Sate Dua Saudara Purwokerto, Gule Tulangnya Nikmat! Wajib Dicoba…

Siapa coba yang suka banget nyruput sumsum tulang?

Nah di Purwokerto ada tempat sate langganan yang juga menyediakan menu gule tulangnya nih. Kalau satenya sih tidak usah ditanya, Sate Dua Saudara ini memang sudah terkenal, dan biasa juga untuk langganan mobil plat merah. Karena dagingnya empuk juga enak, selain itu penyajian satenya juga pakai hot plate.

sate dua saudara

Seporsi sate kambing bisa kalian nikmati dengan harga Rp 35.000, sedangkan untuk gule atau gulai tulang (sumsum) per porsi harganya Rp 25.000 saja. Sate Dua Saudara ini sudah ada sejak tahun 1983 lho, dan sampai sekarang rasanya masih sama. Sekarang ini generasi kedua yang mengurus warung satenya.

sate hot plate - sate dua saudara

sate dua saudara purwokerto

gule sumsum tulang

Lokasinya tak jauh dari kota kok, kalau dari alun-alun Purwokerto bisa naik angkutan kota A1/A2 jurusan Karang Lewas. Bilang saja mau ke Sate Dua Saudara pasti tahu. Buat yang tidak suka ribet bisa langsung naik transportasi online. Yang bawa kendaraan sendiri, patokannya dari alun-alun ke barat arah Karang Lewas (barat), setelah SPBU Kalibogor sekita 100m kiri jalan.

sate dua saudara purwokerto - pelanggan

sate dua saudara - pelanggan

Untungnya siang itu pas ke sana masih ada tempat, biasanya kalau sedang ramai terpaksa deh dibungkus daripada menunggu orang yang sedang nyruput sumsum tulang 😀

Selain itu, Sate Dua Saudara juga menerima pesanan untuk acara kantor atau pernikahan, serta kambing untuk aqiqah anak. Jadi nih yang tidak mau repot boleh juga tuh pakai jasa tempat ini. Ngomong-ngomong, tempat ini deket dengan rumah saya… jangan lupa kalau mau ke sini ajak-ajak saya juga boleh 😛

Sate Dua Saudara Purwokerto
Jl. Kom. L. Yos Sudarso 4, Rejasari, Purwokerto Barat
Telp (0281) 630455
Buka : 09.00 - 21.00 wib
Iklan

Menjelajah Palawi Baturraden, Dari Villanya Hingga Tempat Wisatanya

Akhir pekan kemarin saya bersama teman-teman blogger lainnya berkesempatan mengeksplore Baturraden. Sabtu siang berangkat dengan Rizki ke Villa Agathis Baturraden. Rupanya kami adalah blogger pertama yang sampai lokasi penginapan. Tak lama kemudian datang Yugo dan Mba Dian dari Yogyakarta, disusul Ella dan Rois yang dari Banjarnegara.

Villa Agathis Baturraden

Villa ini lokasinya berada di sisi timur, jika masuk pintu gerbang Palawi (bumper) belok kanan ke arah Taman Labirin. Persis di sebelah taman ada Villa Agathis dan Accacia. Saya mendapatkan kamar no.1 bersama Devi blogger dari Semarang. Jumlah kamar total ada 6 kamar lengkap dengan kamar mandi dalam dan TV, satu dapur, serta ruang bersama.

villa agathis baturraden

Pemandangan di sekitar vila memang mbetahi sekali, di kelilingi oleh hutan juga taman, udara yang sejuk, dan bonus view lampu kota saat malam hari.

blogger dolan palawi baturraden

Beningnya Telaga Sunyi Baturraden 

Setelah sholat dhuhur dan makan siang, kami diajak Mba Sista dan Mas Fajar ke Telaga Sunyi, Limpakuwus, Sumbang. Tempat ini merupakan tempat wisata alam yang menyediakan kolam untuk berenang. Tiket masuk ke lokasi ini adalah IDR 13.000 per orang. Kedalaman kolam sekitar 5 meter, dan jangan salah airnya itu lho…. super bening, dingin, dan cocok banget buat yang hobi berenang atau menyelam.

