Mantapnya Martabak 88 Premium Di Jalan Depok Semarang

Kalian suka martabak??
Tim martabak asin atau martabak manis nih? Kalau saya mah dua-duanya doyan hehe…
Semarang memang banyak pilihan kalau mau beli martabak, tapi cobain deh Martabak 88 Premium. Tempat ini terbilang baru di Semarang, lokasinya tidak jauh dari Paragon Mall.

Sore hari, selepas ngantar barang milik teman, saya mengajak Amga buat nyobain Martabak 88 Premium. Nah yang saya tahu, martabak ini sudah ada di Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, dan Semarang. Jadi pas tahu buka cabang di Semarang langsung dah auto senang.

Martabak 88 Premium berada di Jalan Depok 39A Semarang, Telp (WA) 082167988788. Kalau dari arah utara, posisinya di kanan jalan setelah Toko Sinar Indah. Varian martabak manis dan asinnya buanyaaakkkk… sampai bingung pilih mana, akhirnya setelah diskusi sama Amga, kami pilih tiga dulu deh. Takut perutnya ndak muat hehe 😀

menu martabak asin - martabak 88 premium

menu martabak manis - martabak 88 premium

Kami mencoba martabak asin ; daging sapi spesial, martabak manisnya ; red velvet dan coklat keju. Soal rasa, Martabak 88 Premium ini boleh deh dicobak… enak!! Selain Amga, ada Kak Je juga yang nyobain, dan mereka pun sama-sama suka….

martabak enak di semarang

martabak red velvet semarang

martabak enak semarang

Lihatin penampakan martabaknya saja sudah bikin ngiler. Martabak sapi spesialnya isian dagingnya banyak, red velvetnya apalagi bikin lumer-lumer indra perasa deh, dan coklat kejunya pun ndak mau kalah bikin kalap lidah 😀 😀 😀 Dan itu baru tiga macam yang dicobain, duh gimana yang lain ya… Dan

Biar ndak penasaran, kuy meluncur ke Jalan Depok langsung saja atau bisa juga dipesan via aplikasi GoFood. Kalian juga bisa kepoin IG @martabak88premiumsemarang

Iklan

Cerita Kopi : Aygo Coffee Magelang

Purwokerto masih berkabut saat memulai perjalanan menuju Kota Magelang. Bawaan yang awal mula ringan, pada detik terakhir malah akhirnya banyak yang harus saya bawa karena pekerjaan. Piknik? duh, akhirnya hanya jadi angan-angan…

Sepanjang perjalanan menuju Magelang, serangkaian kilas balik memicu memori di kepala. Kunjungan ke kota ini hampir dua tahun yang lalu, bahkan kenangan tentang itu sebagian sudah hilang… Barangkali yang masih enggan pergi dari ingatan adalah menumpang mobil teman dan menunggu berjam-jam travel jemputan di salah satu cafe di Magelang.

Kali ini beberapa agenda sudah tersusun rapi, terutama mengunjungi beberapa tempat ngopi atau cafe yang ada di sana…

Aygo Coffee menjadi pemberhentian pertama saya, satu alasan tentunya ; tempat ini buka pagi, pas buat saya yang perlu sarapan meski sampai sana sudah masuk waktu ‘brunch’, hanya perlu jalan kaki dari Artos Mall tahu-tahu dah sampai (^_^).

Berada di lantai dua, Aygo Coffee ini nyaris tak terlalu tampak. Bahkan saat bikin instagram story, ada pesan masuk kalau selama bersekolah di Magelang baru tahu kalau ada cafe ini. Lalu merasa kesal saat saya kasih beberapa foto hasil jepretan dari handphone hehehe. Rupanya, saya lebih Magelang dari alumni TN Magelang (^__^’).

Saya memilih ruangan yang ber-AC, mumpung masih terbilang sepi setelah memesan menu saya langsung ambil beberapa foto di sisi dalam dan luar. Tempatnya memang ‘nyenengin’ banget, capek karena perjalanan panjang nyaris tak dirasa. Teman saya, Frisca, datang setelah saya kasih tahu kalau sudah berada di cafe.

