Kedai Gula Jawa Semarang, Alternatif Tempat Makan Saat Kelaparan

Meski ada banyak pilihan tempat makan di Semarang saya sendiri seringkali bingung memutuskan mau mencoba makan di mana. Seperti kemarin siang, habis muter-muter Semarang, akhirnya disaranin sama @Ngobrolinjejak nyobain Kedai Gula Jawa. Dulu pernah sih mau mampir sini, cuma pas tidak dapat parkiran akhirnya pindah tempat tujuan.

Begitu masuk, kesan pertama adalah ini kedai sangat remang huehehehe… Kami berdua langsung naik ke lantai dua, dan memilih tempat duduk sofa. Kursinya empuk, saking empuknya pengin banget bobok siang sekalian :p

kedai gula jawa semarang

kedai gula jawa - lantai dua

kedai gula jawa - area smoking

Untuk menunya saya pilih Mixed Grill, dan Juice Mango, @Ngobrolinjejak memilih menu Cheese Chicken Snitzel dan Ice Tea. Sambil menunggu saya foto nih bagian luar dan dalam yang ada di lantai dua.

Ini nih penampakan menu pilihan kami, demi foto ketje saya menahan bunyi keroncongan perut dan nahan iler dulu nih 😀

kedai gula jawa - menu

Mixed Grill isinya ada ayam, sapi, dan sosis, dan kentang goreng yang lumayan banyak. Dengan harga IDR 38.000 lumayanlah, kenyang dan tidak mengecewakan. Juice Mango-nya aku suka, kental dan manisnya pas. Harganya IDR 17.000…

kedai gula jawa - mixed grill

kedai gula jawa - juice mango

Cheese Chicken Snitzel dan Iced Tea miliknya @Ngobrolinjejak pun saya ikutan icip, kalau kata dia mah itu menu pasti yang selalu dia pesen kalau ke Kedai Gula Jawa. Ibarat kata, sudah terlanjur jatuh cinta sama menu itu hahaha… Tapi beneran enak kok, harganya IDR 30.000, Ice Tea IDR 5.000.

kedai gula jawa - cheese chicken snitzel

Selain menu makanan yang ada di atas, ada juga menu pizza, pasta, toast, salad, snack, dan menu lainnya. Begitu juga minumannya, ada banyak pilihan… Mau coba sih, sayangnya kapasitas perut saya ndak banyak. Next time kali yah kalau pas ke Semarang lagi 🙂

Nah, hari ini Where To Eat lagi bingung nih, mau cobain tempat makan di mana lagi 😀 ada saran kuliner seputar Semarang??

 

Kedai Gula Jawa 
Jl. Singosari Raya 49, Semarang.
Buka : Senin - Minggu, Pukul 07.00 - 23.00 wib
Harga menu : IDR 5.000 - 100.000
Telp : 024 8450554
WA : 087700534848
IG : @kedaigulajawa
Iklan

Menuju Indonesia 2020 Bersama Sembutopia

Sebuah ajakan datang dari Titik Tengah Patnership untuk hadir di acara yang digagas oleh Sembutopia dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Jujur nih, saya baru dengar mengenai Sembutopia. Dan sempat ‘kepoin’ akun instagramnya selama perjalanan di kereta. Kota Semarang rupanya jadi kota ketiga setelah Bandung dan Yogyakarta yang mengundang para blogger. Jadi, saya merasa beruntung sekali bisa ikutan datang…

Sampai di Aston Semarang Hotel & Convention Center  saya pun langsung menuju lantai dua, mengisi daftar hadir sekaligus menyapa teman-teman blogger yang sudah datang terlebih dahulu. Acara sore itu langsung diisi oleh Bapak Kafi Kurnia founder Sembutopia, seorang senior serta pakar di bidang marketing dan bisnis. Selain itu, beliau juga seorang penulis buku, dan owner Peka Consult Inc. Duh, melihat latar belakangnya saja sudah bisa ditebak kalau beliau orang yang sangat hebat dibidangnya ya.