Telaga Sunyi

Keberadaan Telaga Sunyi ini memang menjadi magnet tersendiri bagi yang suka olahraga air seperti free diving. Tak jarang komunitas free diving sering mengagendakan menyelam di sini. Saking jernihnya, kita bahkan bisa melihat bebatuan dan ikan yang ada di telaga. Dan karena airnya merupakan aliran sungai langsung dari mata air lereng Gunung Slamet yang dingin, kebanyakan orang yang berenang sampai kedinginin. Namun begitu, kita bakalan ketagihan untuk mengulang dan mengabadikan…

Di Telaga Sunyi ini banyak bebatuan sepanjang aliran sungai yang bagus juga untuk berfoto. Selain di kelilingi pepohonan tinggi nan rindang, menjadikan lokasi wisata ini sejuk serta sangat menyenangkan untuk yang ingin refreshing.

Sky Bike

Tak jauh dari vila, ada sky bike ; bersepeda di atas tali yang terbuhung dari pohon satu ke pohon lainnya. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 100 meter… Huehehe saya cukup puas memandang Mba Idah, Mba Dian, Mba Wening, Ella, Neli, dan Rizki yang mencoba. Asik melihat wajah mereka yang antara senang tapi takut jatuh, padahal ada pengaman yang enggak bakalan bikin mereka jatuh (-__-,). Tapi lain soal kalau takut ketinggian 😀

sky bike baturraden

Sore hari, selepas puas bermain air dan sky bike, para blogger kembali ke vila untuk beristirahat dan bersiap diri untuk acara ramah tamah dengan pihak Palawi. Menu makan malam disediakan dengan aneka menu masakan ‘desa’, plus mendoan yang khas sini. Tak lupa ikut meramaikan acara malam ada api unggun. Kalau dari teras vila, bonus pemandangan kota Purwokerto… Bener-bener yah, lokasi vila ini sangat cocok buat yang mau berlibur…

makan malam di villa

Paginya, seluruh peserta diajak untuk trekking ke Pancuran Telu dan Pancuran Pitu. Mestinya sih berangkat jam 05.30 tapi sepertinya semuanya bangun kesiangan karena terlalu nyaman tidur di vila :D. Alhasil, baru berangkat jam tujuh kurang hahaha…

blogger piknik

Pancuran Telu (Tiga)

Dari vila jalan menyusuri hutan dan sungai, tahu-tahu sudah sampai sisi dalam Wanawisata Baturraden. Pancuran Telu berada di dalam lokawisata Baturraden, tiket masuk IDR 13.000 per orang. Di sini ada kolam untuk berendam air hangat yang mengandung belerang. Disediakan juga kamar mandi untuk berbilas. Saya lupa, kapan terakhir kali ke sini karena sudah sangat lama, yang jelas sekarang ada tempat yang dipakai untuk pijat maupun lulur belerang lebih luas.

Melanjutkan perjalanan melewati hutan menuju Pancuran Tujuh. Salut sekali sama Mba Wening yang baca anaknya, karena trekking lumayan bikin ngos-ngosan tapi tetap semangat. Kami pun sempat berhenti lama di rest area, dan disuguhi es badeg (air nira) segernya seketika menghilangkan capek dan dahaga. Buat yang ingin tahu tentang badeg bisa klik di sini.

Nikmat lagi karena sarapan pagi datang berupa nasi bungkus daun jati. Wah ini mengingatkan saya sama oleh-oleh ortu kalau habis ‘kondangan’ pasti dapat lauk pauk yang dibungkus dengan daun jati. Menu sarapan oseng klika (kulit singkong), oseng kedelai hitam, dan telor balado. Baru kali ini tahu kalau kulit singkong pun bisa dimakan… Makan di tengah hutan pinus yang menjulang ramai-ramai memang nikmatnya dobel.

sarapan enakjpg

Pancuran Pitu (Tujuh)

