Hai Ibu Pedet

Hai Ibu Pedet…

Ah, sekalinya menjamah rumah ini yang disapa malah Ibu Pedet. Tak apa, biar Ibu Pedet bahagia. Apalagi jauh dari hiruk-pikuk pada ketinggian sekian mdpl. Selain diterpa dingin, pun diterpa rindu kehangatan pada secangkir kopi. Kopi yang jadi minuman mahal karena susah didapat.

olipe-oile-blog-cow

Susah sekali membayangkan di posisinya yang jarang sinyal dan kopi. Bisa jadi karena keterbatasan itulah, Ibu Pedet menyalurkan kegilaannya pada semua yang bisa dijamahnya, termasuk saya. Tunggu dulu, saya??!!

Saya memang korban di sini. Korban dari kerinduannya pada kopi tubruk, hingga tanpa sadar setiap hari saya memesan kopi tubruk meski di pikiran hendak memilih kopi seduhan pour over, french press, atau yang lainnya.

tubruk-dampit

Andai Ibu Pedet tahu, pikiran saya penuh hari ini, saya butuh kopi lainnya selain tubruk. Dan lagi-lagi yang terlontar ; pesan kopi Dampit tubruk. Aarrgghh!!! Ada banyak tulisan yang belum diselesaikan karena kemalasan saya, beberapa laporan yang berteriak minta diperhatikan mengingat ini hari terakhir bulan Januari, dan editan foto yang harus dikirim.

Duhai Semesta… berbaiklah.

Iklan

2 thoughts on “Hai Ibu Pedet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s