau diculik lagi… entah ke mana, saya sudah membayangkan yang seru-seru lagi :).

Maxx Coffee DP Mall, Baristanya Sampai Hafal Karena…

Cerita kopi kali ini tentang saya dan Maxx Coffee yang ada di DP Mall Semarang….

Coffeeshop ini menjadi tempat ngopi yang mungkin paling sering saya kunjungi jika berkunjung ke Semarang. Entah urusan kerjaan atau sekedar main… Pertama kali diculik sama Devi, dan karena tempat ini dekat dengan tempatnya kerja. Jadi ceritanya waktu itu pas jam dia ada kelas di kampus, saya suruh anteng nungguin sambil minum kopi dan diperbolehkan berpolah sesuka hati… 🙂

maxx coffee dp mall

Saya pun nurut, sambil mengerjakan edit foto dan menulis. Internetnya lancar yang jelas makanya saya suka. Kalau tidak meja panjang di tengah, pasti kursi empuk panjang yang bakalan jadi tempat terfavorit buat duduk. Dan mungkin karena sering ke sini duduk di tempat yang sama pula, salah satu baristanya bahkan sampai hafal nama juga pesenan kopi saya… duh jadi malu :’)

Lama-lama saya akhirnya donlot aplikasi OVO (padahal OVO fisik saya punya tapi tidak bisa dipakai di sini hiks). Tapi lumayanlah…. harga kopi kalau dengan aplikasi bisa lebih murah 😛

maxx coffee semarang

Kalau lagi pengin ada temannya, biasanya saya culik Oshi. Jadi jangan dikira ada temannya trus jadi asyik rumpik… malah justru sibuk dengan laptop dan ngobrol seperlunya 😀 Nah karena Oshi dah jadi karyawan, saya susah buat nyulik kecuali akhir pekan pas dia libur *ngeselin dikit sih sebenernya hehe…

Sepertinya biar tidak kepanjangan ceritanya, sebaiknya saya stop sampai sini saja 😛 takut jadi kangen minum kopi di Maxx, berat soalnya harus naik kereta empat jam lebih hehehe…