Menjelajah Palawi Baturraden, Dari Villanya Hingga Tempat Wisatanya

Akhir pekan kemarin saya bersama teman-teman blogger lainnya berkesempatan mengeksplore Baturraden. Sabtu siang berangkat dengan Rizki ke Villa Agathis Baturraden. Rupanya kami adalah blogger pertama yang sampai lokasi penginapan. Tak lama kemudian datang Yugo dan Mba Dian dari Yogyakarta, disusul Ella dan Rois yang dari Banjarnegara.

Villa Agathis Baturraden

Villa ini lokasinya berada di sisi timur, jika masuk pintu gerbang Palawi (bumper) belok kanan ke arah Taman Labirin. Persis di sebelah taman ada Villa Agathis dan Accacia. Saya mendapatkan kamar no.1 bersama Devi blogger dari Semarang. Jumlah kamar total ada 6 kamar lengkap dengan kamar mandi dalam dan TV, satu dapur, serta ruang bersama.

villa agathis baturraden

Pemandangan di sekitar vila memang mbetahi sekali, di kelilingi oleh hutan juga taman, udara yang sejuk, dan bonus view lampu kota saat malam hari.

blogger dolan palawi baturraden

Beningnya Telaga Sunyi Baturraden 

Setelah sholat dhuhur dan makan siang, kami diajak Mba Sista dan Mas Fajar ke Telaga Sunyi, Limpakuwus, Sumbang. Tempat ini merupakan tempat wisata alam yang menyediakan kolam untuk berenang. Tiket masuk ke lokasi ini adalah IDR 13.000 per orang. Kedalaman kolam sekitar 5 meter, dan jangan salah airnya itu lho…. super bening, dingin, dan cocok banget buat yang hobi berenang atau menyelam.

Telaga Sunyi

Keberadaan Telaga Sunyi ini memang menjadi magnet tersendiri bagi yang suka olahraga air seperti free diving. Tak jarang komunitas free diving sering mengagendakan menyelam di sini. Saking jernihnya, kita bahkan bisa melihat bebatuan dan ikan yang ada di telaga. Dan karena airnya merupakan aliran sungai langsung dari mata air lereng Gunung Slamet yang dingin, kebanyakan orang yang berenang sampai kedinginin. Namun begitu, kita bakalan ketagihan untuk mengulang dan mengabadikan…

Di Telaga Sunyi ini banyak bebatuan sepanjang aliran sungai yang bagus juga untuk berfoto. Selain di kelilingi pepohonan tinggi nan rindang, menjadikan lokasi wisata ini sejuk serta sangat menyenangkan untuk yang ingin refreshing.

Sky Bike

Tak jauh dari vila, ada sky bike ; bersepeda di atas tali yang terbuhung dari pohon satu ke pohon lainnya. Jaraknya lumayan jauh, sekitar 100 meter… Huehehe saya cukup puas memandang Mba Idah, Mba Dian, Mba Wening, Ella, Neli, dan Rizki yang mencoba. Asik melihat wajah mereka yang antara senang tapi takut jatuh, padahal ada pengaman yang enggak bakalan bikin mereka jatuh (-__-,). Tapi lain soal kalau takut ketinggian 😀

sky bike baturraden

Sore hari, selepas puas bermain air dan sky bike, para blogger kembali ke vila untuk beristirahat dan bersiap diri untuk acara ramah tamah dengan pihak Palawi. Menu makan malam disediakan dengan aneka menu masakan ‘desa’, plus mendoan yang khas sini. Tak lupa ikut meramaikan acara malam ada api unggun. Kalau dari teras vila, bonus pemandangan kota Purwokerto… Bener-bener yah, lokasi vila ini sangat cocok buat yang mau berlibur…

makan malam di villa

Paginya, seluruh peserta diajak untuk trekking ke Pancuran Telu dan Pancuran Pitu. Mestinya sih berangkat jam 05.30 tapi sepertinya semuanya bangun kesiangan karena terlalu nyaman tidur di vila :D. Alhasil, baru berangkat jam tujuh kurang hahaha…

blogger piknik

Pancuran Telu (Tiga)

Dari vila jalan menyusuri hutan dan sungai, tahu-tahu sudah sampai sisi dalam Wanawisata Baturraden. Pancuran Telu berada di dalam lokawisata Baturraden, tiket masuk IDR 13.000 per orang. Di sini ada kolam untuk berendam air hangat yang mengandung belerang. Disediakan juga kamar mandi untuk berbilas. Saya lupa, kapan terakhir kali ke sini karena sudah sangat lama, yang jelas sekarang ada tempat yang dipakai untuk pijat maupun lulur belerang lebih luas.

