Camping Di Warung Pun Sabilah…

Punya teman dolan yang satu seringnya libur pas weekdays, satunya pas weekend. Dini dan Dita, dari nama saja dah macam anak kembar yes😄. Buat ngepasin jadwal bisa barengan tuh ya susah. Pernah nih, yang punya rencana dolan Dita tapi yang eksekusi Dini. Sering!

Suatu hari, Dita kirim pesan tanya-tanya soal hutan Limpakuwus dan tentunya kepengin ke situ kalau kondisi kerjaan dan sikon sudah memungkinkan. Dan selang beberapa waktu Dini chat pengin main ke Purwokerto, jadilah aku komporin soal camping saja deh di hutan Limpakuwus. Dini pun oke, asal mampir ke air terjun di sekitaran Baturraden. Deal!

Maksud hati sih beneran camping hore di hutan Limpakuwus, sudah tanya-tanya juga ke petugasnya. Tapi nih, aku lupa buat ngasih tahu soal tanggal mau campingnya 🤣. Jadi, pas hari H… sore hari di antara gerimis menjelang maghrib sampai lokasi gerbang hutan Limpakuwus di tutup. Cek HP, dan tidak ada sinyal… Mampus!

Tak jauh dari pintu masuk hutan Limpakuwus ada warung pinggir jalan. Pemiliknya kami tanya dan mencoba membantu kami menghubungi petugas. Sayangnya, hari itu tidak ada petugas yang jaga. Sambil menunggu gerimis di warung, sempetin juga minta tethering biar bisa mengabari teman yang masih di bawah buat beli paket data dan minta mereka menyusul ke warung.

Gerimisnya tidak kunjung reda… pemilik warung menawarkan kami buat mendirikan tenda di belakang warung. Ada lahan yang cukup untuk 2 tenda. Tanpa pikir panjang, kami pun mengiyakan daripada harus pindah lokasi lagi. Selain males karena kemungkinan gerimis awet, juga di warung ini lebih terjamin ; ada makanan 24 jam, toilet bersih, listrik buat charge HP, dan yang lebih PENTING di warung ini sinyal operator X masih ada.

Sekitar jam 22.30, gerimis reda. Bang Jaja dan aku pun segera buka tenda, sedangkan Dini, Isna, dan Yaswi menunggu di warung. Begitu tenda sudah siap, langsung buat Indomie dan kopi… laper! padahal di warung dah makan 😝. Tapi malam-malam camping memang paling afdol ya bikin Indomie sama kopi sih.

Hampir jam 12 malam, ada motor berhenti di depan warung. Cewek sendirian, naik Vixion nyasar dong… harusnya ke area camping di CAUB Baturraden tapi malah ke tempat kami. Dan itu lumayan jauh… keren sih berani motoran sendirian, mana gelap jalanan di Baturraden. Bapak pemilik warung baik banget, menawarkan buat mengantar sampai ke CAUB Baturraden.

Pagi hari, bikin sarapan ala-ala…

Selesai sarapan, berempat naik ke hutan Limpakuwus dengan motor, Bang Jaja menunggu di tenda. Tiket masuk ke hutan Limpakuwus Rp 15.000 per orang. Walau gagal foto di hutan pas ada kabut, yang penting bisa pamer foto ke Dita hahaha…

PS : Sorry Dit… Dini duluan. Dita kapan?? 😝 🤣

Mlipir Tidur Ke Yogyakarta

Obrolan dengan Dita yang lagi pamer Chiki Balls pada bulan November berujung rencana penculikan ke Yogyakarta. Padahal niat hati membalas pamer foto itu dengan kasih link penginapan lucu-lucu, malah keterusan minta info tanggal yang kosong kapan. Tahu-tahu pas sadar dah pesan…. 😝


Kalau ditanya ke Yogyakarta ngapain? Tentu saja bakal dijawab dengan singkat, padat, dan jelas ; rebahan alias mau numpang tidur, naruh ‘geger’ yang capek… Ndak mau yang lainnya macam jalan-jalan atau tamasya ke tempat wisatanya. Dibayangan sih sudah asik banget rencana rebahan ala-ala… Eit, tapi tunggu dulu, tidak seindah itu Ferguso!

