Trip to Bali – Lombok #2

Kamis, 25 April 2013

Hari ini ada perubahan rencana. Yang tadinya mau ke 3 gili : Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan batal, berubah menjadi jelajar ke Lombok Utara dan pulang via Lombok Timur. Salah duanya karena aku gak suka diving & snorkeling plus waktu yang mepet 😀

Sarapan pagi nyobain menu khas Lombok : namanya nasi balap, agak-agak mirip sama nasi rames yah (??) dan yang jelas menunya pedas semua menurut ukuran lambungku 😦

nasi balap khas lombok

Berangkat dari Mataram pukul 8.30 wita menuju Lombok Utara. Sepanjang jalan itu banyak sekali monyet-monyat (monkey forest), plus jalannya lebih adem. Pukul 9.45 wita sampai di Pantai Sire – Lombok Utara, pantainya cenderung sepi, bagus tapi sedikit kotor di pinggir pantainya dan cuman ada beberapa warung di pinggir pantai, dan yang jelas no parkir (~_^).

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Dari Pantai Sire menuju desa adat Segenter hanya menemui satu tempat SPBU di Kecamatan Kayangan (O_o). Sepanjang jalan kebanyakan terlihat perkebunan jambu mete (jambu monyet). Sayang sekali waktu itu bukan musimnya, udeh niat pengin nyobain jambu mete padahal. Jalanan yang tadinya halus pas memasuki wilayah desa adat Segenter ternyata aspalnya kebanyakan sudah pada mengelupas. Pukul 11.00 wita sampai di desa adat Segenter. Cuman melihat sebentar kondisinya yang ternyata sepi, dan sempet salah ambil jalan setapak waktu keliling desa adat 😀

Perjalanan dilanjutkan ke Rinjani Trek Center di Senaru, ternyata lumayan deket soalnya cuman butuh 15 menit dari desa adat Segenter. Kalau di RTC sini banyak homestay, cuman kurang tahu berapa saja tarif buat nginapnya 🙂  Di RTC hanya melihat sebentar saja, yah kali saja mimpi naik ke puncak Rinjani kesampaian. Aamiin 🙂

Turun ke bawah menuju air terjun Singang Gila (Sendang Gile), tiket masuk per orang hanya dikenakan IDR 5 cukup murah, dan biaya parkir motor IDR 2. Menuju ke air terjun harus turun ke bawah melalui tangga yang lumayan banyak (kurang lebih 500? anak tangga hehe). Air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 31 meter ini terletak di Senaru, masuk kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Air terjunnya jernih dan sejuk membuat orang tergerak untuk mandi dan bermain air di bawahnya (berhubung waktunya terbatas, cukup diganti dengan melihat sepasang bule mandi dengan mesra v__v )

Keindahan dan keasrian di sekitar air terjun Sendang Gile berupa pemandangan alam aneka tanaman dan pohon yang tinggi menjulang membuat makin ‘betah’. Disediakan juga tempat untuk istirahat, wc umum, dan mushola untuk pengunjung. Setelah satu jam berpuas-puas ria akhirnya bersiap untuk kembali ke Mataram memutar via Lombok Timur melewati daerah Sembalun (dataran tinggi, pintu masuk lainnya untuk para pendaki ke Gunung Rinjani).

Oh iya, saat perjalanan pulang kebetulan satu arah melewati Masjid Tua Bayan di Lombok Utara. Masjid Bayan merupakan masjid tertua yang didirikan untuk penyebaran agama Islam di Lombok pada masa itu. Terbuat dari anyaman bambu, masdijnya tidak terlalu tinggi, dan pintu masuknya pun ukurannya kecil sehingga kalau masuk ke dalam pun harus membungkuk atau berjongkok. Menurut cerita hanya laki-laki saja yang diperbolehkan masuk.

Sampai di Sembalun (meskipun cuman lewat hehe)… sedikit mirip dengan kawasan Dieng, daerah dataran tinggi yang menjadi pusat penghasil sayur mayur di Lombok. Di kelilingi oleh perbukitan yang menjulang tinggi. Bikin geleng-geleng kepala saking terpesonanya 🙂 . Di sini juga ada beberapa homestay, sayang kendaraan disini susah. Sepanjang perjalanan ke Mataram cuman ketemu beberapa kendaraan umum saja.

Sampai di Mataram langsung menuju Lombok Exotic cari kaos, lalu mandi dan sholat. Janjian dengan abang Raden, kawan asli Mataram yang rencananya mau ngajakin kuliner khas Lombok. Yuupp, makan ayam taliwang di RM. Taliwang Irama. Terus janjian sama Krishna Vidya Amelia dan Kristy di Mall Mataram.