Melanjutkan perjalanan melewati hutan menuju Pancuran Tujuh. Salut sekali sama Mba Wening yang baca anaknya, karena trekking lumayan bikin ngos-ngosan tapi tetap semangat. Kami pun sempat berhenti lama di rest area, dan disuguhi es badeg (air nira) segernya seketika menghilangkan capek dan dahaga. Buat yang ingin tahu tentang badeg bisa klik di sini.

Nikmat lagi karena sarapan pagi datang berupa nasi bungkus daun jati. Wah ini mengingatkan saya sama oleh-oleh ortu kalau habis ‘kondangan’ pasti dapat lauk pauk yang dibungkus dengan daun jati. Menu sarapan oseng klika (kulit singkong), oseng kedelai hitam, dan telor balado. Baru kali ini tahu kalau kulit singkong pun bisa dimakan… Makan di tengah hutan pinus yang menjulang ramai-ramai memang nikmatnya dobel.

sarapan enakjpg

Pancuran Pitu (Tujuh)

Kenyang sarapan, sudah ada angkutan yang membawa ke parkiran Pancuran Pitu. Angkutan ini biasanya tersedia di Terminal Baturraden, dengan tarif jauh dekat IDR 10.000. Meski kemarin naik angkutan hanya 300 meteran menuju parkiran, tapi lumayanlah buat mengurangi capek. Untuk masuk ke Pancuran Pitu, dikenai biaya IDR 13.000 per orang. Dari loket kita hanya perlu menurunin tangga, hahaha jadi ngebayangin pulangnya yang mesti naik tangga lagi 😛

pancuran pitu Baturraden

bukit belerang

Selesai mengambil foto, saya mengajak Devi buat pijat belerang. Tarifnya mulai IDR 10.000 untuk pijat kaki, sedangkan yang kompilt IDR 30.000. Kaki yang tadinya pegal habis jalan, jadi enak karena pijatan plus rendaman air belerang. Sayangnya kurang lama (>_<).

pijat belerang

Sambil menunggu yang lain, makan sate ayam… biar cukup tenaga buat balik ke vila huehehehe padahal naik mobil nantinya.

sate

Sampai vila, makan siang sudah tersedia. Nasi ‘bancakan’…. sedaaaapppp….

Taman Labirin

Taman Labirin berada di sebelah vila, dan Palawi mengajak peserta blogger untuk main games ; mengambil bendera di dalam. Seru banget karena harus kompak dalam bermain tim, dan yang jelas tidak boleh tersesat 😀

taman labirin

Keseruan acara blogger hari itu pun berakhir, senangnya diajak Palawi untuk menikmati beberapa objek wisata di Baturraden dan menginap di vilanya.

Blogger Goes To Palawi ini diselenggarakan oleh Palawi Resorsis
Baturraden, dan disponsori oleh Rumah Makan Putri Gunung Baturraden
serta Lili Chicken Baturraden. 

Info Harga Tiket Wisata Di Baturraden

Berikut adalah info mengenai tarif masuk tiket wisata yang dikelola oleh Palawi Resorsis Baturraden :

harga tiket wisata di baturraden

 

Iklan

Menulislah saat…

coffee

Selalu saja begini…

Kalau ada banyak tulisan yang mesti dibikin. Alih-alih segera menyelesaikan, malah pilih nulis ngasal seperti sekarang ini. Mungkin sebenarnya hanya perihal bingung mana dulu yang mesti ditulis 😀

Biar masing-masing tema tidak saling berebut, maka tidak memilih semuanya. Hahaha ini sih alesan saja yaks… Tapi sebenarnya saya sedang ingin menulis, biar kepala tidak meledak.