Sebentar ya… sambil mengingat-ingat karena ini sudah terlalu lama perjalanannya 😅

Sampai di Yogyakarta, pertama yang dicari tentu saja tempat ngopi sekalian nunggu Dita sampai. Duduk di kursi luar salah satu Sbux Yogyakarta sambil mikir, kenapa bawaanku banyak banget sampai bawa tas keril segala padahal cuma dua malam (-__-).

Well, Dita berhasil membuatku terkesima pas baru ketemu karena tampangnya kusut 🤫 dan akhirnya aku tidak sendirian karena Dita juga bawa tas gede!! HAHAHA… Oh ya… tentu saja karena kami sama-sama terpaksa harus kerja walau niatnya mau rebahan saja.

Bahkan, acara makan siang sama bakso yang rasanya micin itu lebih banyak ngelihatin Dita yang sibuk teleponan sama orang kantor 😂

Rute mlipir ke Yogyakarta : ke penginapan, check in – check out. Jadi keluar itu ya karena check out terus pindah ke penginapan satunya. Mungkin kami satu-satunya tamu aneh yang ndak ke mana-mana… urusan makan pun pesen lewat aplikasi. Karena sibuk sama laptop masing-masing, lupa Dita meeting online juga ndak ya dulu itu.. 🤣

Sebelum pindah ke penginapan satunya, sempetin mampir makan siang di Jatinangor Coffee buat mencoba ayam krispinya yang ternyata beneran ENAK!! Yah, walau pedasnya buat ukuranku sukses bikin keringetan, tapi serius kalian wajib cobain menu makanan dan minumannya. Sebenarnya tujuannya ini sih kemarin menginap di sekitaran Jatinangor Coffee tuh… 🤪

Hari kedua pun sama, memilih leyeh-leyeh di penginapan terus sampai waktu check out tiba. Bedanya, di Rumah Senjakala beneran menikmati tanpa harus buka laptop lagi \(^_^)/ … Kamarnya juga terbatas, hanya ada dua (kalau sekarang mungkin sudah tersedia 3 kamar). Selain langsung menghadap ke sungai, banyaknya pepohonan nambah suasana enak buat kami yang bosan dengan keramaian kota.

Maunya sih nambah hari, tapi Dita besok masuk kerja heu… 😌 setidaknya balik dari Yogyakarta, wajah Dita 3x lebih cerah daripada pas baru datang 🤭

** Tantangan menulis saat isoman ini nantinya perjalanan random entah dari tahun kapan saja, senemunya foto buat isi tulisan 🙈

Ayo Nulis Lagi

“Ayo-ayo nulis lagi”, tulis Malesmandi pada sebuah obrolan WhatsApp.


Setelah empat hari merasa bingung mau ngapain lagi selain makan dan tidur yang diulang-ulang sepanjang hari… jadi di sinilah sekarang. Kalau diibaratkan rumah, mungkin rumahnya ini sudah penuh dengan sarang laba-laba dan debu, karena sepanjang tahun 2020 sampai hari ini tidak tersentuh (^__^,).

Baiklah, tantangan Malesmandi buat nulis selama isoman aku terima :D.

Baru buka wordpress setelah sekian lama, ternyata tampilan kalau mau nulis gitu dah berubah. Harus adaptasi lagi dong… Berasa jadi anak baru belajar nulis sih ini… 😀

Ini godaannya lumayan banget ya mau nulis tuh, belum apa-apa sudah banyak intermezzo (>_<) dari mulai ada video call rame-rame, balesin pesan, sama menyambi selesein makan. Tahu-tahu sudah mau jam sembilan malam, padahal ini dari sore nyoba nulis, hahaha…

Berhubung jam tidur sebentar lagi, kalau masih terbata-bata begini dimaafkan ‘kan yah… Yah, di sini ndak ada apa-apanya memang hahaha mending baca dulu saja tulisan terbarunya Malesmandi di sini.

Cobain Yuk, Kalluna Resto Yogyakarta

Kalluna Resto. Sebelum memulai perjalanan dua hari ke depan di Kota Gudeg ini. Dini menyarankan untuk mampir ke resto ini. Bahkan, untuk meyakinkan link instagram Kalluna Resto dia kirim. Tahu benar saya mudah tergoda dengan makanan dan tempat yang menarik. Mengingat tempat ini selalu ramai, kami sepakat untuk datang pas baru buka.

