14

Di luar gerimis…
Alarm dari handphone memaksaku terjaga. Sudah berminggu-minggu sejak kesunyian datang, tidak juga ada petunjuk selain jeda yang makin menganga serta kegundahan yang menumpuk. Berulang kali menyusun keberanian lalu teringat kata-katanya yang serupa peringatan.

Di luar masih gerimis…
Pertanyaan ‘Madre’ yang selalu sama, dan jawabanku yang juga tetap berulang menjadi membosankan. Rasanya ingin memberi jawab yang sedikit keras, bahwasannya tidak perlu menunggu. Kelak, kalau memang ingin pastinya dia juga p.u.l.a.n.g.

Langit di luar memang mendung, sengaja menerobos jalanan saat gerimis. Sepanjang jalan, angka empatbelas menjadi begitu mengintimidasi di kepala. Tidak. Mencoba berbesar hati bahwa angka itu sudah tidak berlaku lagi.


Kebisingan jalanan dan ruang-ruang di mana aku singgahi hari ini membantu. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih baik lagi dari ; makan makanan terbaik dan memanjakan diri sekedar untuk memperbaiki suasana hati.

Betapa tidur lalu bermimpi tentangnya adalah sebuah hadiah terbaik hari ini… πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s