Napak Tilas Candi Gedong Songo Ungaran

candi gedong songo ungaran

Minggu kemarin tepatnya hari jum’at (2 Mei 2014) akhirnya ‘keturutan’ juga ke Candi Gedong Songo Ungaran. Sekian lama bolak-balik melewati Bandungan baru kali ini ke sana hehe jadi semangat luar biasa. Perjalanan kali ini sengaja melewati rute yang lumayan, melewati Singosari – Boja – Sumowono – Bandungan – Desa Candi (Gedong Songo) lalu melanjutkan ke Ungaran – Semarang – Kendal.

Hampir sebagian besar menuju Singosari jalannya rusak, off road banget pokoknya. Belum lagi tikungan dan tanjakannya, mikir dua kali deh kalau lewat jalan ini lagi  😀 . Setelah sampai ke SPBU Bandungan (kalau dari Temanggung atau Sumowono sebelum pasar Bandungan, kalau dari Ungaran / Salatiga atau timur sesudah pasar Bandungan) nanti ada petunjuk besar menuju Candi Gedong Songo. Dari pertigaan tadi hanya butuh sekitar sepuluh sampai lima belas menit sampai ke lokasi wisata. Tiket masuknya IDR 6.000 (weekday), IDR 7.500 (weekend), dan IDR 50.000 (wisman).

Candi Gedong Songo sendiri berada di Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Yaapp… berhubung di Bandungan (lereng Gunung Ungaran) jadi memang adem alias sejuk udaranya. Begitu memasuki tempat wisata saya dikerubung sama jasa transportasi (nah kan, bukan di terminal saja hehe). Iya, di Gedong Songo banyak sekali kuda yang bisa dipakai untuk menuju ke candi-candinya. Kalau hanya ke Candi I cukup membayar IDR 20.000, Candi II IDR 40.000, Candi III IDR 50.000, Candi IV 60.000, sedangkan untuk paket lengkap IDR 70.000 (tarif berbeda untuk wisman). Dan ternyata oh ternyata setelah lihat peta yang ada di papan informasi jarak antara satu candi dengan candi lainnya lumayan jauh, apalagi sampai candi paling ujung (Candi V)  >_<

Tadinya saya berfikir cukup sampai Candi Gedong II saja *wink lalu balik lagi melanjutkan perjalanan ke Semarang. Tapi sepertinya setelah melewati Candi Gedong I dan II yang misterius saya makin penasaran (oh iya, jarak ke-dua candi ini yang terjauh). Setelah Candi Gedong III, sengaja menuruni tangga ke bawah ke lokasi sumber air panas yang tak jauh dari Candi Gedong III. Untuk bisa mandi dan berendam air hangatnya ditarik lagi tiket IDR 5.000.

candi gedong songo - pemandian air panas

Dari lokasi air panas, naik lagi menuju Candi Gedong IV – Candi Gedong V. Semakin naik pemandangan yang disuguhkan memang makin keren, apalagi barisan batu yang ada di lereng gunungnya. Dari atas juga bisa melihat kota Ungaran (sebagian) dan Ambarawa. Meskipun ngos-ngosan akhirnya saya sampai juga di candi yang paling atas \(^_^)/

candi gedong songo - ungaran

Untuk sampai ke parkiran (bawah) lagi saya sengaja menuruni jalur yang berbeda dari jalan setapak sewaktu naik. Baru tahu kalau itu adalah jalur kuda 😀  tapi jalannya lebih singkat dan lebih cepat sampai itu yang penting. Napak tilas ke Candi Gedong Songo ini mengingatkan kepada teman saya yang beragama Hindu, Ni Made Fitria yang berasal dari DenBar *apa kabarnya ya…

Selain sebagai tempat wisata yang oke buat refreshing, Candi Gedong Songo merupakan tempat kita belajar sejarah mengenai peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 Masehi). Hal yang sangat disayangkan adalah banyaknya coretan ulah tangan tak bertanggung jawab yang ada pada batu candinya. Jika bukan kita yang menjaga dan melestarikannya siapa lagi??

coretan candi gedong songo

.