Benar saja lho, meski baru buka saat saya masuk sudah ada beberapa meja yang dipesan dan terisi.  Awalnya diberi meja yang kecil, daripada kerepotan, saya minta pindah ke meja tengah yang sebenarnya sudah dipesan untuk jam satu siang. Well, saya rasa dua jam cukup untuk sekedar makan dan bercakap. Dini datang tak lama setelah saya sampai…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Melihat menu-menunya, saya lumayan bingung. Antara pengin pesen banyak tapi Dini sudah makan, jadi ndak ada dong yang nanti habisin makanannya kalau kebanyakan heu… Akhirnya cuma pesan beberapa saja. Sambil menunggu, mumpung belum terlalu penuh, saya pilih memotret Kalluna Resto saja.

Ini nih menu pesanan kami ;

Over all, semua menunya beneran enak, sebandinglah sama harganya 😀 Kalaupun ada minusnya, soal menu minuman kami yang lama baru datang. Bahkan lebih duluan makanan datang daripada minumannya. Hehe, kebayang dong karena tadi saya maunya motret semuanya sebelum disantap, jadi makin lama. Dini yang sebelumnya pernah ke sini pun juga bilang kalau dulu pun minumannya selalu datang belakangan (lama). Hmm….

Dini menghabiskan Klepon Cake sendirian, dia lupa kalau saya alergi santan huhuw 😦 tapi Klepon Cake di sini memang hits banget… jadi wajib banget buat dicoba. Lihat saja nih, penampakan Klepon Cakenya saja dah menarik 😀

Menuju jam makan siang, Kalluna Resto makin ramai, nyaris semua meja terisi. Meski tempat ini baru ada sejak bulan Mei rupanya kemunculannya langsung dapat respon baik. Penasaran juga? Saat ke Yogyakarta, masukkan Kalluna Resto ke daftar kuliner kalian ya…

 

Kalluna Resto
Jl. Sajiono No 13, Yogyakarta
Buka : Minggu - Kamis : 10.00 - 22.30 WIB
       Jumat - Sabtu  : 10.00 - 23.00 WIB
Telp : 082195295758
IG : @kalluna_id

Spedagi Homestay Bikin Itinerary Ambyaarrr…

Pernah tidak kalian melakukan perjalanan, tetiba semua rencana yang sudah disusun jadi berantakan???
Saya pernah mengalaminya dua kali ; pertama saat ke Ambon, lalu kemarin saat ke Temanggung. Kenapa bisa jadi berantakan??

Bermula dari saya, Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint jauh-jauh hari merencanakan untuk menginap di Spedagi Homestay lalu berkunjung ke Pasar Papringan. Awalnya nih dari admin Spedagi Homestay kami diberi jadwal awal November, lalu selang semingguan dikabari kalau ada yang cancel menginap untuk tanggal 5-6 Oktober.

Saya pun mengiyakan untuk tanggal tersebut mengingat yang lainnya juga bisa. Mendekati hari H, malah baru sadar kalau hari Sabtunya saya ada undangan ke Magelang. Hahaha… Ruwetnya adalah ; Sabtunya saya mesti jemput Dita Malesmandi habis subuh di Stasiun Weleri, lalu ke Semarang dulu baru ke Magelang. Oh iya, harusnya sekalian jemput Mba Ika Turissendaljepit, cuman mendadak Mba Ika naik mobil dengan saudaranya. Jadi, Mba Ika duluan ke Sukorejo.

spedagi homestay - temanggung

Biar tidak bingung saya buatkan itinerary buat semuanya, lengkap dengan petunjuk menuju lokasi sarapan pagi di tempat teman yang ada di daerah Sukorejo sampai tempat wisata yang bisa dikunjungi karena nantinya terlewati saat menuju homestay. Rupanya, karena mereka mau langsung mager, dari Sukorejo akhirnya langsung ke Spedagi Homestay. Tidak mampir ke candi dan klenteng… huehehe….