Kenyang sarapan, sudah ada angkutan yang membawa ke parkiran Pancuran Pitu. Angkutan ini biasanya tersedia di Terminal Baturraden, dengan tarif jauh dekat IDR 10.000. Meski kemarin naik angkutan hanya 300 meteran menuju parkiran, tapi lumayanlah buat mengurangi capek. Untuk masuk ke Pancuran Pitu, dikenai biaya IDR 13.000 per orang. Dari loket kita hanya perlu menurunin tangga, hahaha jadi ngebayangin pulangnya yang mesti naik tangga lagi 😛

pancuran pitu Baturraden

bukit belerang

Selesai mengambil foto, saya mengajak Devi buat pijat belerang. Tarifnya mulai IDR 10.000 untuk pijat kaki, sedangkan yang kompilt IDR 30.000. Kaki yang tadinya pegal habis jalan, jadi enak karena pijatan plus rendaman air belerang. Sayangnya kurang lama (>_<).

pijat belerang

Sambil menunggu yang lain, makan sate ayam… biar cukup tenaga buat balik ke vila huehehehe padahal naik mobil nantinya.

sate

Sampai vila, makan siang sudah tersedia. Nasi ‘bancakan’…. sedaaaapppp….

Taman Labirin

Taman Labirin berada di sebelah vila, dan Palawi mengajak peserta blogger untuk main games ; mengambil bendera di dalam. Seru banget karena harus kompak dalam bermain tim, dan yang jelas tidak boleh tersesat 😀

taman labirin

Keseruan acara blogger hari itu pun berakhir, senangnya diajak Palawi untuk menikmati beberapa objek wisata di Baturraden dan menginap di vilanya.

Blogger Goes To Palawi ini diselenggarakan oleh Palawi Resorsis
Baturraden, dan disponsori oleh Rumah Makan Putri Gunung Baturraden
serta Lili Chicken Baturraden. 

Info Harga Tiket Wisata Di Baturraden

Berikut adalah info mengenai tarif masuk tiket wisata yang dikelola oleh Palawi Resorsis Baturraden :

harga tiket wisata di baturraden

 

The Village Purwokerto, Wisata Baru Yang Wajib Dikunjungi

the village purwokerto

Kalau lihat foto di atas mungkin tidak akan menyangka kalau lokasinya ada di sekitar Purwokerto. Yup!! Tempat wisata baru ini memang sedang sangat populer dibicarain dan banyak terlihat di linimassa Instagram… Tempat wisata yang sengaja dikonsep seperti bangunan rumah bergaya eropa ini menjadi daya tarik karena banyak spot yang instagramable.

Biar ikutan kekinian juga, saya pun memilih ke sana saat baru buka. Rupanya pemikiran saya kalau masih awal bakalan sepi ternyata meleset, karena parkiran motor dan mobil sudah banyak yang terisi 😀

sepeda antik - the village

Cara Menuju Ke The Village

The Village Purwokerto berada di Jalan Raya Baturraden KM 7, Rempoah, Purwokerto. Kalau dari terminal bisa langsung menggunakan angkutan warna hijau jurusan Baturraden, sedangkan kalau dari stasiun bisa ikut angkutan K2 turun di RS Bedah Jatiwinangun lalu jalan kaki 100m sampai perempatan Hotel Aston kemudian dilanjut dengan ikut angkutan warna hijau jurusan Baturraden. Kalau yang tidak mau repot bisa dengan aplikasi Gojek atau Grab.

Lokasi The Village berada di kanan jalan raya, sangat mudah ditemukan jadi tidak usah khawatir kalau nanti kesasar ;).

the village baturraden - purwokerto

Jam Buka & Tiket Masuk The Village

Wisata ini buka Hari Rabu hingga Senin, jadi setiap hari Selasa tutup. Buka mulai pukul 10.00 – 21.00 wib (weekdays) atau pukul 10.00 – 22.00 wib (weekend). Untuk tiket masuk selama masih promo Rp 10.000 (weekdays), Rp 18.000 (weekend). Bagi rombongan akan diberi diskon, minimal jumlah rombongan yaitu 50 orang. Tempat ini juga lho buat prewedding atau pemotretan lainnya, info lebih lanjut langsung menghubungi pihak ke The Village…

fasilitas the village purwokerto

Wahana Di The Village

Kalau kalian termasuk anak jaman now yang suka foto, tempat wisata ini sangat cocok buat kalian. Termasuk untuk keluarga yang punya anak kecil, kenapa? Karena di The Village ada ;

