Sea Food Bu Lek DI – Patebon, Kendal

Kendal, letaknya yang di pesisir pantura memudahkan bagi penggemar sea food untuk melampiaskan hobi makannya  🙂 . Hampir disetiap warung makan tersedia menu ikan laut, tentunya jika ingin memilih yang lengkap kita harus mencari yang ada ‘cap’ sea foodnya. Tak jauh dari kota Kendal, tepatnya di Jalan Tembus Patebon – Kendal terdapat rumah makan Sea Food Bu Lek DI – telepon (0294) 5790805. Jika dari pusat kota Kendal (alun-alun) ke barat sampai di Akbid UNISKA Kendal pas lampu lalu lintas ambil arah kiri (PURIN), setelah ada jalur lingkar (pertigaan) ambil kanan, sekitar 700 meter kiri jalan. Kalau dari Pekalongan, saat sudah sampai di Akbid UNISKA pas lampu lalu lintas berarti langsung ambil kanan (PURIN), melewati jalur lingkar (pertigaan) ambil kanan lagi.

Sea Food Lek DI tampak dari jalan....

Sea Food Lek DI tampak dari jalan….

Kemarin sebelum melanjutkan perjalanan ke Jepara sempat diajakin saudara mampir ke Sea Food Lek DI ini. Ternyata meski terlihat biasa dari depan, rumah makan ini lumayan ramai. Terutama bagi kalangan dinas atau masyarakat sekitar yang mungkin sudah menjadi langganannya untuk makan bersama-sama atau sekaligus meeting. Ruangan terbagi menjadi tiga, bagian depan berupa lesehan, bagian tengah berupa meja dan kursi, serta bagian belakang yang sering dipakai untuk acara terdiri atas lesehan juga meja dan kursi yang dihubungkan koridor dan taman. Di bagian depan terasa panas, namun untuk bagian tengah dan belakang nampak teduh dan asri karena terdapat banyak tanaman serta kolam. Tersedia juga tempat bermain anak berupa ayunan.

ruangan yang ada di Sea Food Lek DI

ruangan yang ada di Sea Food Lek DI

koridor dan arena main...

koridor dan arena bermain…

Menu yang tersedia ; kepiting, cumi, udang, rajungan, kerang, telur mimi, ikan, cah kangkung, dan cap cay. Untuk yang tidak menyukai sea food tersedia juga ayam dan bebek. Sayangnya harga per porsi tidak dicantumkan ke dalam buku menu jadi tidak bisa saya tulis. Yang pasti kemarin mencoba dua cumi asam manis, dua cah kangkung, satu kakap asam manis, lima es jeruk, satu jus mangga, dan enam nasi total habis IDR 111.000. Dan…untuk rasanya boleh dicoba lagi buat sering-sering kesini alias enak  😀 *hmm, kemarin tidak sempat ambil foto hasil masakannya, HP keburu mati >__<

Dari jalan raya utama jalur pantura pun dekat, atau yang mengambil jalur alternatif via Patebon pasti melewatinya. Bagi penggemar masakan laut yang kebetulan sedang melintas di Kendal tak ada salahnya mencoba enaknya Sea Food Lek DI sambil beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan…

Iklan

Buah Buni

buah buni

Buah buni. Sewaktu masih kanak-kanak, buah ini sering dijadikan rujak memakai bambu berukuran sedang dan batang bambu pohon jambu biji. Jika bambu sudah dibersihkan, masukkan cabai rawit, garam, dan gula jawa. Lalu dikocok dengan batang pohon jambu biji, kalau sudah hancur baru deh wuni dimasukkan sedikit demi sedikit. Kocok lagi dengan batang pohon jambu biji lagi… Dan voilaaa… dijamin deh merem melek pas memakannya heuheu… Kombinasi rasa asam, pedas, manis menyatu di lidah (˘ڡ˘)

Pagi ini, sewaktu jalan-jalan yang tidak disengaja di rumah saudara, tiba-tiba saja pohon buni yang tinggi menjulang dan sedang berbuah lebat itu memaksa saya berhenti. Antara keinginan buat metik atau melewatkan kesempatan begitu saja. Masalahnya cuma satu, itu pohon buni tumbuh di atas makam, dimana di bawahnya terdapat banyak nisan  (╯_╰”)

Akhirnya setelah mencoba bertanya, ada seorang Bapak yang menawarkan dirinya untuk naik ke pohon dan memetik buah buni tersebut. Kata si Bapak, memang kadang ada orang yang memetik buah buni itu dan kalau mau metik tidak perlu ijin. Eh, barangkali perlu ijin sama batu nisan yang ada di bawah pohon itu 😀