Kopinya udah oke, sayang banget begitu menu makanan diantar penyajian saos sambalnya pakai yang kemasan sachetan dan langsung ditaruh di piring 😦 huhuw hilang dah kemolekan steaknya 😀

Sebenarnya kongkow di Aygo Coffee ini menyenangkan, enak buat garap kerjaan atau sekedar ngobrol bareng kawan. Sayang nih, harus melanjutkan tugas negara. Sepertinya kalau ke Magelang, tempat ini bakalan saya datangin lagi sampai puas 🙂

 

Aygo Coffee Magelang
Jl. Jend. Sarwo Edhie Wibowo
IG : @aygo.coffee_n_co

 

 

Serunya Ngopi Bareng KAI #3, Bikin Nagih!

Bahagia….
Mungkin itu ungkapan yang pas mewakili keseruan selama dua hari terlibat di acara Ngopi Bareng KAI #3. Buat saya yang memang penikmat kopi, diajak ikut langsung ya semacam dikasih durian runtuh, udah gitu boleh ngopi sepuasnya lagi :D. Belum apa-apa di grup sudah heboh soal blogger / vlogger bakal ditugasin di mana atau ikut kereta api ke mana. Kebetulan saya mendapat tugas buat ikutan bagi-bagi kopi di KA Purwojaya, kereta api dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Gambir pergi pulang.

Berhubung KA Purwojaya berangkat sore, pagi hingga siang saya puas-puasin ngopi dulu di area Stasiun Purwokerto. Dan khusus Purwokerto, barista yang terlibat tidak hanya dari kota ini lho, ada dari Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, juga dari Bumiayu, total ada 36 barista. Mereka bakal melayani masyarakat dari jam 09.00 hingga 21.00 wib. Tentu saja semuanya GRATIS!!

Berikut daftar barista (kedai kopi) yang ikut terlibat di kegiatan Ngopi Bareng KAI #3 di Stasiun Purwokerto ; Kopi Mak Rom, Kopi Lemah Abang, Kopi Bismo, Lolana, Kolektif, Berkawan, Wiexsoe, Mbah Krajan, Ngene, Momobae, Magenta, Recovery, Kopi Kulon, Leco Bumiayu, Kopisoten.

ngopi bareng kai di stasiun purwokerto

Bekerja sama dengan Komunitas Kopi Nusantara, tahun ini jumlah barista yang terlibat di kegiatan ini ada 200 barista. Wow, banyak banget yaaa…. Barista tersebut ada yang bertugas di stasiun, dan juga di atas KA. Masyarakat dan penumpang KA yang ingin mendapatkan kopi gratis ini cukup menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah terinstall dan terdaftar di ponselnya kepada petugas di area festival di stasiun dan di kereta api.

Sebagai konsumen setia pemakai kereta api, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rupanya hal ini dilakukan karena melihat antusiasme masyarakat terhadap gelaran festival Ngopi Bareng KAI jilid 1 dan 2 di tahun 2018 lalu yang begitu tinggi. Oleh karena itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menggelar acara serupa dengan tagline Ngopi Bareng KAI #3 – Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee.

Acara tersebut diselenggarakan selama dua hari yaitu Senin-Selasa, 11-12 Maret 2019 yang dibuka oleh Direktur Komersial KAI, Dody Budiawan, di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang. Sebagai informasi, pada Ngopi Bareng KAI jilid 2 tahun lalu, KAI mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia dengan predikat sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggaraan Pembagian Kopi Terbanyak di Kereta Api dan Stasiun”.

Pada acara tahun ini, masyarakat dan penumpang kereta api dapat menikmati kopi gratis yang KAI siapkan sebanyak total 50.000 cup di 17 stasiun di 15 kota dan di 36 nama KA. Ketujuh belas stasiun tersebut adalah Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang, Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Jember, Medan, Padang, dan Tanjung Karang.

Oh iya, saat berkesempatan mengikuti KA Purwojaya saya tidak sendirian, ada Mas Arangga dan Mas Setiawan Efendi. Mereka ini barista yang bertugas menyiapkan kopi buat penumpang KA Purwojaya di restorasi. Tidak hanya kondektur dan petugas KA yang senang dengan acara ini, beberapa penumpang yang sempat saya ajak berbincang bahkan sangat senang dan berharap kegiatan ini rutin.

Keseruan ngopi di KA Purwojaya :

ngopi bareng kai - ka purwojaya

Berhubung ini pengalaman saya yang pertama, bisa ikutan terlibat langsung di atas kereta saat acara Ngopi Bareng KAI #3 ini tentunya menjadi hal yang bikin saya ketagihan hehe… Saat gerbong restorasi kosong, saya manfaatin buat baca dan tentunya ditemani dengan kopi buatan barista. Dan tidak terasa 10 jam lebih saya mengikuti jadwal KA Purwojaya, kembali ke Stasiun Purwokerto.