PS : info lengkap mengenai Candi Gedong Songo klik di sini .

Iklan

Villa Umbul Sidomukti Ungaran

villa umbul sidomukti (info tarif terbaru)

Jejak si Olipe

Akhirnya setelah ketunda lumayan lama, dapat juga semangat buat nulis lanjutannya Pondok Kopi Ungaran (yang belum sempet intip bisa klik disini). Oh ya, bagi yang belum tahu… di lokawisata Umbul Sidomukti (USM) selain taman renang alam, tempat outbond, camping ground, pondok wisata juga terdapat pondok kopi dan villa yang lokasinya ±1KM di atas USM.

lokasi villa umbul sidomukti

Villa USM berada di lereng jurang sebelah bawah pondok kopi dengan pemandangan lembah hijau dan ‘bukit bintang’ di malam hari. Sangat cocok untuk keluarga atau bahkan pasangan yang baru menikah 🙂 . Sayangnya villa USM yang dibangun dengan gaya minimalis, unitnya terbatas hanya disediakan lima villa saja.

Villa Umbul Sidomukti

Berapa tarif per malamnya?

Ah ya, jika dihari biasa sekitar 600.000 (villa lama) dan 800.000 (villa baru), sedangkan untuk tahun baru tarifnya 1,2 juta dan 1,6 juta. Bahkan untuk tahun baru besok (31 Desember 2013) sudah full booking 😀

Pengunjung villa akan dimanjakan oleh sejuknya udara pegunungan dan…

Lihat pos aslinya 280 kata lagi

Pos Mawar, Kebun Kopi, Kebun Teh Promasan – Umbul Sidomukti

Camera 360

Udara dingin masih saja menembus jaket meski aku pakai berlapis-lapis. Kabut dan sisa embun pagi membasahi batu, dan ilalang. Di belakang tampak angin berhembus di sela-sela pohon pinus, bunyinya bergemuruh. Lampu kelap-kelip bertebaran di bawah sana. Di depan, hamparan awan terlihat seperti gelombang.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berjalan pelan, hanya ada bunyi-bunyian burung, pepohonan, angin, dan percakapan tak berujung. Mirip perjalanan singkat ini, seharian mencari cerita. 

Serunya Camping di Pos Mawar Umbul Sidomukti

Perjalanan hari minggu kemarin (29 Desember) akhirnya ‘beneran’ menjadi rencana terakhir   🙂  berangkat dari Purwokerto sekitar pukul 05.00 wib. Satu per satu dijemput oleh mas  Reno Haryanto . Total ber-delapan, tiga lainnya berhalangan untuk ikut camping di Pos Mawar Umbul Sidomukti.

Baru saja dimulai petualangannya, tapi belum apa-apa sudah ada kejadian lucu. Ceritanya pas menjemput ke rumah Dyra An-najla’ , ternyata sewaktu ditelepon dari gang rumahnya, dia baru bangun (v__v). Padahal sudah dari jam 03.00 wib berkali-kali dikirimi pesan dan ditelepon.

Lalu kejadian lucu berulang ketika sampai di Wonosobo. Ada kecelakaan yang menyebabkan kemacetan hingga berkilo-kilo meter. Dan salah satu temen mas Reno (sebut saja namanya mas Aan) keluar dari mobil dan segera menyalurkan ‘hasrat’ untuk muntah. Rupanya sedari tadi terlihat sangat ‘kalem’ karena menahan diri. Eh tapi jangan salah mas Aan muntah hanya kalau mobil itu disopirin sama ayahnya hehe… Dan hari itu memang ayahnya mas Aan yang memang menyetir mobil 😀

Setelah mas Aan dengan tingkah lucunya karena nahan mual muntah, giliran ayahnya mas Aan yang menyetir mobil berputar-putar di kota Temanggung karena salah jalan sampai dua kali (-__-). Kejadian tersebut persis setelah sarapan  di RM. Bu Carik – Parakan, Temanggung…. *padahal katanya hafal jalan lho… *eh