Sembutopia

Buat kalian yang masih belum tahu, Sembutopia merupakan sebuah platform yang berisi tentang kiat-kiat menjaga pola hidup sehat. Adalah Bapak Kafi Kurnia yang memprakarsai platform digital pada November 2017. Pada awal mulanya kehadiran Sembutopia didasari oleh keprihatinan bahwa prestasi Indonesia dalam manajemen kesehatan masih tertinggal sangat jauh. Oleh karenanya, lewat Sembutopia ingin bisa memotivasi dan menginspirasi Indonesia agar bisa bersama-sama menciptakan sebuah lingkungan yang sehat dan dapat membebaskan Indonesia dari penyakit serta konflik.

Bapak Kafi Kurnia menyampaikan materi dengan gayanya yang santai. Awal mulanya saya pikir kok materinya random sekali. Karena lebih banyak berbicara mengenai kuliner Indonesia, dibandingkan soal tembakau. Dan apa kaitannya dengan visi Indonesia 2020. Tapi tentu saja hal itu dilakukan karena beliau ingin mengajak para peserta ikut berfikir dan berpandangan yang lebih jauh mengenai tema yang beliau diskusikan.

kejayaan indonesia-01

Lalu, apa saja warisan nenek moyang itu?

Tentu kita tahu bahwa Indonesia memiliki begitu banyak kekayaan, salah satunya yang  sangat menarik, kemarin beliau menceritakan tentang filosofi ikan asin. Tentu saja kita semua mengenal ikan asin, bahkan bagi saya menu ikan asin salah satu menu favorit. Karena di tangan Ibu saya ikan asin tersebut dapat diolah dengan berbagai macam masakan. Meski masih ada sebagian yang beranggapan bahwa ikan asin hanyalah untuk kalangan ekonomi lemah. Padahal kalau kita tahu sejarahnya, kita perlu berbangga hati.

Kenapa bisa begitu? Konon sejak abad ke 9 dan 10 diberbagai prasasti yang ditemukan diberbagai wilayah Nusantara sudah ditemukan bukti-bukti tentang adanya industri ikan asin. Bukti ini juga didukung dengan bukti-bukti lain tentang industri pembuatan garam. Ikan asin memiliki rasa Umami yaitu rasa ke 5 yang berada di antara manis,asin dan gurih. Sehingga ikan asin menjadi bukti Takdir Kejayaan bangsa kita, betapa Indonesia mempunyai kekayaan kuliner yang sangat luar biasa.

Tak hanya itu saja, rempah-rempah pun menjadi salah satu bukti lain. Pada masa dulu, Indonesia diminati karena sumber rempah-rempah bagi bangsa lain. Dan begitu beraneka ragamnya rempah-rempah yang tersedia di alam Nusantara. Menjadikan bangsa kita ini memiliki predikat negara dengan penghasil rempah terbaik.

sembutopia dan blogger-01

tanya jawab blogger

Kita pun tentunya tahu, bahwa merokok sekarang sudah menjadi kebiasaan jelek yang justru menjadi ‘kebanggaan’ bagi para pelaku. Mereka meski tahu ada larangan, serta tahu efek negatif dari merokok, namun tetap saja melanggar. Sangat disayangkan, tanpa mereka sadari kebiasaan buruk itulah mengarah pada sebuah kemunduran, baik untuk diri sendiri atau lingkungan sekitar.

Agar menjadi generasi maju yang bisa berjaya, seharusnya sedari sekarang menghilangkan kebiasaan buruk dan mengubahkan ke kebiasaan baik. Dan menghilangkan kebiasaan merokok merupakan salah satu contoh kecilnya…

Banyak “jejak kejayaan” mulai dari tradisi, budaya, sejarah dan kearifan lokal. Jejak kejayaan ini sambung menyambung menjadi sebuah mozaik kekayaan dan kemakmuran yang menunggu masa panen. Bapak Kafi Kurnia dalam acara kemarin pun menyerukan bahwa Indonesia di tahun 2030 akan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ke 5 di dunia dengan nilai ekonomi US$ 5.424 triliun.