Saya sendiri dari Magelang akhirnya langsung menyusul mereka dengan naik bus. Dan tiba di Temanggung tidak lama setelah Dini Dinilint  sampai.

omah yudhi lokasi

Lokasi Homestay Spedagi Bikin Kaget
Tahu ndak sih, pas baru sampai homestay sedikit kaget, karena awalnya saya pikir lokasinya jauh di pelosok sawah-sawah ternyata dekat dengan jalan raya, bahkan depannya ada pasar tradisional (Pasar Kandangan). Jadi kalau mau cari makan bisa banget di sekitaran homestay.

Baru sampai, Dita Malesmandi dan Mba Ika Turissendaljepit ngajakin beli gorengan juga buah di seberang. Lalu bersantai di area living room-nya…. sambil menikmati gorengan dan bikin minuman sendiri.

pasar kandangan

Pilihan Kamar Di Omah Yudhi (Spedagi Homestay)
Omah Yudhi ini berbentuk pondok kecil yang terdiri dari 4 pondok ; Pondok Omah Tinggi (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Pojok (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Tua (kapasitas 4 orang), dan Pondok Omah Gede (kapasitas 8 orang). Semuanya berupa tempat tidur susun, dan kamar mandi di luar kecuali Pondok Omah Tua yang ada kamar mandi di dalamnya. Tarif semuanya sama ; Rp 700.000 / malam, kecuali Pondok Omah Gede ; Rp 1.400.000 / malam.

Kami memilih Pondok Omah Pojok, setelah diskusi pendek dengan Dita. Aslinya bingung pilih mana… maunya cobain semua hehe.

spedagi homestay - omah yudhi

Fasilitas Omah Yudhi
Buat yang mau menginap di sana, apa saja yang didapat? Fasilitas yang didapat untuk paket ; teh/kopi/air mineral sepuasnya, koin pring untuk sarapan di Pasar Papringan, makan malam di homestay, free wifi. Terdapat juga dapur yang bisa digunakan bebas bagi yang menginap di sana.

Ajakan Ramah Lingkungan
Oh iya, di Omah Yudhi pengunjung diajak untuk mengurangi sampah. Makanya ada aturan untuk ; tidak membawa minuman dalam kemasan karena Omah Yudhi menyediakan cukup banyak air dan gratis!!, tidak membawa makanan yang dikemas menggunakan styrofoam, dan pastinya harus menjaga kebersihan dong…

Mager Oh Mager
Berkunjung ke Spedagi Homestay ini beneran deh ya, sangat diluar ekspektasi. Kami akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu di living room. Apalagi sore hari akhirnya Mas Yudhi, pemilik homestay datang dan mengajak ngobrol ringan sampai malam.

ngobrol dengan mas yudhi

Bahkan saat makan malam tiba, obrolan masih berlanjut sembari makan. Ngobrol sana-sini, ketawa, ngobrol lagi… terus gitu hingga pamit untuk beristirahat 😀

Mas Yudhi berhasil menyihir kami berlima untuk mendengarkan kisahnya saat memulai membuat Spedagi Homestay hingga Pasar Papringan. Saat perjuangannya di Pasar Papringan lokasi lama, hingga di tempat yang hingga sekarang berada. Dan kami menyimak sambil menikmati kelezatan menu makan malam yang dimasak sama kakaknya Mas Yudhi. Jadi, dua-duanya sama nikmatnya. Serius!!

Hati-hati lihat foto ini, nanti jadi kehipnotis 😀 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan tahu tidak?
Besoknya, sekembalinya kami sarapan dari Pasar Papringan. Yang kami lakukan hanyalan duduk santuuuyyy di homestay. Padahal ada itinerary buat ke Embung Kledung, kulineran di RM. Bu Carik Parakan, dan menikmati kopi di Wapitt. Weeesssss… ambyaarrrr semua jadwalnya wkwkwk…

Tapi memang nih, Spedagi Homestay membius sekali. Bikin saya dan teman-teman males beranjak. Semalam rasanya kurang… bahkan Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint  malah melanjutkan tidur siang (hingga sore). Saya dan Bimo mencoba cari kopi pesenan temen, dan kecewa karena beberapa tempat yang kami datangi ternyata tutup.

Selepas ashar, saya mengingatkan lainnya untuk bersiap. Karena harus mengantarkan Dita dan Dini ke Stasiun Weleri, sedangkan saya, Mba Ika, dan Bimo lanjut perjalanan lewat pantura untuk kembali ke Purwokerto.