Sampai ketemu di Ngopi Bareng KAI selanjutnya… \(^_^)/

 

 

Mencoba Rute Baru Kampung Kali Bersukaria Walking Tour Semarang

Soal jalan-jalan, saya termasuk orang yang mudah goyah *halah, apalagi kalau pas waktunya ‘jodoh’. Sabtu malam sebelum tidur saya mencoba mengisi link yang dikasih teman saya Arimbi untuk ikut acara Bersukaria Walking Tour yang hendak memperkenalkan rute baru : Kampung Kali.

Semua peserta berkumpul di depan SMC RS Telogorejo, saya ikut tim pertama yang berangkat yang dipimpin oleh story teller Pratiwi Saraswati (Tiwi). Oh iya, sebenarnya sudah disaranin untuk membawa topi atau payung. Berhubung tidak punya, saya nekad pakai jaket hoodies yang warna hitam. Hahaha, iya… saya sudah membayangkan panasnya Semarang ditambah jaket hitam. Semacam kombinasi pas untuk sauna!

bersukariawalk - kak tiwi

Lang Tjhwan Hoa Ie Wan (SMC RS Telogorejo)
Dulunya merupakan poliklinik Tionghoa bernama Poliklinik Gang Gambiran yang berdiri pada 1 Desember 1925. Pada tanggal 16 November 1928 berubah menjadi Poliklinik Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan. Kata Ie Wan berarti RS, sedangkan Lang Tjhwan dapat diartikan Semarang, sehingga Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan dapat diartikan sebagai RS Tiong Hoa di Semarang. Dan pada tahun 1951 oleh Yayasan Kesehatan Telogorejo secara resmi dirubah menjadi RS Telogorejo.

Saya baru satu kali ke dalam SMC RS Telogorejo, waktu itu menemani teman yang hendak periksa di poli. Sempat muter-muter cari parkiran. Dan di dalamnya memang mewah sih, tidak banyak antrian juga. Bahkan kalau lapar di bawah ada beberapa resto, food court, bahkan transmart.

Depan SMC ada sungai (kali) kecil, kami diajak menyusuri kali hingga sampai ke sebuah sekolahan… masih mendengarkan Kak Tiwi bercerita tentang kali. Kampung Kali yang kami telusuri ada patahan kali, yang dulunya tersambung atas – bawah, bagian atas untuk irigasi sedangkan yang bawah untuk saluran pembuangan.

Be Biau Tjoan (SMP 3 Semarang)
Sebelum tahun 1950 bernama Be Biau Tjoan yang setara dengan HCS (Hollands Chineese School). Baru setelah tahun 1950 berubah menjadi SMP 3. Dahulunya masyarakat setempat menyebut sekolah ini dengan sebutan ‘Gupon Doro’ yang artinya kandang dara (rumah burung merpati).

Trotoar di sebrang SMP 3 untungnya sangat rindang karena banyak pohon. Saking riangnya peserta diajak nyanyi bareng lagu Bersukaria karya Soekarno *suara sumbang saya, untungnya ketutup sama suara lainnya ehe…

Jamu Jago
Tahu dong salah satu jamu yang tderkena dan tertua di Indonesia, iyes… salah satunya Jamu Jago. Didirikan pada tahun 1918 oleh Phoa Tjong Kwan (T.K Suprana) dan istrinya Tjia Kiat Nio atau dulunya sering dipanggil Mak Jago. Makanya jamunya pun dilabeli Jamu Jago.

Generasi kedua membawa kejayaan Jamu Jago waktu dipimpin oleh Panji Suprana. Sekarang Jamu Jago sudah sampai generasi keempat.

bersukariawalk semarang

Pabrik Rokok Tjap Oepet Tambang
Pemiliknya bernama Ong Tjwie Tien, pabrik ini memproduksi rokok Tjap Pompa dan Tjap Oepet Tambang. Pabrik rokok ini memasok tembakau dari Temanggung. Namun, pabrik ini sayangnya harus tutup karena pemiliknya mencoba bermain saham di Wall Street dan menyebabkan bangkrut.

Sekolah Mataram
Satu-satunya sekolah di Jalan Mataram yang menyandang nama Mataram. Sebelum menjadi sekolah, dulunya tempat ini merupakan sebuah hotel atau penginapan.