Beliau percaya mengenai hal tersebut yang diwangsitkan oleh nenek moyang. Dan merupakan sebuah misi yang coba diwariskan pada anak muda saat ini untuk merebut kembali kejayaan tersebut.

Dan Indonesia 2020 adalah sebuah visi yang bertujuan menggelorakan semangat bangsa untuk segera mencapai takdir kejayaan Indonesia, dengan bermodalkan warisan nenek moyang kita dan memberdayakan warisan itu sehingga menjadi prestasi yang membanggakan bagi Bangsa Indonesia.

Sebelum menutup sesi, Bapak Kafi Kurnia juga merumuskan 5 pilar pokok untuk program edukasi dan motivasinya :
1. Hope (harapan)
2. Heal (penyembuhan)
3. Habitat (lingkungann yang sehat)
4. Health (kondisi sehat)
5. Happiness (tingkat kebahagiaan)

indonesia2020

Dan tentunya sebagai generasi muda, kitalah yang memiliki kewajiban untuk memajukan takdir kejayaan yang dulu pernah singgah. Mewujudkan cita-cita nenek moyang untuk Indonesia yang Gemah Ripah Loh Jinawi tata tentrem kerta raharja” agar bisa terlaksana…. 

Nasibnya Olipeoile.com Bagaimana?

Kopi yang diteguk pagi ini jauh lebih pahit. Duduk di pojok salah satu cafe, dan jemari sibuk membalas WA dan DM yang masuk. Sayangnya saya ke sini tidak hanya sekedar untuk menikmati kopi, tapi untuk urusan memotret dan urusan lainnya. Pikiran melayang-layang ke blog pribadi olipeoile.com…

Setelah hampir satu bulan tidak bisa mengakses olipeoile.com, salah satu teman yang sudah berusaha membantu bilang, “Pasrah saja dulu…”.

Jangan tanya sedih ndak, ya tentulah sedih. Mau marah tidak bisa, nangis tidak bisa (maklum bukan orang cengeng), dan satu-satunya hal yang bisa dilakuin cuma diam sambil mijitin pelipis yang rasanya nyut-nyutan. Status WA dan IG story yang menuliskan kabar blog menyebabkan tidak sedikit kawan yang DM atau WA langsung. Dibandingkan dengan pertanyaan ‘kenapa’, sebenarnya saya butuh dukungan atau sekedar ‘puk-puk’ biar tegar hehe…

Akhir bulan November sampai awal bulan Desember berkali-kali sudah mengutarakan untuk mengimpor tulisan di blog tersebut ke sini. Sayangnya hanya sekedar keinginan, terlalu banyak urusan dan belum lagi perjalanan panjang akhirnya menunda semuanya. Dan berakhir dengan terlambat… tetiba dikabari kalau link blog yang saya kasihkan tidak bisa diklik. Sedangkan posisi sudah terlanjur di luar kota, hendak traveling panjang hingga awal Januari.

Teman yang biasa dimintain tolong soal hosting memberi kabar kalau pihak penyedia hosting dihubungi tidak mau memberi respon. Semacam tendangan yang bikin nyeri tapi tak berdarah *halah… tapi serius bikin pusing. Dan beberapa pesan yang masuk sedikit memberi pencerahan, tulisan yang pernah ditulis masih bisa dicopas lewat google archive... fiuh, harus berapa copas tulisan ini ya (-__-,).