Balik ke Universitas Mataram sudah ditunggu teman-teman Graha Pala Rinjani. Malam terakhir di Lombok diisi dengan nyanyi bareng, nonton film bareng, trus selonjoran (>__<)  *gilaaa klo diitung-itung Mataram ke Lombok Utara lalu Lombok Timur balik lagi ke Mataram selama 8 jam…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

.

Jumat, 26 April 2013

Dari pelabuhan Lembar – Lombok Barat pukul 8.30 wita sampai pelabuhan Padang Bai – Bali pukul 13.30 wita. Nyaris jadi korban palak sopir angkutan yang mau ke terminal Ubung 😦 . Setelah negosiasi alot disepakati tarifnya IDR 50 yang tadinya memaksa minta IDR 150 (waktu berangkat IDR 40). Entah kenapa sama sopirnya rutenya malah jadi muter-muter Denpasar dan sampai rumah pun sudah pukul 15.30 wita, hikss…

Pelabuhan Lembar

Selepas sholat maghrib, diantar Dexpit menuju Joger yang di jl. Raya Kuta dilanjut ke pusat oleh-oleh Krishna. Sampai rumah sudah pukul 23.00 wita (‘__’)/|

.

Sabtu, 27 April 2013

Jalan-jalan ke Garuda Wisnu Kencana lalu ke Pantai Padang-Padang yang dulu buat syuting film Eat Pray Love dan terakhir melihat pementasan tari kecak di Pura Uluwatu. Waktu menunggu Kristy dan Nadine (temannya teman yang kemarin sempat ketemu di Lombok), kacamataku sempat jadi incaran monyet. Meski sudah diberi jajan dan buah rupanya belum takluk juga, hingga akhirnya minta tolong ke guide lokal untuk merayu si monyet (.__.)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pulang dari Uluwatu terjebak macet, parahnya lagi aku baru sadar kalau belum pesan tiket buat pulang besok. Menghubungi pemesanan tiket ternyata bus sudah penuh 😐

.

Minggu, 28 April 2013

Pagi hari di sms pihak bus kalau ada bukaan baru untuk jurusan Bali – Purwokerto. Akhirnya tidak jadi terdampar di Bali hehe…. Bus berangkat dari terminal Ubung pukul 14.00 wita. Sempat menikmati sunrise di Laut Bali yang lumayan buat ngilangin penat. Berhenti satu kali untuk makan malam di daerah Jawa Timur. Sampai dengan selamat di terminal purwokerto tepat pukul 12.00 wib (Senin).

.

Olipe say thanks to : Dexpit & keluarga, Krishna Vidya Amelia & friends, Dyra yang udah jemput di terminal, abang Raden buat ayam Taliwangnya, bli Bayu, Rey Maulana, Indra ‘Genyol’, Aditya ‘Petruk’, Joe, Run ‘Rukek’, Anet ‘Bulan’, Ana ‘Tabhir’, Ocha ‘Jogang’, Jebo SP, dan Suherman ‘Kendi’.

Trip to Bali – Lombok #1

Ternyata ngumpulin niat buat nulis di blog setelah ngebolang 7 hari ke Bali – Lombok itu susah alias butuh perjuangan (-__-). Selaen karena kecapean, begitu balik suruh jaga ponakan yang ditinggal mba ke Philipina, trus kedatengan saudara dari Kendal, nemuin Dodo buat diskusi naik ke Gunung Prau Dieng sabtu besok dan kemarin kedatengan ponakan dari Bekasi. Hari ini mumpung kondisi rumah bener-bener sepi….. *evilsmile

.

Senin, 22 April 2013

Melihat jam berkali-kali sudah hampir pukul 8.30, sedikit was-was karena Dyra yang semestinya antar ke terminal belum juga bales sms. Benar saja sms dari Dyra ngabarin kalau dia baru saja bangun. Rasanya baru kali ini aku dianter mau pergi jauh sama orang yang belum mandi *pisss Dyr ^^V  Bus Wisata Komodo berangkat pukul 10.00 wib dari terminal Purwokerto. Sebenarnya udah jejingkrakan seandainya penumpangnya sedikit hehe tapi ternyata meleset, bus dengan kapasitas 28 penumpang itu nyaris penuh -__-