  • Area Bermain Dalam Ruangan (tiket Rp 27.000)
  • Ecoforest Adventure
  • Bird Dome (tiket Rp 10.000)
  • Peternakan Mini
  • Paddle Boat (tiket Rp 10.000)
  • Berkuda (tiket Rp 5000)
  • Lovelock (tiket)
  • Mobil Antik (tiket Rp 10.000)
  • Labirint Shipventure

wahana di the village purwokerto

The Village mencoba memadukan sebagai tempat wisata sekaligus seni, pendidikan, budaya, serta hiburan bagi para pengunjung. Dan kabarnya nanti juga akan ada wahana lain yang akan ditambah… \(^^)/

Oh iya, kalau mau ke The Village tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman dari luar, karena di dalam sudah ada foodcourt jadi tenang saja tidak akan kelaparan apalagi kehausan.

foodcourt dan coffeeshop - the village purwokerto

Satu hal lagi nih, tidak ada salahnya membawa payung atau topi, karena cukup panas di sana. Maklum pohon-pohon ada yang belum rindang karen masih sangat baru. Saya yang sampai lokasi jam 10.20 wib pun sukses mandi keringat hehe… Yang favorit nih di coffeeshop, foodcourt, Queen Bakery, dan Gelato Point, soalnya adem hehe…

Mau foto prewedding atau ingin bertanya seputar The Village Purwokerto? Bisa menghubungi Bu Sumi 081282438100 atau Pak Giat 08112826168.

 

The Village Purwokerto
Jl Raya Baturraden KM 7 Rempoah
Telp (0281) 6512271

 

 

 

BuldaQ Korean BBQ Purwokerto

Demam Korea tidak hanya untuk film atau musiknya, makanannya pun sama. Dan tempat satu ini begitu muncul langsung banyak penggemarnya. Namanya BuldaQ Korean BBQ yang berada di lantai tiga Rita Supermall.

Didesain dengan mural khas Korea ini, pengujung bisa memilih tempat ada yang lesehan dan ada yang meja kursi. Menu-menu yang disediakan pun beraneka ragam, dari yang harga murah hingga mahal (bisa dimakan berkelompok).

geng kuliner ke buldaq bbq

Saya mencoba beberapa menu andalan di BuldaQ nih seperti Ramyeon Beef, Jikkotsal, Woosamgyeob, dan menu baru Chijeu Ribs… Biasa bawa teman alias geng kuliner, karena pasti tidak bakalan seru kalau makan sendirian yakaaannn… 🙂

menu di buldaq bbq

menu baru di buldaq

kuliner ke buldaq bbq purwokerto

buldaq bbq purwokerto

Maunya sih semua menu yang sudah dicoba saya share ke sini, tapi nanti kalian keburu ngiler… #eh. Tapi serius deh ternyata setiap ke sana BuldaQ Korean BBQ ini selalu saja ramai 😦 bahkan pernah menu yang diincer selalu saja sudah kehabisan (-__-,).

kuliner korean food

Buat yang masih bingung cara memasaknya, bisa lho meminta waiter atau waitress buat membantu memasaknya, jadi nanti tinggal hap hap hap saja….

korean food di purwokerto

Nah, kalian sudah cobain belum kuliner ala Korea di BuldaQ Korean BBQ? Ajak teman-teman biar seru yes… Kepoin juga instagramnya @buldaqq.bbq untuk info terbaru, siapa tahu ada promo menarik 😉

 

BuldaQ Korean BBQ
Lantai 1, Rita Supermall
Telp 0281 7773574
Line @buldaq
Web buldaq.com

 