Selalu ada hikmahnya disetiap kejadian. Sepertinya hingga akhir bulan ini mesti menyempatkan menengok google archive dan mulai menyimpan tulisan terlebih dahulu. Masih berfikir juga soal kelanjutan olipeoile.com nanti bagaimana…

Huft, ada yang mau kasih puk-puk ??? 😦

Java Heritage Purwokerto, Hotel Terbaik Di Purwokerto

Woohhoooo… salah satu  travelmate where to sleep minggu ini kebetulan berulang tahun dan sedang beruntung nih. Kami mendapat kesempatan untuk menginap di Java Heritage Purwokerto. Awalnya Devi sempat saya kerjain kalau hotel yang hendak di tuju ini adalah hotel melati. Dan pas sudah sampai, satu pukulan mendarat di pundak hehe… Iyes, Hotel Java Heritage itu semacam hotel termegah di Purwokerto. Huehehe… berhasil ‘kan buat ngerjain 😀

Lepas kegiatan di rumah singgah, sore langsung check in dan staff sangat ramah sekali, mengantar kami hingga ke kamar. Wuih begitu masuk langsung takjub sama luasnya kamar, dan interior yang tertata begitu apik dengan tata pencahayaan yang makin nampak makin megah dan berkelas.

Kamar kami berada di lantai dasar, dengan pemandangan dari jendela kamar langsung ke kolam renang… Sore hari saya langsung bergabung dengan teman sosial media di Sadewa Pool Cafe. Dan travelmate saya sukses ketiduran sampai jam tujuh malam hahaha…. Begitu terbangun dan merasa lapar, kami memilih mencari makan sekalian berkeliling Kota Purwokerto.

Pulang makan malam, kembai ke hotel tak lupa mencoba voucher welcome drink yang berlaku hingga pukul 23.00. Kami mencoba kopinya sambil duduk di Srikandi Lounge. Meski memilih kopi, saya mengantuk sekali, dan herannya Devi pun mengantuk. Aih, padahal dia tidur lama sore tadi… (-__-).

Esoknya saya sengaja bangun pagi, memotret area Nakula Pool yang sepi hari itu. Asli dah pengin renang (meski aslinya cuma bisa gaya batu), tapi saya sudah mandi (>_<).

Naik ke lantai lima menuju ruang Ambalika Restaurant & Rooftop. Jadi… saking banyaknya menu pagi ini saya bingung sarapan apa 😀 Andai kapasitas perut saya banyak, pasti saya mau coba semuanya huehehe… Staff dengan ramah akan melayani kita, menawarkan minuman, dll. Duh, mau tuh tiap hari begini 😛

Rasanya puas sekali kali ini, tidur berkualitas, dan sarapan enak. Oh iya lupa memberikan info… Kalau di Java Heritage Hotel itu pilihan kamar ada dua, bisa yang cottage (di luar) atau building (di dalam). Untuk yang cottage ; Deluxe Bungalow IDR 980.000, Deluxe Bungalow New IDR 1.280.000, Deluxe Garden IDR 1.680.000, Deluxe Pool IDR 1.880.000, Suite Pool IDR 2.880.000. Sedangkan yang building ;Deluxe IDR 1.280.000, Premium Deluxe Balcony IDR 1.680.000, Grand Deluxe IDR 1.680.000, Premium Grand Deluxe IDR 1.880.000, Executive Pool IDR 2.880.000, Junior Suite IDR 3.880.000, Executive Suite IDR 5.880.000, President Suite IDR 12.880.000. *harga berubah sewaktu-waktu, terutama saat akhir pekan & liburan.

Kesenangan hari ini mesti berakhir, travelmate saya harus kembali ke asal karena besok adalah hari kerja. Tapi tenang… pasti akan ada cerita kami lagi di where to sleep selanjutnya. Jangan lupa ya follow IG kita @olipe_oile dan @devidhede 🙂

 

Hotel Java Heritage

Jl. Dr. Angka No. 71, Purwokerto Timur

Telp : 0281 634321

Email : info@javaheritagehotel.com

Menjemput September Ceria

September Ceria

Boleh saya bercerita?

Sembari menunggu langit bersahabat, ditemani segelas Americano yang sudah mendingin, dan berusaha menjawab satu per satu pesan.