Perjalanan dilanjutkan lewat Sumowono lalu Bandungan dan turun ke Ambarawa, berkeliling sebentar ke Museum Kereta Api, Benteng William, dan Rawa Pening kemudian ke Umbul Sidomukti. Sempat terjebak macet di jalan masuk setelah pasar Jimbaran menuju USM. Dan akhirnya karena USM terlalu penuh, kami pun langsung menuju Pondok Kopi USM untuk makan siang sebelum camping di Pos Mawar yang berada di atas cafe.

Mendaftarkan diri untuk camping di basecamp, dan langsung mendirikan dome di area camping. Sudah ada beberapa dome waktu itu yang didirikan dan bertambah lagi ketika hari sudah sore  \(^_^)/ *rameee….

pos mawar ungaran (umbul sidomukti) 2

Rupanya ada perubahan di Pos Mawar, dulu warung yang ada di depan parkiran basecamp pindah ke atas tepat di bawah area camping arah menuju Gunung Ungaran. Area untuk campingnya pun kemarin lagi dibenahi, makin diperluas.

Sore hari mengajak @IdaDwiyulia berjalan ke arah hutan niatnya sih kalau kuat ingin ke kebun kopi yang berjarak tempuh sekitar satu jam, karena tidak kuat akhirnya balik lagi haha… Terus yang paling gokil sewaktu ayahnya mas Aan capek-capek cari kayu dengan kapak pinjeman (dapat dua kresek) dengan santainya mas Reno nyodorin kayu bakar yang dibelinya dari warga setempat (.__.). Ada kayu bakar tak lengkap kalau tidak ada jagung dooong… Akhirnya minta tolong mas Teguh Budi Purwono beli jagung yang waktu itu hendak menyusul ke USM.

Malam hari langitnya bener-bener bersahabat  🙂  bukit bintangnya pun selalu membuat takjub… Obrolan ngalor-ngidul diselingi dengan candaan sambil bakar jagung sampai larut malam. Meski dome yang dibawa bisa muat 12 orang, ternyata para cowok lebih memilih tidur di luar *asiiikk…

Dini hari jam 01.00 wib aku dan Dyra An-najla’ terbangun oleh panggilan perut yang kelaparan. Di luar mas Teguh Budi Purwono dan Mar Wae masih asik di depan api unggun. Akhirnya berempat memutuskan bikin kopi dan mie rebus plus ngobrol sampai jam 02.40 wib. Berdua dengan Dyra akhirnya kembali ke tenda meneruskan mimpi, sedangkan mas  Teguh Budi Purwono memilih begadang sampai pagi *nostalgia dengan kenangan katanya *uhuk

Paginya terbangun kesiangan (sudah jam 06.00) tapi di luar kabut dan mendung menutupi mentari… Meski tidak bisa menikmati sunrise acara pagi itu paling seru. Masak rame-rame buat sarapan pagi (lebih tepatnya yang masak mas Aan semua haha), menunya lebih mirip menu restouran / cafe ketimbang menu anak camping 😀  enak, enak, enak, dan sehattt…

Hmm, jam bergerak dengan cepat… pukul 09.00 wib mulai packing persiapan pulang ke Purwokerto. Mas

*Foto lainnya menyusul… *buru-buru niiih mau pergi lagi 🙂

NB : thanks udah buat camping makin seruuuu buat Dyra An-najla’ , @IdaDwiyulia , Reno Haryanto , Caroline Estrela Woijtyla , Anis Anindya , Teguh Budi Purwono , Mardee Wae , mas Aan dan ayahnya….

Rencana Terakhir (Bukit Bintang Umbul Sidomukti)

Kemarin siang setelah capek keliling Purwokerto akhirnya memutuskan makan siang di Loja De Cafe. Rencana pulang habis makan pun gagal karena sang pemilik cafe mas  Reno Haryanto malah menawarkan kopi. Nyobain membuat espresso sendiri dengan grinder kopi manual dan moca pot. Jadilah obrolan kopi di Loja Decafe bareng Dyra An-najla’ dan pemilik cafe mas  Reno Haryanto berlangsung lama sambil nunggu hujan reda.

kopi loja de cafe purwokerto

Apa hasil ngopi barengnya?