Ah ya, berhubung bus ini dari Bali (plat DK) jadi jangan heran kalau ada sesajen yah… 🙂 Biaya ke Bali dengan Wisata Komodo IDR 260 (include makan 2x). Begitu berangkat kalau dari Purwokerto langsung dikasih lunch box, musik sepanjang jalan, dan obrolan antara sopir dan kondekturnya dengan bahasa Bali.

bus wisata komodo purwokerto - bali

Ada kejadian lucu waktu sampai Kebumen, si kondektur menelpon salah satu penumpang yang mau naik Wisata Komodo. Ada miskom, alhasil si penumpang pun tertinggal. Sudah bisa ditebak si penumpang marah-marah dengan si kondektur. Dan kondektur gokil itu pun gak mau kalah memarahi si penelpon dengan bahasa Bali yang lumayan ‘saru’ kalau mau diterjemahin hehe…

Pukul 21.00 wib bus berhenti untuk makan malam di daerah Jawa Timur. Makan dengan cepat, tanpa nafsu gara-gara ruangan penuh asap. Dilanjut sholat maghrib dan isya dan beli beberapa cemilan di marketnya.

.

Selasa, 23 April 2013

Sampai di pelabuhan Ketapang sekitar j5.00 wib langsung naik ke kapal penyebrangan. Lumayan dapet sunrise niiih….

pelabuhan Ketapang

Laut Bali , Pelabuhan Ketapang

Oh iya, kalau sekarang semua angkutan umum (bus) itu berhentinya di terminal Mengwi bukan di Ubung lagi. Untuk penumpang Wisata Komodo bagi yang hendak menuju Ubung / Denpasar disediakan shuttle untuk mengantar. Sampai di Denpasar jam 11.00 wita.

Selama di Bali, menetap di rumah salah satu teman kuliah Ni Made Fitria (Dexpit). Rencana awal mau sempetin ke rumah yang di Tabanan (gagal lagi). Sampai rumah langsung disuguhi menu makan ‘nasi kupat’ ala Bali yang isinya jelas ada kupat, ayam suwir, sate ayam, oseng ayam, telor, sayuran. Porsinya terlalu besar dan yang menyebalkan ada sambalnya *hiks….

SAM_3565

nasi kupat ala Bali

Satu-satunya hal yang kepengin dilakukan cuman satu : mandi !!  Kelar isoma, Ibu (ibunya Dexpit) ngajakin ke Tanah Lot. Yah meski kecewa karena sempat gerimis dan gagal liat sunset karena langitnya terlalu gelap.

Tanah Lot

Pulang dari Tanah Lot sholat maghrib trus lanjut ke rumah seorang teman Koprol : Annelle. Baru sadar kalau ternyata rumahnya Annelle berdekatan dari rumah si Dexpit. Annelle ini asli Temanggung, cuman dah pindah ke Bali 10 tahun. Tapi jangann tanya jalan / tempat wisata deh, ndak paham dia (v__v).

.

Rabu, 24 April 2013

Dari rumah di Denpasar Barat ke terminal Ubung diantar Dexpit. Sempat takut juga, soalnya begitu tahu aku mau ke Lombok beberapa calo datang dan merayu buat naik bus yang langsung ke Mataram. Mereka menawarkan dengan biaya IDR 150, tapi seorang teman dari Lombok menyarankan untuk naik angkutan ke Padang Bai trus estafet ke penyebrangan lalu baru ke Mataram.

Padang Bai to Pelabuhan Lembar

Biaya angkutan Ubung ke Padang Bai IDR 40, penyebrangan ke pelabuhan Lembar biaya IDR 36, trus naik angkutan dari Lembar ke Mataram gratis hehe…. soalnya ada bapak-bapak yang baik hati membayarkan ongkosnya (^^,).

Di Mataram (MGM – matahari, red) sudah janjian dengan seorang teman backpacker yang juga anggota Graha Pala Rinjani Univ. Mataram, namanya Rey… Sempat ke basecampnya di Univ. Mataram buat mandi, charger hp, dan sholat sebelum langsung berburu sunset. Hmm, tadinya mau ke Pantai Senggigi berhubung terlalu ramai macam Kuta (Bali) so cuman lewat doang hehe… Urutan pantainya : Senggigi, Malimbu 1, dan Malimbu 2. Malam pertama di Lombok, dihabiskan buat keliling kota (maksud hati siiih nunjukin jalan, cuman aku-nya gak hafal-hafal heee) dan berakhir di alun-alun Mataram.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

to be continue…..

thanks to : Dyra, Iva Akmalasari, Dexpit, Annelle, bli Bayu, Rey….