Setelah dapat malah bingung mau dibuat rujak atau dimakan begitu saja. Padahal terakhir menikmati buah buni itu sudah belasan tahun yang lalu. Iya…. Gara-gara saudara berseloroh, itu buah kan dikasih pupuk ‘mayat’ makanya tumbuh lebat, yakin mau dimakan?? ƪ(° ̯˚ ʃ)

Plantera Fruit Paradise di Patean, Kendal

Kabun Buah Plantera, Patean - Kendal

Serupa namun tak sama…. Kira-kira seperti itu jika kita berkunjung di kebun buah Ngebruk Plantera di Patean – Kendal, hampir mirip dengan yang ada di taman wisata buah Mekarsari Bogor *semacam versi mininya hehe…. Beralamat di Patean (Kendal) – Jawa Tengah, telepon 024 70894716 atau 081390488716.

Lokasinya sendiri agak ‘tersembunyi’ dan mungkin sedikit susah. Ancer-ancer menuju lokasi :

peta-plantera

  • Dari Semarang : pertigaan Ngaliyan – BSB Mijen – Cangkringan – Boja – Singorojo –  Plantera.
  • Dari Salatiga / Solo : Bawen – Karangjati – Ungaran – Gunungpati –  Cangkringan – Boja – Singorojo – Plantera.
  • Dari Yogyakarta : Magelang – Secang – Ambarawa – Bawen – Karangjati – Ungaran – Gunungpati – Cangkringan – Boja – Singorojo – Plantera.
  • Dari Purwokerto : Banjarnegara – Wonosobo – Parakan (Temanggung) – Ngadirejo – Candiroto – Sukorejo – Patean – Plantera.

Fasilitas dan paket wisata buah yang tersedia antara lain : fruit shop, plantera resto, adventure (outbond), fruit tour (keliling kebun dengan mobil wisata), fruit paradise (wisata petik buah), dan fruit safari (wisata jalan kaki jelajah kebun buah). Bisa juga mengunjungi blognya   , sayangnya blognya ‘kurang terawat’ dalam memberikan info yang up2date 🙂

flying_fog

Buat yang ada rencana kesana, ada baiknya menelepon terlebih dahulu apakah di Plantera sedang musim buah (jika iya, musim buah apa saja), biar tidak kecele seperti kemarin waktu kesana 😦  *buat penyuka durian montong, siap-siaplah kesana bulan Februari besok pas panen (^__^).

plantera kendal

Jika sudah bosan dengan wisata pantai atau gunung, wisata buah sepertinya menjadi hal yang menarik (soalnya bisa makan buah sepuasnya hehe) dan bagi yang kesana bareng dengan keluarga, wisata buah bisa juga sebagai media pengenalan buat anak mengenai buah-buahan.

Pondok Ijo dan Kedai Sarang Walet Weleri

Selasa, 19 November 2013

Jalan-jalan kali ini mencoba kuliner disalah satu tempat makan yang berada di Weleri. Tempat ini terbilang jauh dari pusat kota Kendal, jika terbiasa ke Tirto Arum atau Aldila mungkin bisa mencoba sedikit jalan-jalan ke daerah barat, tepatnya di Jl. Ar Rahman Weleri – Kendal  (sebelum RSI). Adalah Pondok Ijo dan Kedai Sarang Walet, dua tempat ini berada bersebelahan dan entah satu pemilik atau bukan karena tidak sempat menanyakan (kesannya dua tempat yang berbeda kalau di lihat dari luar). Berhubung ingin melepas lelah sambil ‘selonjoran’ saya pun memilih masuk Pondok Ijo. Pas saya masuk ke tempat lesehan Pondok Ijo, maka pengunjung akan diberikan menu makanan dari Pondok Ijo dan menu minumannya dari Kedai Sarang Walet.

Pondok Ijo Weleri

Menu makanan yang disediakan di Pondok Ijo antara lain: gurame goreng, sop gurame, bebek goreng/bakar, ayam goreng/bakar, garang asem, tahu/tempe/terong penyet, ca kangkung/taoge, dll. Sedangkan menu minuman yang ada di Kedai Sarang Walet : kopi walet, teh walet, kopi susu walet, kopi vietnam drip walet, teh/kopi tarik walet, es sarang walet, es coklat walet, es doger, es alpokat, es buah pondok ijo, dll. Selain menu minuman juga tersedia menu makanan ringan dari Kedai Sarang Walet : roti bakar, pisang bakar, kacang bawang, dll.