Rencana untuk camping di bukit bintang Umbul Sidomukti – Ungaran (pos mawar Gn. Ungaran) tanggal 29-30 Desember besok. Kenapa tanggal itu? Karena bisanya memang tanggal segitu hehe…. Dan ternyata ada beberapa teman yang minat ikutan juga. Berharap rencana itu bisa terlaksana. Mau aku pamerin Umbul Sidomukti, itu tempat yang bakal bikin mereka ketagihan buat kesana (^__^).

Berangkat pagi dari Purwokerto, menjelajah Ambarawa ke rawa pening, benteng Willem I, dan museum kereta api baru kemudian ke taman renang alam Umbul Sidomukti dan camping di pos mawar… semoga tidak ada perubahan. Maunya sih memasukkan agenda ke kopi klothok yang ada di alun-alun mini Ungaran, sayangnya adanya malam hari  😦

Ayookk barangkali ada yang mau gabung buat ikutan, ketemu disana…  🙂

Villa Umbul Sidomukti Ungaran

Akhirnya setelah ketunda lumayan lama, dapat juga semangat buat nulis lanjutannya Pondok Kopi Ungaran (yang belum sempet intip bisa klik disini). Oh ya, bagi yang belum tahu… di lokawisata Umbul Sidomukti (USM) selain taman renang alam, tempat outbond, camping ground, pondok wisata juga terdapat pondok kopi dan villa yang lokasinya ±1KM di atas USM.

lokasi villa umbul sidomukti

Villa USM berada di lereng jurang sebelah bawah pondok kopi dengan pemandangan lembah hijau dan ‘bukit bintang’ di malam hari. Sangat cocok untuk keluarga atau bahkan pasangan yang baru menikah 🙂 . Sayangnya villa USM yang dibangun dengan gaya minimalis, unitnya terbatas hanya disediakan lima villa saja.

Villa Umbul Sidomukti

Berapa tarif per malamnya?

Ah ya, jika dihari biasa sekitar 600.000 (villa lama) dan 800.000 (villa baru), sedangkan untuk tahun baru tarifnya 1,2 juta dan 1,6 juta. Bahkan untuk tahun baru besok (31 Desember 2013) sudah full booking 😀

Pengunjung villa akan dimanjakan oleh sejuknya udara pegunungan dan panorama alam yang mempesona plus menikmati sunrise dipagi hari. Menggiurkan bukan???

Camera 360

Untuk tanya seputar tarif dan informasi villa USM bisa mengunjungi webnya di umbulsidomukti.com atau kirim email kealamat  umbulsidomukti@gmail.com. Fast response di (024)70128686 / 088802445015 atau twitter

.

#Update tarif villa dan tempat wisata Umbul Sidomukti (per 1 Mei 2014)

  • Villa Cempaka, Dahlia, dan Edelweis : IDR 710.000 / nett (weekday), IDR 950.000 / nett (weekend).
  • Villa  Alamanda dan Bougenville : IDR 590.000 / nett (weekday), IDR 710.000 / nett (weekend).
  • Extra bed : IDR 95.000 / orang (+ breakfast)
  • Sewa untuk tempat gathering : IDR 1.000.000 (belum termasuk tiket masuk, charge listrik, max penggunaan 6 jam)
  • Tiket masuk lokasi pondok kopi : IDR 4.000 (weekday), IDR 5.000 (weekend)
  • Tiket masuk goa : IDR 4.000

.