Meotel Purwokerto, Hotel Retro Yang Instagramable

Weekend kemarin where to sleep  tidak hanya bareng travelmate Devi tetapi juga mengajak Frisca dan Kuspriyatna untuk seru-seruan menginap di Hotel Meotel Purwokerto. Hotel ini masih satu manajemen lho dengan DAFAM…

Sabtu pagi Saya dan Devi menjemput mereka berdua di Stasiun Purwokerto, sebelum ke hotel sempat mengajak para travel blogger ini untuk makan siang di salah satu resto Korea, kebayang ‘kan ramainya seperti apa :D. Hmm, mereka tidak mengira kota sekecil ini ada mall (>.<).

Meotel by Dafam

Puas makan siang langsung meluncur ke Hotel Meotel. Sambil menunggu kamar satunya siap, kami memilih motret tempat sekitar lobi yang memang didesain sangat instagramable. Cocok banget untuk anak muda kekinian apalagi yang hobinya foto seperti kami 😛

meotel - instagramable

Saya dan Devi menempati family room, yang saya suka kamar di Meotel semuanya dapat guling hehe. Ini dia penampakannya…

family room - meotel

Ruangannya luas, selain ada sofa panjang, TV besar 42″ LED, ada juga meja untuk belajar atau bekerja, dan kamar mandi yang luas dengan kaca semi transparan :D. Selain family room, ada juga pilihan kamar smart room, executive room, dan junior suite. Meski awalnya baru terasa ada masalah dengan ACnya (bocor), begitu melapor langsung ada teknisi yang memperbaikinya.

Hampir semuanya lelah karena perjalanan dan kurang tidur. Siang itu semuanya sepakat buat tidur dulu sebelum sore mencoba menengok kolam renang juga makan malam.

swimming pool meotel purwokerto

fitness room

Letak kolam renang ada di samping, terpisah dengan hotel, tempat ini juga sekalian untuk fitness yang disediakan bagi yang menginap di hotel. Tempat ini makin malam makin bagus buat difoto ternyata… *tetep ya yang dipikirin soal motret 😀 Kolam renangnya juga boleh untuk umum, hanya dengan Rp 40.000 sudah bebas berenang dan bonus dapat nasi goreng lho…

Malamnya biar makin kompak kami sepakat pakai dress code dadakan warna putih haha… Sebelum menikmati makan malam dan live music foto sepuasnya dulu :D. Khusus Sabtu malam, di Ucafe selalu ada musik biar malamnya makin seru dan asik. Ada Frisca yang sempat ikutan nyanyi, saking terpesona sama suara sampai lupa tidak ada yang fotoin haha… Ucafe juga 24 jam terbuka untuk umum, serunya selalu ada angkringan (sampai malam) dengan harga bersahabat.

live music

travelmate

dinner with travelmate - meotel hotel

Dinner ketje dengan travelmate di Hotel Meotel… beberapa menu sudah dipesan seperti Dori with butter sauce, Sop iga bakar, Hainan chicken rice, Tom yum soup, Steam bun beef black paper, Nasi goreng seafood. Dan hampir keseluruhan kami puas dengan menu yang disediakan oleh hotel. Saking banyaknya sampai kekenyangan 🙂

meotel hotel - dinner

makan malam di meotel

Dan malam itu saya tidur dengan nyenyak, bisa bangun pagi (sepertinya saya bangun paling awal dibandingkan yang lainnya). Akhirnya sambil menunggu yang lain bangun, saya meminta sarapan lebih awal buat dimakan di kamar. Menu sarapannya cukup bervariatif…

breakfast - meotel hotel

menu sarapan

Devi memilih istirahat di kamar karena kurang enak badan, benar-benar dapat tidur berkualitas dia. Sedangkan Frisca dan Kus mencoba fitness juga renang ketika kolam sudah agak sepi pengunjung. Biar apa coba? biar enak kalau mau foto-foto haha…

fitness dulu

Over all, pengalaman akhir pekan where to sleep di Hotel Meotel Purwokerto sangat memuaskan bareng travelmate… Selain staff ramah, makanan tidak mengecewakan, dan saya pun juga bisa tidur dengan nyaman.

