Mencoba Rute Baru Kampung Kali Bersukaria Walking Tour Semarang

Soal jalan-jalan, saya termasuk orang yang mudah goyah *halah, apalagi kalau pas waktunya ‘jodoh’. Sabtu malam sebelum tidur saya mencoba mengisi link yang dikasih teman saya Arimbi untuk ikut acara Bersukaria Walking Tour yang hendak memperkenalkan rute baru : Kampung Kali.

Semua peserta berkumpul di depan SMC RS Telogorejo, saya ikut tim pertama yang berangkat yang dipimpin oleh story teller Pratiwi Saraswati (Tiwi). Oh iya, sebenarnya sudah disaranin untuk membawa topi atau payung. Berhubung tidak punya, saya nekad pakai jaket hoodies yang warna hitam. Hahaha, iya… saya sudah membayangkan panasnya Semarang ditambah jaket hitam. Semacam kombinasi pas untuk sauna!

bersukariawalk - kak tiwi

Lang Tjhwan Hoa Ie Wan (SMC RS Telogorejo)
Dulunya merupakan poliklinik Tionghoa bernama Poliklinik Gang Gambiran yang berdiri pada 1 Desember 1925. Pada tanggal 16 November 1928 berubah menjadi Poliklinik Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan. Kata Ie Wan berarti RS, sedangkan Lang Tjhwan dapat diartikan Semarang, sehingga Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan dapat diartikan sebagai RS Tiong Hoa di Semarang. Dan pada tahun 1951 oleh Yayasan Kesehatan Telogorejo secara resmi dirubah menjadi RS Telogorejo.

Saya baru satu kali ke dalam SMC RS Telogorejo, waktu itu menemani teman yang hendak periksa di poli. Sempat muter-muter cari parkiran. Dan di dalamnya memang mewah sih, tidak banyak antrian juga. Bahkan kalau lapar di bawah ada beberapa resto, food court, bahkan transmart.

Depan SMC ada sungai (kali) kecil, kami diajak menyusuri kali hingga sampai ke sebuah sekolahan… masih mendengarkan Kak Tiwi bercerita tentang kali. Kampung Kali yang kami telusuri ada patahan kali, yang dulunya tersambung atas – bawah, bagian atas untuk irigasi sedangkan yang bawah untuk saluran pembuangan.

Be Biau Tjoan (SMP 3 Semarang)
Sebelum tahun 1950 bernama Be Biau Tjoan yang setara dengan HCS (Hollands Chineese School). Baru setelah tahun 1950 berubah menjadi SMP 3. Dahulunya masyarakat setempat menyebut sekolah ini dengan sebutan ‘Gupon Doro’ yang artinya kandang dara (rumah burung merpati).

Trotoar di sebrang SMP 3 untungnya sangat rindang karena banyak pohon. Saking riangnya peserta diajak nyanyi bareng lagu Bersukaria karya Soekarno *suara sumbang saya, untungnya ketutup sama suara lainnya ehe…

Jamu Jago
Tahu dong salah satu jamu yang tderkena dan tertua di Indonesia, iyes… salah satunya Jamu Jago. Didirikan pada tahun 1918 oleh Phoa Tjong Kwan (T.K Suprana) dan istrinya Tjia Kiat Nio atau dulunya sering dipanggil Mak Jago. Makanya jamunya pun dilabeli Jamu Jago.

Generasi kedua membawa kejayaan Jamu Jago waktu dipimpin oleh Panji Suprana. Sekarang Jamu Jago sudah sampai generasi keempat.

bersukariawalk semarang

Pabrik Rokok Tjap Oepet Tambang
Pemiliknya bernama Ong Tjwie Tien, pabrik ini memproduksi rokok Tjap Pompa dan Tjap Oepet Tambang. Pabrik rokok ini memasok tembakau dari Temanggung. Namun, pabrik ini sayangnya harus tutup karena pemiliknya mencoba bermain saham di Wall Street dan menyebabkan bangkrut.

Sekolah Mataram
Satu-satunya sekolah di Jalan Mataram yang menyandang nama Mataram. Sebelum menjadi sekolah, dulunya tempat ini merupakan sebuah hotel atau penginapan.