Gedung Sarikat Islam
Lokasinya berada di kompleks rumah penduduk, jadi mungkin banyak orang yang tahu apalagi kondisinya sekarang sudah direnovasi. Gedung ini dahulunya digunakan sebagai markas Sarikat Islam (SI), dan pembangunan tempat ini merupakan hasil ‘saweran’ dari masyarakat sekitar. Kemudian digunakan menjadi markas pergerakan kemerdekaan Indonesia di Semarang. Sempat menjadi dapur umum juga waktu masa pertempuran lima hari.

Rumah Kantong
Rumah kuno dengan posisi ‘ngantong’ atau di ujung jalan, biasanya ada di kampung-kampung tua. Rumah kantong biasanya dimiliki oleh saudagar kaya dan tuan tanah di kawasan tersebut.

Siapa menyangka, kalau mau ‘blusukan’ ternyata masih ada Rumah Kantong di Semarang!

Ruko Bekas Undip
Salah satu ruko di kawasan Semarang ini memiliki sejarah panjang. Awalnya merupakan gedung bioskop Gelora (1930), kemudian dipinjamkan pada Universitas Semarang (cikal bakal Undip) pada tahun 1957. Sebelum menjadi universitas negeri ternyata Undip dulunya merupakan universitas swasta, dan baru pada tahun 1960an berubah menjadi negeri.

Pabrik Rokok Beras Tuton
Ada satu pabrik rokok lagi yang kami singgahi. Pabrik ini satu masa dengan rokok Tjap Oepet Tambang dan Prahu Lajar, sekitar tahun 1900an. Waktu itu industri rokok memang sedang gencar-gencarnya di Semarang.

Sampai saat ini, pabrik ini masih diproduksi, namum lokasinya pindha ke Kaligawe. Tuton berasal dari kata ‘nutu’ yang artinya menumbuk padi. Diberikan merk seperti itu karena pangsa pasar mereka adalah masyarakat pedesaan yang kebanyakan sebagai petani atau berkebun.

bersukaria tour

Prince House Cafe
Konon tempat ini merupakan pionirnya kafe nongkrong di Semarang yang menyajikan menu western food. Sempat pula menjadi tongkrongan gaul beberapa tahun lalu. Sayangnya, pas ke sana tempatnya tutup karena masih pagi.

Sekolah Karangturi
Tahun 1929 dikenal dengan Holland-Chinese School Chung Hwa Hui. Setelah kemerdekaan sempat menjadi Sekolah Negeri Karangturi (1946), lalu pada tahun 1970 pihak yayasan meminta agar menjadi sekolah swasta saja.

Stadion Diponegoro
Waktu sampai tempat ini, ada banyak sekali penjual makanan sampai barang kebutuhan sehari-hari. Dan memang setiap hari Minggu pagi, sekitar Stadion Diponegoro ramai oleh pedagang ‘pasar tumpah’.

Stadion Diponegoro dulunya stadion olahraga terlengkap dengan velodrome atau lintasan sepeda balap (1934). Dibangun oleh swasta sebelum diambil alih oleh militer setelah kemerdekaan.

Ventura Foodcourt
Siapa sangka tempat kuliner ini merupakan bekas kolam renang atau Gementeelijk Zwembad yang dibangun pemerintah. Kolam renang tersebut dibangun dengan standar olimpiade, diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie yang merupakan arsitek Tionghoa terkenal saat itu.

Tempat ini tutup tahun 1999, sempat terbengkalai sebelum akhirnya disulap menjadi foodcourt seperti sekarang ini.

bersukariawalk rute kampung kali

Ventura Foodcourt menjadi tempat terakhir rute Kampung Kali hari itu, dengan total jarak 3 kilometer. Lumayan dong…. tapi seru kok karena jalannya pun santai sambil mendengar penjelasan dari Kak Tiwi.

Buat yang kebetulan sedang di Semarang dan belum ada rencana, tidak ada salahnya kepoin akun IG @bersukariawalk atau langsung ke web bersukariatour.com siapa tahu ada trip menarik yang kalian bisa ikuti.

Meriahnya Festival Imlek 2019 Di Java Heritage Hotel

Purwokerto. Menyambut imlek tahun ini Java Heritage Hotel menyelenggarakan acara khusus, Festival Imlek 2019 yang dimulai sejak tanggal 2 – 5 Februari 2019. Acara tersebut terbuka untuk umum, bahkan pengunjung tidak perlu repot untuk membayar HTM karena gratis.