September tahu – tahu sudah datang dengan beberapa agenda. Oh iya, kemarin lusa tiba – tiba muncul satu pesan chat dari orang yang namanya belum mau disebut hendak main ke Purwokerto selama…. sebosannya dia. Hahaha…

Kabar baiknya, dia mempromosikan dirinya suka memasak, itu kelebihan yang bakal saya manfaatin karena saya tidak bisa dan amat sangat (sekarang malah tidak pernah) jarang masak… 😀 Nanti saya lihat, apakah betulan bisa masak atau cuma kabar hoax *maklum lagi banyak sekali kabar hoax beredar, jadi kalau belum lihat sendiri faktanya saya kok ndak yakin soal jago masak itu 😛

Saya pun berkali – kali diprotesnya karena sudah bahas ini – itu padahal kunjungannya sepertinya masih dalam bentuk wacana… Bukan apa – apa sih, soalnya kalau tidak jelas bisa bingung kalau ada yang mau ajak saya main =)) Hmm, saya pun mengeluarkan trik alias jurus ampuh dengan sebuah foto dan seketika dia bilang langsung pesan tiket kereta jurusan ke Purwokerto hahaha… *ngakak guling – guling

Jejaring laba – laba sudah bergerak, dan sepertinya harus benar – benar disusun biar tidak berantakan nantinya. Semoga semesta mendukung kami untuk menyambut September dengan ceria…

 

 

 

 

 

Let It Go….

Hari ketiga akhirnya pecah juga… barangkali memang semestinya dikeluarkan. Tak peduli pada butiran-butiran air jatuh yang susah payah ditahan, tak peduli pada beberapa pasang mata yang nanar menatap bingung. Kalau boleh memilih, jangan di tempat ini. Tempat yang sama ini pada akhirnya menyisakan sentimentil dan kali ini kelegaan sekaligus.

Nyeri ulu hati makin terasa, sebal dengan diri sendiri mengingat sejak itu hingga malam ini lambung hanya terisi jika bukan roti maka kopi. Makin komplit dengan segala isian kepala…

Sekali lagi, berkeliling jalanan kota (sesuatu yang sialnya menjadi kesukaan yang sama)….

olipeoile blog

Ada banyak hal yang terabaikan hanya karena isi kepala terlalu penuh. Jika pada akhirnya pertanyaan-pertanyaan itu terhenti, bukan karena menyerah. Barangkali memang tidak semua tanya selalu berbuah jawab. Cukuplah dari kejauhan, dan do’a untuk kebaikan semua…

Mahadewi yang sedang dinyanyikan oleh Ryan Tedja dan Piyu malam ini benar-benar jadi lagu kurang ajar yang hakiki, mengiringi perjalanan pulang…

.

.

Terima kasih D 

 

 

Undangan Untuk Bertemu Najwa Shihab & Butet Manurung

Rabu kemarin berasa menjadi hari yang begitu baik, bukan hanya karena mendapat DM salah pencet juga karena dapat undangan lewat surel dari Kompas Gramedia. Ceritanya bertepatan dengan Hari Buku Nasional besok Kompas Gramedia menyelenggarakan Sharing Inspirasi dan Workshop #AkuBaca di Bentara Budaya Jakarta.

Sepertinya saya diundang karena kemarin Taman Baca Kudi sempat menang lomba GRCC 2016, lomba essay tentang taman baca yang diselenggarakan oleh Gramedia. Selepas baca rundown acaranya, tentu saja senang bukan main karena ada Najwa Shihab dan Butet Manurung!! Aaakk… >_<

Jadi, bakal ngapain kalau ketemu mereka dan ada kesempatan untuk ngobrol? Hehe sejujurnya belum kepikiran mau apa, mungkin yang baca blog ini bisa bantu saya nanti harus bagaimana 😀 *masih ada 20 hari buat memikirkan itu, sementara itu saya fokus urus renovasi Taman Baca Kudi dulu yang sekarang sudah mulai…

IMG_20170427_004626

PS : ceritanya makin panjang ya ABJ hmm….