Gedung Sarikat Islam
Lokasinya berada di kompleks rumah penduduk, jadi mungkin banyak orang yang tahu apalagi kondisinya sekarang sudah direnovasi. Gedung ini dahulunya digunakan sebagai markas Sarikat Islam (SI), dan pembangunan tempat ini merupakan hasil ‘saweran’ dari masyarakat sekitar. Kemudian digunakan menjadi markas pergerakan kemerdekaan Indonesia di Semarang. Sempat menjadi dapur umum juga waktu masa pertempuran lima hari.

Rumah Kantong
Rumah kuno dengan posisi ‘ngantong’ atau di ujung jalan, biasanya ada di kampung-kampung tua. Rumah kantong biasanya dimiliki oleh saudagar kaya dan tuan tanah di kawasan tersebut.

Siapa menyangka, kalau mau ‘blusukan’ ternyata masih ada Rumah Kantong di Semarang!

Ruko Bekas Undip
Salah satu ruko di kawasan Semarang ini memiliki sejarah panjang. Awalnya merupakan gedung bioskop Gelora (1930), kemudian dipinjamkan pada Universitas Semarang (cikal bakal Undip) pada tahun 1957. Sebelum menjadi universitas negeri ternyata Undip dulunya merupakan universitas swasta, dan baru pada tahun 1960an berubah menjadi negeri.

Pabrik Rokok Beras Tuton
Ada satu pabrik rokok lagi yang kami singgahi. Pabrik ini satu masa dengan rokok Tjap Oepet Tambang dan Prahu Lajar, sekitar tahun 1900an. Waktu itu industri rokok memang sedang gencar-gencarnya di Semarang.

Sampai saat ini, pabrik ini masih diproduksi, namum lokasinya pindha ke Kaligawe. Tuton berasal dari kata ‘nutu’ yang artinya menumbuk padi. Diberikan merk seperti itu karena pangsa pasar mereka adalah masyarakat pedesaan yang kebanyakan sebagai petani atau berkebun.

bersukaria tour

Prince House Cafe
Konon tempat ini merupakan pionirnya kafe nongkrong di Semarang yang menyajikan menu western food. Sempat pula menjadi tongkrongan gaul beberapa tahun lalu. Sayangnya, pas ke sana tempatnya tutup karena masih pagi.

Sekolah Karangturi
Tahun 1929 dikenal dengan Holland-Chinese School Chung Hwa Hui. Setelah kemerdekaan sempat menjadi Sekolah Negeri Karangturi (1946), lalu pada tahun 1970 pihak yayasan meminta agar menjadi sekolah swasta saja.

Stadion Diponegoro
Waktu sampai tempat ini, ada banyak sekali penjual makanan sampai barang kebutuhan sehari-hari. Dan memang setiap hari Minggu pagi, sekitar Stadion Diponegoro ramai oleh pedagang ‘pasar tumpah’.

Stadion Diponegoro dulunya stadion olahraga terlengkap dengan velodrome atau lintasan sepeda balap (1934). Dibangun oleh swasta sebelum diambil alih oleh militer setelah kemerdekaan.

Ventura Foodcourt
Siapa sangka tempat kuliner ini merupakan bekas kolam renang atau Gementeelijk Zwembad yang dibangun pemerintah. Kolam renang tersebut dibangun dengan standar olimpiade, diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie yang merupakan arsitek Tionghoa terkenal saat itu.

Tempat ini tutup tahun 1999, sempat terbengkalai sebelum akhirnya disulap menjadi foodcourt seperti sekarang ini.

bersukariawalk rute kampung kali

Ventura Foodcourt menjadi tempat terakhir rute Kampung Kali hari itu, dengan total jarak 3 kilometer. Lumayan dong…. tapi seru kok karena jalannya pun santai sambil mendengar penjelasan dari Kak Tiwi.

Buat yang kebetulan sedang di Semarang dan belum ada rencana, tidak ada salahnya kepoin akun IG @bersukariawalk atau langsung ke web bersukariatour.com siapa tahu ada trip menarik yang kalian bisa ikuti.

Iklan

One thought on “Mencoba Rute Baru Kampung Kali Bersukaria Walking Tour Semarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s