Selain berbagai lomba, hiburan, rumah hantu, juga ada kuliner yang bisa dinikmati oleh semua pengunjung. Uniknya nih untuk pembayaran stand kuliner menggunakan uang Kepeng, jadi sebelumnya kita harus menukar uang kita dengan uang Kepeng. untuk bisa menikmati kuliner yang ada kita mesti menukarkan dulu nih uang di stand penukaran uang. Uang Kepeng logam bernilai Rp 10.000, sedangkan yang kayu bernilai Rp 5.000.

Banyak kuliner yang bisa dipilih. ada sekitar 25 stand makanan – minuman halal. Untuk makanan dan minuman yang tidak halal ada di depan area parkir Cheers Club.

Selain lomba mewarnai, rumah hantu, berikut hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung di Festival Imlek 2019 : wayang potehie, tongsai, liong, wushu, mentalist show, zoro acrobatic, raminten kabaret show, batik gallery, keroncong mandarin, sand painting, dance, games.

Yang seru lagi, jangan lewatkan hadiah menarik dari Java Heritage Hotel. Saat berkunjung di Festival Imlek 2019 upload foto terbaik kalian. Buat yang beruntung nanti bisa mendapat hadiah lho…. Kepoin saja akun IG @javaheritagehotel

Mengenal Ramonna Artisan Bakery Purwokerto

Dahulu saat masih kecil, ortu saya langganan roti Rammona yang dijual dengan menggunakan sepeda atau mobil pick-up. Siapa sangka, hari ini saya berkesempatan buat ngunjungin langsung pabriknya!! Ajakan dari Mba Anna, owner Rammona Bakery tentunya langsung saya iyain dengan semangat.

Kunjungan Ke Pabrik Rammona Bakery
Pabrik Rammona Bakery yang saya kunjungi ini ada di Jalan Sultan Agung, Teluk (depan RS Dadi Keluarga). Begitu memasuki gerbangnya, aroma adonan roti langsung tercium. Kantornya, yang ada di sisi depan lebih banyak berisi berkas-berkas. Disambut oleh Mba Anna Maria, saya pun langsung diajak berkeliling ke dalam.

img-20190123-wa0005-01

Bagian depan adalah ruang adonan dan meracik roti, lalu area ‘dapur’ yang berisi oven raksasa. Ampun dah baru tahu ada oven segede itu :D, terus bagian belakang sendiri adalah ruang pengepakan. Percaya deh, pas main ke bagian pengepakan ini maunya nyomotin satu-satu. Benar-benar godaan yang susah…

img-20190123-wa0008-01

Sejarah Rammona Bakery
Sambil dijelasin oleh Mba Anna sejarah mengenai Rammona Bakery yang ada di Purwokerto sejak tahun 1983. Pemilik awal Bapak Iyan Subhan Setiono. Oh iya, ternyata awal mula Rammona didirikan di Kota Tasikmalaya sekitar tahun 1845. Dan Mba Anna sekarang merupakan penerus generasi ke-3. Awal pemasaran Rammona hanya menitipkan produknya di toko-toko lalu merambah penjualan lewat sepeda dan mobil kaca. Hingga sekarang memiliki toko dan beberapa toko di luar kota.

Kualitas Bahan Terjamin
Dalam proses membuat roti, Rammona Bakery menggunakan bahan alami. Perpaduan bahan-bahan yang berkualitas dan tepat, menghasilkan roti lebih empuk dan lembut. Rammona Bakery juga tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga lebih aman disantap baik untuk semua kalangan usia. Hal itu sengaja dilakukan demi menjaga rasa.

img-20190123-wa0004-01

Toko yang dibuatpun bisa kita lihat mengusung konsep French Japanese Fusion, sehingga bisa pengunjung yang hendak membeli semakin merasa nyaman saat berbelanja.

Cabang Rammona Bakery
Purwokerto alamat Jl. Komisaris Bambang Suprapto No. 88 (Kombas) Purwokerto. Telepon (0281) 634857.
Cilacap alamat Jl. S. Parman No.33, Cilacap, Sidanegara, Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap. Telepon (0282) 5390682.
Bumiayu alamat Jl Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Telepon 081227865919.