Thanks buat mas Yudhi dan Mba Meida yang sudah mau menyambut kami dengan ramah, dan membiarkan kami menambah waktu di hari Minggu. Makasih juga untuk jamuan makan malamnya yang lezat… Dan tentu Bimo yang sudah mau diculik ke sini 😀

Spedagi Homestay (Omah Yudhi)
Krajan, Kandangan, Temanggung Regency, Central Java 56281
WA : 085 328 934 781
IG : @spedagihomestay

 

 

The Coffee Brake Purwokerto

Sejak awal tahun ini entah ada berapa tempat ngopi bermunculan di Purwokerto. Dari sekian banyaknya coffeeshop baru yang menarik perhatian saya adalah The Coffee Brake, yang ada di Jl. DR. Soeparno No. 96, Arcawinangun, timur GOR Satria Purwokerto. Mumpung kedatangan temen, Dita dari Jakarta, sekalian nih buat cobain The Coffee Brake.

The Coffee Brake Purwokerto

Coffeeshop ini dari depan saja dah nampak maskulin, begitu juga bagian interiornya. Pas masuk langsung menuju bagian kasir buat memesan menu, baru memilih tempat duduk. Karena masih pertama, saya pilih meja panjang tengah saja biar bisa lihat sana-sini hehe…

Sementara sih menu yang disediakan menu minuman dan beberapa macam snack, harga menunya mulai Rp. 12.000 – 35.000. Apa saja? Ini nih sebagian ;

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nah, ndak lengkap kalau belum foto-foto. Mumpung ada Dita, biar dia saja yang jadi model dadakan haha…

Sekedar info nih, The Coffee Brake buka mulai jam 16.00 – 23.00 WIB (sementara), karena nanti bakalan buka mulai siang buat nyeduh kopinya. Dan live musik buat menghibur pengunjung di akhir pekan. Selain itu, banyak kursi depan bar jadi yang mau lihat para barista nyeduh pesenan masing-masing, bisa bangeeetttt….

Jadi, kapan nih ajakin saya ngopi di The Coffee Brake??

 

The Coffee Brake Purwokerto
Jl. DR. Soeparno No. 772, Arcawinangun (Timur GOR Satria)
IG : @thecoffeebrakepwt
WA : 082265122226

The Cube Hotel ; Pilihan Menginap Di Tengah Kota Jogja

Masih edisi liburan di Jogjakarta…
Puas seharian menepi di pinggiran Jogja, kami melanjutkan ke tengah kota… The Cube Hotel yang ada di Jalan Parangtritis ini jadi pilihan kami untuk staycation malam kedua. Hotel ini merupakan hotel bintang 3 dengan gaya kolonial. Dini yang awalnya tertidur di mobil, auto terbangun saat tahu sudah sampai hotel.

The Cube Hotel

Staf ramah

Welcome Drink Aneka Snack & Minuman Tradisional
Disambut ramah oleh staf hotel dengan special welcome drink dan snack. Tamu hotel juga bisa lho memilih snack dan minuman tradisional yang disediakan oleh hotel. Panasnya Jogja langsung ambyar begitu datang minuman dinginnya… 😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

The Cube Hotel total ada 7 lantai, kamar kami sendiri di lantai 3 dengan view menghadap ke sisi timur *buat pemuja sunrise cocok banget nih hehe… Kamarnya bersih, begitu pula dengan kamar mandinya yang lengkap dengan amenities.

View dari kamar

Internet Corner, Sewa Sepeda Hingga Delman
Oh iya, di lobi ada internet corner gratis untuk 10 menit pertama, ada juga penyewaan sepeda buat keliling kota Jogja. Harganya pun relatif terjangkau, hanya Rp 25.000 per 4 jam. Selain sepeda, pihak hotel juga bisa membantu tamu hotel yang hendak keliling ke Malioboro dengan menyewa delman.  Nah, sorenya kami diajak menikmati Jogja dengan menggunakan delman. Sempat berhenti di daerah Titik Nol Kilometer untuk berfoto sebelum akhirnya kembali ke hotel.