Jadi, selain menghadap laptop, ditemani kopi, juga ngerusuh di pesan instagram. Semoga yang dirusuhi tidak baca tulisan ini 😀 karena sesungguhnya membahas remeh temeh saat suasana hati tidak jelas kadang ngeselin, dan membingungkan *lha bukannya memang saya selalu ‘mbingungi’ yah buat kebanyakan orang.

Penyaluran semacam ini jangan-jangan cuma saya saja yang ngalamin yah?

 

Kopi Toko Djawa Di Braga

Tempat ini langsung menarik perhatian begitu kaki akhirnya sampai di trotoar Jalan Braga. Tak jauh dari gang kecil yang sempat saya lewati tadi, mengikuti arahan Google maps akhirnya Kopi Toko Djawa itu muncul. Saya langsung tersenyum, panas terik Bandung seolah tidak lagi saya hiraukan.

Sebelum berubah menjadi kedai kopi, dulunya ini adalah Toko Buku Djawa yang ada sejak tahun 1955. Sayangnya tidak bisa bertahan dan akhinya tutup pada tahun 2015.  Pada masanya, toko buku ini sangat terkenal dan dijadikan rujukan pelajar bahkan konon BJ Habibie dulunya adalah salah satu pelanggannya. Wow!

Kedai kopi atau coffeeshop ini baru buka bulan Desember 2017, dan berhasil menarik para penikmat kopi baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang kebetulan singgah di Bandung. Yang jelas sih meski baru melihat dari depan, saya sudah suka dan makin penasaran… 🙂

Memasuki toko langsung tampak ada bangku dengan sekat yang juga difungsikan sebagai meja kecil. Lalu lurus pintu adalah tempat untuk memesan menu sekaligus tempat membayar (kasir). Ada juga bêberapa cake dan roti yang sebagai teman ngopi yang bisa dipilih. Harga menunya mulai dari IDR 15.000 – 35.000, masih sangat terjangkau.

Pengelola yang sekarang namanya Mas Alvin Januardi sengaja tidak ingin banyak merubah bentuk tokonya. Jendela dengan kaca besar, pintu kayu, dan bentuk ruangan yang masih sama. Hanya saja hampir di tempat duduk diberi aksen kain etnik yang juga beberapa buku atau pernik lainnya, yang menambah makin ciamik dan sangat instagramable. Saya sendiri merasa betah berlama-lama untuk mencoba membaca buku dan memotret… *aslinya sih tangan tak mau berhenti memotret hehe

Di sisi tengah ada dua meja besar yang bisa digunakan untuk menikmati kopi juga, saya pun memilih duduk di sini karena bisa memotret dari segala arah hanya dengan duduk manis. Dan di pojok belakang ada ruangan kecil yang difungsikan untuk berjualan pernak-pernik, mulai dari dompet, gantungan kunci, hiasan meja atau dinding, kaos, dll.

Mendengar penjelasan singkat sejarah kedai kopi ini saya jadi merasa beruntung karena setelah dari Warung Kopi Purnama saya melanjutkan jelajah kopinya ke Toko Kopi Djawa. Tempatnya nyaman, mau beneran menikmati kopinya, mau sambil baca, atau sekedar kongkow di sini… Sayang, saya tidak bisa lama karena harus siap – siap pulang ke Purwokerto. Tapi seriusan suatu saat bakal ke sini ajak travel mate dan teman – teman saya yang suka ngopi 🙂

Beberapa kedai kopi atau coffeeshop yang kemarin saya coba di Bandung bisa dibaca di sini….