Menikmati brownies buat teman teh saat pagi atau sore juga cocok banget nih….

img_20190111_085940_368

Bisa dibilang Rammona artisan bakery yang ada di Purwokerto ini menjadi salah satu roti legend yang sampai sekarang masih bertahan. Jika sedang berkunjung ke Purwokerto, Cilacap, atau Bumiayu, tidak ada salahnya mencoba bakery satu ini….

Pengalaman Menginap Di Lorong Homestay Yogyakarta

Yogyakarta selalu saja ada yang menarik, salah satunya dengan makin banyaknya penginapan model homestay yang jadi pilihan para pelancong yang berkunjung ke sana. Saya sendiri selalu dibuat heran, di sana pertumbuhan penginapan rumah yang homey sangat pesat tapi juga selalu ramai. Dan Lorong Homestay Yogyakarta menjadi salah satu yang bikin saya tertarik saat teman ngopi merekomendasikan tempat ini.

Alamat Lorong Homestay ini ada di Jl. Nitiprayan, Dusun Jeblok, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Meski nampaknya jauh, sebenarnya tidak juga kok, kalau mau ke Alun-Alun Kidul pun tidak butuh waktu lama dengan menggunakan Gojek atau Grab. Sampai lokasi, sisi depan Lorong Homestay ternyata sebuah galeri, namanya Galeri Lorong.

Saat sampai sana, ada beberapa tamu wisman di galeri. Saya disambut Mas Mukti aka Mas Thole dan langsung diantar ke sisi belakang bagian homestaynya. Sambil dijelasin kalau Lorong Homestay Kasihan terdiri dari dua bangunan. Bangunan pertama (Omah Ngarep) terdapat dua kamar, sedangkan bangunan kedua (Omah Mburi) ada empat kamar. Uniknya tiap kamar dinamai dengan tokoh wayang.

Masing – masing bangunan memiliki dapur mini, dan ruang bersama yang bisa digunakan untuk berdiskusi atau bertukar cerita. Dan setiap kamarnya memiliki kamar mandi dalam lengkap dengan air hangat. Meski tidak ada AC, bangunan homestay ventilasinya dirancang sedemikian rupa sehingga tetap ‘adem’. Apalagi sekitar bangunan banyak sekali pepohonan yang memang menambah makin asri lingkungan homestay.

Saya sih langsung suka dengan penginapan ini, dan rasanya tangan refleks buat jepret sana-sini. Yah daripada gabut menunggu Devi datang dari Semarang.

Oh iya, saya menempati Omah Mburi lantai satu, yang paling saya sukai karena langsung menghadap halaman penuh dengan pohon hahaha… Adem saja lihatnya, selain itu ventilasinya yang tinggi dan banyak, membuat udara yang masuk ke dalam penginapan sangat lancar.

Saat menginap di Lorong Homestay ini tamu boleh pakai peralatan di dapur. Jadi bisa buat menghemat juga kalau harus tinggal lama di Yogyakarta. Selain itu tempatnya sangat nyaman, cocok banget buat liburan berkualitas, atau bekerja yang butuh suasana tenang.

Kalau ada kekurangan, mungkin hanya soal tidak ada sarapan. Soalnya kalau sudah staycation, paginya suka males keluar cuma buat sarapan. Meski ada dapur dan bisa pesan online, tapi tetep saja itu bikin repot. Tapi, kata Mas Thole ke depannya bakal ada kok sarapan di Lorong Homestay. Kabar bagus nih… semoga beneran bisa cepat ada sarapannya.

Bagi saya, menginap di Lorong Homestay itu malah bikin banyak ide menulis mengalir. Saya memang bawa laptop dan selama di sana berhasil membuat dua tulisan hehe lumayaaann… Ruang kamarnya juga meski sederhana, tapi nyaman buat tidur. Bikin males beranjak saat pagi.

Lorong Homestay bisa jadi pilihan menarik buat kalian yang bosan dengan menginap di hotel. Di sini kalian bisa juga sekalian melihat Galeri Lorong, jadwal galeri bisa ditanyakan terlebih dahulu ke admin. Untuk tarif menginap di Lorong Homestay bisa dilihat di Airbnb.co.id atau Booking.com.

 

Lorong Homestay Yogyakarta
Alamat : Jl. Nitiprayan, Dusun Jeblok, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. 
Web : loronghomestay.com
Telp : 081329239869 (Mas Thole)
IG : @loronghomestay