travelmate &amp; meotel staff

Nantikan cerita where to sleep selanjutnya… jangan lupa follow IG @olipe_oile dan @devidhede \(^^)/

 

Meotel Purwokerto by DAFAM
Jl. Dr. Soeparno Selatan No.1 Purwokerto
(Timur GOR Satria)
Email : info@meotelpurwokerto.com
Phone : 0281 777 1157
Web : http://dafamhotels.com/hotel-directory/meotel-purwokerto
IG : @meotelpurwokerto

 

Pengukuhan GenPI Banyumasan & Famtrip Blogger Bersama Dinpar Banjarnegara

Generasi Pesona Indonesia atau yang biasa dikenal dengan sebutan GenPI, adalah semacam volunteer yang terdiri dari para blogger, netizen, pemerhati atau pegiat wisata yang memiliki kepedulian terhadap pariwisata. GenPI Karesidenan Banyumasan sendiri terdiri dari empat kabupaten yaitu ; Banajrnegara, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap.

Pengukuhan GenPI Banyumasan akhirnya bisa terlaksana setelah sempat tertunda bulan lalu. Atas dukungan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, kegiatan pengukuhan yang berlangsung dari tanggal 10-12 November 2017 itu dilanjutkan dengan Famtrip ke beberapa wisata di Banjarnegara.

10 November 2017

Rumah tidak seperi biasanya ramai kedatangan teman-teman blogger dari Semarang, Pekalongan, Jakarta, dan Bekasi. Mereka yang sudah datang dan sempat beristirahat dulu di rumah. Melanjutkan penjemputan blogger lainnya dengan minubus di Stasiun Purwokerto.

Tiga hari kedepan kami hendak selain acara Pegukuhan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Banyumasan juga ada famtrip blogger yang disponsori oleh Dinpar Kabupaten Banjarnegara, Hotel Surya Yudha, The Pikas Resort, D’Qiano Hot Spring Water, dll. GenPI Banyumasan meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, dan Kabupaten Cilacap.

hotel surya yudha

Sampai Hotel Surya Yudha Banjarnegara peserta langsung mendapatkan pembagian kamar, dan bersiap untuk rafting di The Pikas Resort & Adventure. Seperti biasanya, karena saya takut air maka saya memilih menunggu saja. Tempat ini memang menjadi salah satu andalan wisata air di Banjarnegara. Rafting Sungai Serayu ini bahkan pernah menjadi lokasi kejuaraan rafting tingkat internasional.

Rafting Serayu (Bannyu Woong Adventure)

Selesai melakukan rafting, peserta kembali ke hotel. Ada waktu hingga pukul 19.00 wib nih sebelum acara pengukuhan. Saya yang kebagian kamar dengan Devi (blogger dan anggota GenPI Kedungsepur) memilih rebahan yang akhirnya karena kecapean sampai tertidur hahaha…

pengukuhan genpi banyumasan

Gerimis bikin Banjarnegara semakin dingin, serius! Belum lagi anginnya yang lumayan kenceng :D. Pengukuhan GenPI yang dihadiri oleh Kepala Dinpar Banjarnegara dan Kepala Dinpar Banyumas, teman-teman GenPI, dan blogger dari beberapa daerah berlangsung lancar. Acara ditutup dengan hiburan dan makan malam. Btw, saya menikmati seklai makan malam yang disediakan. Ayamnya enak, bumbunya meresap sekali. Mba Pungky bahlan mau nambah tapi malu haha…

11 November 2017

hotel surya yudha - sarapan

Paginya selepas sarapan seluruh peserta diajak menuju ke tempat pusatnya industri kerajinan keramik. Salah satu UKM yang kami datangi yaitu Keramik Usaha Karya Klampok. Dulu pas masih kecil sering sekali diajak ibu ke toko ini, tidak menyangka hari ini dikasih kesempatan ketemu dengan pemilik toko bahkan sampai masuk di sisi belakang dan di pabrik pembuatan keramiknya langsung :D.

keramik klampok banjarnegara

Keramik Klampok hingga sekarang masih bertahan, bahkan siapa sangka poci yang selama ini lebih dikenal berasal dari Tegal rupanya pembuatan keramiknya aslinya dari Klampok. Selain memenuhi pasar nasional, keramik Klampok juga banyak di ekspor ke beberapa negara, seperti ; Asia Timur, Eropa, dan Amerika.