Kedai Sarang Walet Weleri

Untuk harga makanan dari Pondok Ijo IDR 2.500 – ? (kemarin lupa menulis menu gurame berapa harganya ^^V ), sedangkan Kedai Sarang Walet mematok harga menunya IDR 2.000 – 15.000. Menu yang kami pilih kemarin : ca kangkung udang, sop gurame, dua nasi putih, kopi vietnam drip walet, dan es sarang walet (oh iya lupa, minta es batu dalam gelas tapi diberinya air es yang ditaruh ke gelas *wink). Totalnya habis sekitar IDR 80.000-an.

Pondok Ijo Weleri dan Kedai Sarang Walet

Sedikit gregetan sama pelayannya, soalnya ketika mengeluhkan soal banyaknya lalat dan meminta lilin biar lalatnya hilang, malah cuma diberi jawaban : tidak punya lilin. Bahkan sewaktu saya tanya ‘terus gimana dengan lalatnya?’, si pelayan terkesan cuek dan tidak memberikan solusi sama sekali. Alhasil, makan terganggu karena tangan harus sering mengibas mengusir lalat. Bahkan ada satu lalat yang tidak sengaja kena sendok teman makan saya dan terjatuh di piring makan *sign… *mikir klo protes soal lalat jatuh dipiring apa bakalan dicuekin juga??. Sayang sekali rasanya… Masakannya padahal lumayan memuaskan untuk lidah. Lalu apa lalat-lalat tersebut bisa dijamin tidak habis ‘menclok’ di mana begitu… Daaan teman makan saya pun segera menghentikan makannya (-__-“).

pondok ijo weleri 2

Berhubung penggemar kopi buat saya rasa kopi vietnam drip waletnya kurang ‘nendang’ dan kurang pahit *IMHO… Entah karena ada unsur sarang waletnya, kebanyakan gula, atau karena jenis kopi yang dipakai ya?? Tidak sempat menanyakan ke pemiliknya karena siang itu juga saya harus menemui orang *sudah ada janji*. Tapi semoga manfaat sarang walet yang dicampur ke kopi beneran *bikin awet muda dan bugar hehe… (^_^). Setuju juga sama tujuan Pak Arif Budiman pemilik kedai ini, sebagai pelopor kopi walet yang belum ada di Indonesia, barangkali kopi walet ini makin bisa mendunia…

Dan sekedar saran nih, alangkah bijaksananya kalau pemilik Pondok Kopi memberikan pelayanan maksimal. Saya rasa tidak ada orang yang mau acara makannya terganggu dengan lalat atau batal makan hanya gara-gara lalat ‘bunuh diri’ ke dalam makanan yang masih panas (.__.”)>

Berendam di Plantungan

Plantungan adalah suatu daerah yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kendal (Sukorejo) dan Kabupaten Batang. Di sini ada salah satu sumber air panas yang pengelolaannya dipegang oleh Desa Sangubayu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Hehe… kok bisa ya?? Lokasinya lumayan mudah dijangkau oleh kendaraan baik roda dua ataupun roda empat, berdekatan dengan Lapas Pemuda Plantungan (untuk kasus narkoba?).

air panas plantungan

Setelah sampai lokasi sumber air panas Plantungan, memarkirkan sepeda motor di depan lapas kemudian berjalan memutari lapas dan menyebrang melewati jembatan gantung untuk sampai ke pemandian. Cukup membayar parkir motor IDR 2000 dan retribusi masuk IDR 2000 per orang.

air panas plantungan

Terdapat empat tempat untuk pemandian yang disediakan untuk para pengunjung (laki-laki dan perempuan dipisah). Dua ruang tanpa atap di dalamnya terdapat kolam untuk berendam dan dua ruang dengan atap yang di dalamnya menggunakan pancuran. Di luar terdapat pula kolam untuk merendam kaki 🙂 (cuman sempat mencoba yang ini hehehe).

Di depan tempat berendam atau mandi tersedia ruang ganti dan tempat untuk berteduh (jarang terdapat pohon, jadi lumayan panas kalau sudah siang). Di belakang tempat pemandian ada sungai yang lumayan asik kalau buat main air (mengalir di bawah jembatan gantung yang sempat dilewati sebelum membayar karcis masuk). Hmm, sayangnya tidak ada kamar mandi, mungkin kalau yang ingin buang air kecil bisa langsung pas berendam (??) dan yang ingin bab cukup ke sungai (-__-“).