Rasanya sudah lupa terakhir kali naik delman itu kapan… aaaakkk, tapi seru sekali (>_<). Buat kalian yang pas ke Malioboro ingin keliling dengan delman, ternyata sekarang bisa sewa delman lewat aplikasi Grab. Asal posisinya pas di Jalan Malioboro, untuk sekali sewa Rp 150.000, bisa diisi oleh 5 orang, lumayan hemat ‘kan…

Menikmati Makan Malam & Kota Jogja Dari Rooftop
Malamnya kami mencoba menu yang ada di resto The Cube Hotel, lalu lanjut menikmati kopi di lounge hotel. Letak lounge ini di rooftop lantai tujuh, selain lounge ada kolam renang. Mengingat saya termasuk penikmat kopi, rasanya senang sekali pas tahu di The Cube Hotel ada kopi :D. Akhirnya saya memilih cappuccino, sambil sesekali keluar ke area kolam renang untuk melihat Jogjakarta malam hari.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sedikit nyesel karena tidak bawa tripod, karena kesulitan mengambil foto… Ini nih, kota Jogja dari rooftop The Cube Hotel setelah berulang kali mencoba 😀

View dari rooftop malam hari

Jangan Ketinggalan Sunrise!
Mengingat dari atas hotel bisa langsung melihat matahari terbit, paginya saya membangunkan Dini agar tidak ketinggalan buat mengabdikan moment sunrise. Huhuw, asik sekali… tidak sia-sia saya bangun pagi lho…

Nyaman bikin mager

Sunrise di kolam renang

Sunrise dari rooftop, ciamikk….

Selepas menikmati sunrise, langsung meluncur ke resto untuk sarapan… Dan tahu ndak sih, saya suka sekali sama mie gorengnya, enak :’)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menginap di The Cube Hotel serasa dapat paket komplit, dengan budget yang sangat terjangkau kita bisa dapat tempat menginap strategis di tengah kota. Mudah untuk kemana saja dan yang jelas sangat memuaskan…

 

The Cube Hotel
Jl. Parangtritis No.16, Mantrijeron, Yogyakarta
Telp : (0274) 387979
Web : azanahotel.id
IG : @thecubehotel

Front One Resort Jogja ; Kamarnya Menyenangkan & Restonya Bikin Betah

Yogyakarta mungkin menjadi kota yang paling sering saya kunjungi selain Semarang. Jika bulan kemarin ke Yogya hanya sekedar mengunjungi ArtJog, kali ini where to sleep bareng sama Dini sengaja untuk staycation, menjauhkan diri dari rutinitas pekerjaan. Mengingat kami dari beda kota, kami janjian di salah satu resto sekalian menunggu waktu check in hotel. Hari pertama, kami memilih menginap Front One Resort Jogja atau dulu mungkin lebih dikenal dengan Wisma Aji Resort. Setelah bergabung dengan Azana kemudian diubah menjadi Front One Resort Wisma Aji Jogja.

Front One Resort jogja

Lokasi Dekat Dengan Kampus Dan Tempat Wisata
Front One Resort Jogja ini berada di sisi timur tepatnya jalan Ring Road Utara No.168, Ngringin, Condongcatur. Pas banget dong buat yang memang memilih tempat yang jauh dari keramaian atau hendak mengunjungi tempat wisata di daerah Condongcatur, Depok. Selain itu di sekitar Front One Resort Jogja ada beberapa  kampus besar dan ternama. Seperti ;  UPN Veteran Yogyakarta, AMIKOM Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan STIE YKPN Yogyakarta.

Sedangkan beberapa wisata yang tidak jauh dari Front One Resort Jogja ini diantaranya Waduk Tambakboyo, Jogjarobotika, Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan, Upside Down World Yogya, Candi Gebang, Candi Sambisari, Mangunan Kampung Wisata BERBAH, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Ratu Boko, dan Candi Prambanan.

Disambut ramah sama staf hotel

Fasilitas Front One Resort
Memasuki lobi hotel, disambut ramah oleh staf hotel. Ruang tunggu dilengkapi dengan mini perpustakaan yang dibuat senada dengan area restoran yang berada di sebelah lobi. Melihat restonya, tempat ini juga nyaman banget buat sekedar ngopi atau ngobrol lho.