Keramik Usaha Karya Klampok Banjarnegara

Beberapa peserta berkesempatan mencoba membuat keramik ketika sampai di pabriknya (lokasi pabrik dan toko terpisah, red). Ternyata membuat keramik itu lama dan sulit, karena saat proses pembuatan, pengeringan, hingga pewarnaan alami itu membutuhkan waktu berhari-hari. Setuju sekali kalau kelompok usaha keramik semacam ini harus didukung oleh pemda biar tidak sampai punah keberadaannya.

Batik Gumelem Banjarnegara

kunjungan ke batik gumelem di SMP

Masih di wilayah barat Banjarnegara, Desa Gumelem, Susukan menjadi lokasi kedua yang dikunjungi. Desa ini merupakan sentral usaha batik khas Banjarnegara. Banyak sekali dijumpai usaha kecil yang membuat batik tulis maupun cap. Peserta diajak ke dua lokasi pembuatan batik. Maunya sih borong sekalian batiknya, sayangnya dompet sedang tipis 😦

Selain Desa Gumelem, peserta juga diajak untuk explore Kampungg Kitiran di Desa Pagak, Kecamatan Purwareja Klampok. Di Desa Pagak sudah menunggu masyarakat lengkap dengan alat musik Gumbeng. Alat musik ini terbuat dari bambu, yang sekarang sangat susah ditemui bahkan tidak banyak orang yang tahu.

Desa wisata Pagak - musik tradisional

Desa Pagak - alat musik bambu

Bahkan Kak Devi (GenPI Kedungsepur) dan Gita (GenPI Pekalongan) sangat tertarik, dan menikmati alunan musik Gumbeng yang mereka coba bersama masyarakat. Dan memang benar sekali, penting sekali untuk mengenalkan musik tradisional ini kepada generasi sekarang, agar Gumbeng makin dikenal dan tetap lestari sampai kapanpun.

Sore hari menjelang pergantian malam, peserta melanjutkan perjalanan ke D’Qiano Hot Spring Waterpark yang berada di Dataran Tinggi Dieng. Di sana, selain ada tempat wisata air dengan kolam air panas alami, juga ada penginapan D’Qiano.

Jangan ditanya seberapa dinginnya kalau sudah berada di sini, yang jelas meski sudah dapat ruang kamar sebagian peserta perempuan lebih memilih bergabung jadi satu… biar anget dooonnnggg… 🙂 Selesai makan, sebagian peserta famtrip memilih berendam, kalau saya seperti biasanya… memilih jadi penonton sebentar dan memilih tidur. Dinginnya ndak nguatin (>_<)

Dqiano hot spring - dieng

D’Qiano terletak di Desa Batur, Dieng – Banjarnegara. Berdekatan dengan Kawah Sileri, dan dari sanalah sumber air panas alami yang digunakan untuk berendam. Ada beberapa kolam, seperti kolam khusus anak kecil airnya hangat, kolam untuk dewasa lumayan panas. Selain itu ada juga kantin yang menyediakan makanan minuman untuk pengunjung. Khusus yang menginap di penginapan, tidak ada batasan jika hendak berendam. Asyiknyaaaaa…..

landscape dieng - bukit skuter

12 November 2017

Minggu pagi selepas subuh, peserta dibangunkan untuk menuju ke Bukit Skuter (Scooter). Bukit ini berada dekat dengan Kota Dieng, dan tidak seperti Sikunir yang sangat ramai, bukit ini sangat sepi padahal pemandangannya pun tak kalah menariknya. Kita bisa menikmati landscape kota Dieng dari atas bukin ini. Kalau dari jalan raya kota Dieng (biasanya lewat BRI), kita cukup berjalan 10-15 menit. Kalau naik motor malah sebenarnya cukup jalan 3 menit untuk sampai bukit.