Tadi juga sempat mampir ke warung yang terdapat di lokasi pemandian. Ada satu makanan yang aneh (menurutku), namanya meniran… Terbungkus daun pisang, di dalamnya ada nasi plus sayuran (dimasak dengan dikukus). Kalau di tempatku, meniran itu tidak ada sayurannya cuman ada santan atau kelapanya…. Setelah dicoba ternyata lumayan enak apalagi nyantapnya pas masih panas… 😀

Andai tempat ini ditata dengan baik dan diberikan fasilitas yang memadai lagi tidak menutup kemungkinan bisa menarik pengunjung lebih banyak untuk datang kesini *imho….

Curug Sewu Kendal

Tinggal di kota Kendal selama tiga tahun (dulu), tapi belum pernah menjelajah semua tempat wisata yang ada di Kendal kecuali ke pantai Sendang Sikucing dan kolam renang Tirto Arum 😐 . Lalu Juni bulan kemarin berkesempatan ke Sukorejo, daerah bagian paling selatan kota Kendal yang berbatasan dengan Temanggung.

Bertiga dengan saudara (termasuk satu anak-anak) akhirnya ke Curug Sewu yang lokasinya tidak jauh dari Sukorejo. Curug Sewu ini berlokasi di Desa Curug Sewu, kecamatan Patean, kabupaten Kendal. Dari rumah naik motor cukup 15 menit sampai ke lokasi wisata. Kalau dari Sukorejo ambil jalan arah ke Temanggung, nanti ada pertigaan dengan petunjuk arah ke Curug Sewu.

Kompleks wisata ini menyediakan lahan parkir yang cukup luas. Untuk masuk ke Curug Sewu kemarin membayar tidak sampai Rp.10.000 (lupa tiket masuknya Rp. 3.500 / Rp. 4.000 per orangnya), jadi hanya dihitung dua orang saja *lumayaaan…. Sedangkan untuk masuk ke arena kolam renang dan kebun binatang akan dikenakan tarif masuk lagi Rp. 5000 / orang.

Bagian depan kompleks Curug Sewu adalah taman, ada vespa ukuran raksasa, dan balai serba guna. Mengikuti setapak dimana terdapat kios-kios penjual jajanan dan makanan untuk para pengunjung. Jika mau ke lokasi Curug Sewu harus turun ke bawah mengikuti sekitar 200an anak tangga yang ada di sisi kiri / depan kios (oh iya, di sekitaran Curug Sewu-nya banyak sekali monyet). Lalu di ujung tebing terdapat gardu pandang dengan dua lantai dan tempat istirahat pengunjung. Dari gardu pandang kita bisa melihat Curug Sewu dari atas dan melihat pemandangan alam yang cukup keren 🙂 . Sedangkan kolam renang dan mini bonbin ada di sebelah kanan / belakang kios.

Di wahana rekreasi ini juga terdapat taman bermain anak yang dilengkapi dengan fasilitas seperti jet coaster dan kereta mini. Sayangnya semuanya rusak karena tidak terawat. Di taman ini sebenarnya asri dan sejuk karena banyak pepohonan yang rindang. Terdapat pula mushola dan MCK (yang tidak terawat dan tidak ada airnya hehe).

Curug Sewu ini merupakan salah satu icon tempat wisata Kendal disamping tempat wisata lainnya seperti ; Pantai Sendang Sikucing, Pemandian Air Panas Gonoharjo, Goa Kiskendo, Pantai Jomblom, Perkebunan Teh Medini, Kolam Renang Tirto Arum, Kampung Jowo Sekatul Limbangan, Agro Wisata Ngebruk Patean, dll.

Sempat searching di wikipedia, ternyata air terjun Curug Sewu ini total ketinggiannya 70 meter yang terdiri dari 3 terjunan, masing-masing memiliki ketinggian 45 meter, 15 meter dan 20 meter. Hmm, pantes saja suara deburan airnya benar-benar ganasss hehe…

Puas menikmati pesona Curug Sewu, taman bermain, dan mini bonbin akhirnya kami bertiga pulang. Bersiap untuk perjalanan ke perkebunan teh Pagilaran yang ada di daerah Batang.

curug sewu kendal

.

note :

  • untuk wisata keluarga yang punya anak kecil cocok atau yang hobi jelajah air terjun 🙂
  • berhubung ga bawa kamera, foto diambil di google 🙂