Front One Resort Jogja total memiliki 44 kamar, yang juga dilengkapi fasilitas kolam renang, area biliar, restoran, meeting room, kelas yoga, dll. Sedikit terkejut saat memasuki kamar, karena tidak menyangka kamarnya sangat luas. Begitu pula dengan kamar mandi dan ukuran tempat tidur twin bed kami. Bisa banget itu digunakan untuk empat orang dewasa 😀 Oh iya, dibagian teras kamar juga terdapat meja kursi yang bisa digunakan untuk bersantai.

Deluxe Room

Kolam renang

Bersantai – pool side

Makan Siang Di Resto
Berhubung dari awal sudah penasaran nih sama restonya, kami berdua makan siang di hotel. Jika males beranjak dari kamar, boleh kok minta diantar sama staf resto. Percaya ndak percaya, untuk ukuran resto hotel harga yang tercantum sangat bersahabat. Berkisar antara Rp 15.000 – 65.000. Beberapa menu yang dicoba ; sop buntut, fish, chicken nugget, mie goreng, juice carrot & water melon, iced lemon tea.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nyamannya Bikin Mager!
Niat hati jalan-jalan kami tunda, terlalu asik gegoleran di tempat tidur yang jelas. Saya dan Dini akhirnya keluar saat malam sekedar jalan-jalan di sekitar hotel. Mencoba kafe yang tak jauh dari hotel. Selebihnya, kami memilih menghabiskan waktu di resto dan kamar…

Ruang tunggunya asik, ada koleksi bukunya

Menu Buffet Saat Sarapan
Tidur berkualitas malam hari bikin semangat bangun pagi. Teman perjalanan saya, Dini pun auto bangun pagi dong demi sarapan. Mumpung masih sangat pagi biar bisa leluasa untuk cicipin semuanya.

Sarapan pagi

Menunya banyak, mienya fav banget nih

Buffeet

Front One Resort Jogja ini sangat cocok buat keluarga atau kelompok yang hendak berwisata atau sekedar staycation. Hotel budget family yang memiliki lokasi strategis. Karena berada di jalan utama (Ring Road Utara) dan dekat ke beberapa lokasi wisata yang sudah saya sebutkan di atas. Parkiran kendaraan pun cukup luas, ada di sisi depan dan dalam hotel. Ada juga tempat sholat sehingga memudahkan tamu yang hendak beribadah.

Bagi yang ke Yogyakarta dan lebih menyukai ketenangan, Front One Resort Wisma Aji Jogja ini bisa dijadikan pilihan. Pemesanan bisa langsung ke azanahotel.id atau via aplikasi lainnya. Tidak mau ketinggalan info promo menarik? Kepoin dan follow langsung instagramnya di @frontoneresortjogja.

Front One Resort Wisma Aji Jogja
Jl. Ring Road Utara No 168, Ngringin, Condongcatur, Yogyakarta.
Web : azanahotel.id
Telp / WA : 082 328 296 522
IG : @frontoneresortjogja

Chicking Purwokerto

Salah satu teman blogger yang kebetulan main ke Purwokerto, saat melintas di Jalan Gatot Subroto terheran-heran saat melihat outlet Chicking ada di Purwokerto. Penasaran, saya iseng dong googling… Rupanya Chicking adalah Jaringan Internasional Resto Halal dari Dubai, Uni Emirat Arab yang secara historis dikonsepkan di Dubai sejak tahun 2000.

FYI saja nih, Chicking sudah ada di 15 negara dengan lebih dari 130 gerai. Dan di Indonesia sendiri, Chicking baru ada mulai tahun 2017, Purwokerto sendiri merupakan gerai ke delapan lho… Waaaaww, apakah Purwokerto kotaku sekeren itu huehehehe…

Biar ndak makin penasaran, ajakan buat mencoba Chicking pun saya iyakan. Konsepnya hampir mirip dengan Quick Service Restaurant pada umumnya. Beberapa varian menu dapat dipilih oleh pengunjung, seperti ; Flaming Grilled Chicken, Chicking Rice, Original Fried Chicken, Beef Burger, Tandoori Burger, Royal Crunchy, Royal Wrap, Crunchy Supreme, Chick Pops, dan Tandoori Fries. Harga menu mulai dari IDR 6.364 – IDR 29. 091, berbagai paket termasuk minuman IDR 26.363 – IDR 68.182 itu sudah bikin kenyang.