  • Tiket masuk tempat wisata Umbul Sidomukti : IDR 8.000 (senin – jumat), IDR 10.000 (sabtu-minggu, hari libur).
  • Wahana flying fox lembah : IDR 16.000
  • Wahana marine bridge : IDR 18.000
  • Wahana flying fox terusan : IDR 30.000
  • Wahana flying fox scream : IDR 18. 000
  • Taman berani : IDR 8.000
  • ATV : IDR 20.000 (senin-jumat), IDR 25.000 (sabtu-minggu, hari libur)
  • Sewa tenda dome (kapasitas 3 orang) : IDR 45.000 / orang
  • Camping : IDR 18.000
  • Sleeping bag : IDR 8.000
  • Matras : IDR 5.000

catatan : untuk camping minimal 10 orang, pemesanan minimal H-3, dengan surat organisasi (tanpa surat group tidak bisa camping di Umbul Sidomukti).

.

Penginapan wisata Umbul Sidomukti : 

  • Standard room (4 orang) : IDR 475.000 (weekday), IDR 550.000 (weekend)
  • Deluxe room (4 orang) : IDR 590.000 (weekday), 710.000 (weekend)
  • Family room (8orang) : IDR 1.000.000 (weekday), IDR 1.125.000 (weekend)
  • Extra bed : IDR 95.000 (+ breakfast)

Cimory on the Valley, Restaurant & Milk Factory…

Moooo….. *bukan iklan*

‘Mbolang’ dari Gunung Ungaran dan Umbul Sidomukti pun berakhir di Cimory on the Valley, Restaurant & Milk Factory. Alamat lengkapnya di Jalan Raya Soekarno Hatta KM 30, Bergas, Kabupaten Semarang, telepon 024 6921818. Begitu lihat patung sapi di atas atap sebuah restaurant saja udah kebayang fresh milk dan yoghurt-nya…. *nahan ilerrr

Baru tahu juga ternyata Cimory yang di Ungaran ini adalah cabang ke-3 dari Cisarua Mountain Dairy atau Cimory yang ada di Bogor. Wah, coba bikin cabang ke-4 di Purwokerto yah *ngarep…. Lokasinya sangat mudah dicari, kalau dari arah Ungaran / Semarang, Cimory ada di sebelah kiri jalan (± 400 meter) setelah RS. Ken Saras. Sedangkan kalau dari Yogyakarta / Temanggung, pertigaan terminal Bawen ambil kiri arah ke Semarang (± 4 KM) yang berarti Cimory ada di sebelah kanan jalan. Nanti tengok saja, terus ada sapi ‘bertengger’ di atas hehehe….

Sewaktu kesana kemarin kebetulan dairy shop & snacknya belum buka, jadilah jalan-jalan melihat ‘isinya’. Begitu masuk kita akan disambut oleh sapi imut nan kece ini….

Cimory on the Valley, Ungaran

Fasilitas yang ada di Cimory antara lain : dairy shop & snack, restaurant, mini dairy farm, satwa & ikan arapaima, playground, organic plantation, dan area parkir yang luas. Ada juga paket Cimory Dairy Tour, pengunjung bisa melihat langsung pabrik pengolahan susu, film pendidikan, dan berinteraksi dengan sapi *wink….

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Begitu dairy shopnya buka, langsung deh beli fresh milk & yoghurt, sayang belum bisa nyobain restonya karena masih kepagian plus sudah pesan travel untuk pulang ke Purwokerto 😦 . Menu restonya asli bikin penasaran (cuman sempat liat saja) : Beef Burger Steak Served on Hot Plate With BBQ Sauce/Brown Sauce. Assorted Mini Grilled Sausages Italian, American, Garlic, Cheese, Black Pepper Sausages. Rugby Cheese Sausages Beef & Chicken Meat, Chunky Cheese & Spices. Served on Hot Plate with Mixed Vegetables and German Potatoes/French Fries…. *nahan ilerrr lagi….

Tempatnya yang bernuansa lembah hijau bikin betah berlama-lama sambil ngemil sapi eh ‘nyeruput’ fresh milk…. Pas dan cocok buat acara keluarga, anak kecil (biar suka mimik susu), bisa juga rame-rame bareng temen, atau berdua bareng pasangan 🙂