Beranjak siang, pemandangan dari atas sini sangat sangat mempesona, dari kejauhan Kota Dieng masih berselimut kabut. Dari sini bahkan bisa melihat kompleks Candi Arjuna, museum, kawah, juga Bukit Pangonan… Kali ini saya super kedinginan, ternyata dua jaket tidak cukup membuat saya hangat. Tangan saya bahkan nyaris beku 😦

telaga merdada - kayak

Tak kalah serunya, semua peserta diajak bermain kano di Telaga Merdada, tempat wisata air yang belum lama dibuka. Untuk bisa bermain kano, pengunjung bisa menyewanya Rp 50.000 per kano. Beberapa peserta keasyikan bermain kano bahkan sampai kabut turun… Keseruan belum berakhir, nasi jagung dan lauk sudah disiapkan. Berasa sedap-sedap gimana gitu, makan ramai-ramai…

Sayang banget nih kunjungan ke kompleks candi terkendala hujan, jadi hanya sebentar saja dan melanjutkan ke toko oleh-oleh khas Dieng sebelum mengakhiri famtrip ini. Keseruan funtrip selama tiga hari ini disponsori oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara, Surya Yudha Park, The Pikas Resort & Adventure, Banyuwoong Rafting, D’Qiano Hot Spring Waterpark, GenPI Jateng, dan GenPI Banyumasan.

Hotel Aston Purwokerto, Hotel Tertinggi Di Purwokerto

Sekali-kali memanfaatkan waktu akhir pekan untuk ‘me time’. Dan ingat kalau voucher hotel ada yang belum dipakai. Saya pun menghubungi travelmate Devi buat mencari tanggal yang pas. Awal Desember jadi pilihan kami karena ada tanggal merah. Kali ini where to sleep akan mencoba hotel tertinggi di Purwokerto (saat ini), hotel ini ada duabelas lantai lho…

Saya langsung menghubungi Mba Nely (Hotel Aston Purwokerto) untuk memberitahukan soal rencana tanggal 2 Desember hendak menginap di Aston. Prosesnya sangat mudah, dan dengan cekatan pihak hotel membantu prosesnya.

Kami datang sudah malam karena terlalu asyik kongkow di coffeeshop yang tak jauh dari hotel. Setelah check in, kami dapat kamar di lantai sebelas.  Kebayang tidak pemandangan dari kamar tempat kami menginap? Pemandangan kota dari kamar bikin saya betah duduk di dekat jendela 😀 dan memutuskan tidur karena sudah capek.

Bangun sudah siang, buka jendela lalu nemuin pemandangan yang keren. Gunung Slamet nampak dan hari itu cuaca Purwokerto nampak bersahabat.

Kamar yang kami tempati yaitu Deluxe Room, kamarnya luas, perlengkapan mandi lengkap hanya saja tidak ada hair dryer. Beberapa pilihan kamar di Hotel Aston, diantaranya ; Deluxe Room, Junior Suite, Suite Room, Presidential Suite. Dengan harga (tarif) IDR 1.430.000 – IDR 4.750.000. Harga sewaktu-waktu berubah, terutama weekend atau holidays session.

.

Menu sarapan yang disediakan sangat banyak dan lengkap, ada menu nusantara tentunya. Ngomong-ngomong saya paling suka egg cornernya karena lengkap, meski lumayan harus antri pas memesan.

Sebelum check out, menyempatkan keliling ke area kolam renangnya. Menyesal sekali nih travelmate saya karena kelupaan bawa baju renang jadi hanya bisa duduk di pinggiran saja :p

devacation blog

Meski kurang puas hanya semalam, karena Devi harus kembali ke Semarang tapi setidaknya puas tidur di kamar yang nyaman 😀 jadi tunggu cerita where to sleep selanjutnya ya… Yang tidak mau ketinggalan bisa kepoin IG kita di @olipe_oile dan @devidhede.