Tentunya karena brand ini berasal dari Timur Tengah, yang menjadikan Chicking berbeda tentunya bumbu yang mereka pakai adalah bumbu rempah berkualitas terbaik yang khas Timur Tengah. Ibaratnya nih, tidak perlu jauh-jauh ke Dubai untuk bisa menikmati nasi Biryani (kalau di Chicking diberi nama Chicking Rice). Chicking Rice ini terbuat dari beras Arab atau beras Basmati yang diberi rempah-rempah aromatik, rasanya memang gurih dan cocok juga di lidah saya.

Tempatnya luas, tersedia ruang berAC, area merokok, meeting, dan bahkan mau ada tempat bermain anak. Kerennya nih, ada toilet juga tempat untuk sholat. Jadi ndak usah khawatir kalau makan di sini pas waktunya sholat.
Mau cobain kuliner Timur Tengah? Kuuuuyyy ah langsung ke Chicking Purwokerto… jangan lupa kepoin IGnya untuk info promo menariknya yaaaa…

 

Chicking Purwokerto
Jl. Gatot Subroto No.61 (Sebelah Barat SMP Burderan)
Telp (0281) 684 1588
IG : @chicking.purwokerto

Flat White Coffee Semarang

Sebelum pulang ke Purwokerto, saya menyempatkan mampir ke Flat White Coffee. Salah satu coffeeshop di Semarang yang buka sejak Januari 2019. Dengan diantar Abang Gojek mengikuti maps yang ternyata sampai lokasi cafenya tidak ada :D. Setelah tanya salah satu satpam yang ada di sekitar, ditunjukan lokasinya… *untung bapak satpamnya gaul…

Ngomong – ngomong, kalau buka google maps memang alamatnya Jalan Ade Irma Suryani 21-23, Semarang. Tapi kalau mengikuti jalan, itu masuknya Jalan Taman Beringin bersebelahan dengan Reborn Message & Reflexology. Jadi kalau yang mau ke sini, trus bingung tidak menemukan tempatnya, cari saja Reborn Refleksi atau Taman Beringin.

Flat White Coffee :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sudah ketebak dong, di dalam tentunya dominasi warna putih. Ada beberapa tempat pilihan, area smoking dan no smoking. Tenang, yang merokok ndak bakalan kepanasan karena tetap ada ACnya kok. Nah, pas sampai sana tempatnya lumayan sepi hanya ada beberapa pengunjung saja. Enaknya lagi, meski baru di tempat ini pembayaran bisa cash atau debit. Haha nyaris saja kebingungan karena saya lupa ndak ambil uang dulu.

Bagi yang tidak menyukai kopi, di tempat ini ada kok menu selain kopi, seperti ; teh, jus, blend, dan soda. Untuk makanannya, tidak hanya menyediakan snack tetapi ada beberapa menu berat termasuk menu dessert. Terus harganya sedikit tidak menyangka, karena masih terjangkau. Untuk minuman harga berkisar IDR 14.000 – 33.000, sedangkan makanan antara IDR 18.000 – 33.000.

Saya akhirnya memesan FW Street Coffee, Flat White Coffee, dan Flat White Potato Chips. Mau pesan banyak bingung gimana habisinnya (-__-,). Untuk Street Coffeenya ‘b’ saja sih, kalau Flat White Coffeenya lumayan (aku suka), dan Potato Chipsnya ugh… cocok bangetlah buat teman menulis.

Saya pun mencoba wifi ternyata lumayan kenceng. Di Flat White Coffee tidak terlalu banyak orang, jadi cocok nih buat yang nyari tempat buat garap tugas ataupun kerjaan. Karena memang sedari awal niatan buat kelarin kerjaan, jadi saya tidak terlalu banyak ambil foto. Sebenarnya sayang sih, karena tempatnya oke juga buat ‘jeprat-jepret’ *alesan aja karena tidak ada modelnya… 😀

Mungkin kapan – kapan saya ajak teman ngopi, biar bisa saya foto…. Ada yang mau 😛 ???

 

Flat White Coffee
Jl. Ade Irma Suryani 21-23, Semarang.
Telp (024) 86400240 / 0897 139 0006
IG : @flatwhite_smg