Kopi Toko Djawa
Jalan Braga No 79 Bandung
Buka setiap harinya mulai pukul 10.00 – 22.00 wib
IG : @kopitokodjawa

 

Jelajah Kedai Kopi (Coffeeshop) Di Bandung

Lama tidak ke Bandung, akhirnya saya sempatin saat minggu kedua bulan April. Berhubung sangat singkat saya pun hanya bisa menjelajah beberapa kedai kopi atau coffeeshop yang ada di Bandung. Sayang tidak bisa semuanya, selain tidak kuat minum kopi banyak-banyak juga sangat berat buat kantong hehe…

Ini nih beberapa kedai kopi yang kemarin disinggahi :

Tempat ngopi satu ini pasti buat penggemar buku, musik, atau film bakalan sangat cocok. Karena di sini semuanya bakalan kalian temukan. Berlokasi di Jalan Hegarmanah 52 Bandung, telepon 087824281152. Buka mulai pukul 10.00 – 20.00 wib (Senin-Sabtu), pukul 11.00 – 18.00 (Minggu), dan tutup tiap harı Selasa.

Sebelum masuk ada loker yang buat menaruh tas atau jaket. Masuk ruang pertama ada rak berisikan buku yang dijual, juga kaset atau CD berisi lagu yang juga dijual. Oh iya, di Kineruku banyak pernak-pernik juga kok. Mungkin kalau bingung mau kasih hadiah apa, bisa ke sini buat cari :). Ada meja besar yang bisa kita pakai buat ngopi atau baca. Ada ruang lain juga kalau mau yang lebih sunyi buat mengerjakan tugas atau serius baca sambal ngopi. Dan ada juga halaman belakang buat yang ingin lebih santai …

Menunya beragam, tidak sekedar kopi tentunya. Juga ada menu camilan atau menu berat biar mengusir kelaparan hehe. Harga minuman mulai dari IDR 6.000 – 27.000, sedangkan makanannya harganya mulai IDR 18.000 – 35.000.

Kalau yang bawa kamera DSLR akan dibatasi tanya boleh dua kali jepretan foto saja, jadi tidak bisa maksimal deh, sayang banget ya dah jauh-jauh padahal. Di sini kalau kalian mau jadi anggota biar bisa pinjam buku juga bisa. Dan kadang juga diadakan acara di Kineruku. Info soal Kineruku juga bisa dilihat di web Kineruku …

Tempat ini menjadi tempat wajib deh, biar merasakan ngopi ala jaman dulu. Karena warung kopi ini ada sejak tahun 1930an. Konon tempat ini menggunakan Kopi Aroma Bandung yang tersohor itu (sayang nih kemarin kelupaan tanya pegawainya pas ke sana). Dari mulai awal berdiri hingga sekarang Warung Kopi Purnama tokonya masih sama, jadi beberapa foto atau peralatan jadul bisa kita temui di sini. Sebenarnya tempat ini dibangun tahun 1923 oleh Jong A Tong yang berasal dari Medan. Makanya tak heran kalau tempat ini bangunannya sangat kental dengan gaya Tionghoa Melayu.

Menu andalan di sini kopi susu dan roti selai srikaya, selain itu banyak menu lainnya yang bisa kita pilih seperti nasi goreng, soto, lontong cap go meh, rawon, nasi timbel, baso pangsit, es cincau, es kolang-kaling, dll. Harga menu makanan dan minuman di sini berkisar antara IDR 5.000 – 45.000.

Alamat warkop ini di Jalan Alkateri No. 22 Bandung, telepon (022)4201841. Buka setiap harinya mulai pukul 06.30 – 22.00 wib, cocok banget nie yang mau sarapan plus ngopi pagi :).

Saya pun akhirnya mencoba dua menu andalannya… kalau buat saya yang suka kopi, kopi susu di sini terlalu manis, tapi tetep sih bisa kita nikmatin di kala pagi hari…

Dari Warung Kopi Purnama saya jalan kaki tidak ada 10 menit melewati gang kecil dan akhirnya langsung sampai di Jalan Braga. Tempat ketiga ini namanya Kopi Toko Djawa, baru empat bulan buka (Desember 2017) tapi langsung banyak menarik perhatian.

Bandung yang panas sepertinya langsung bikin saya senang bukan main pas sampai di Jalan Braga 79 Bandung. Tempat kecil ini memang coffeeshop yang ciamik, hehe… Suka saja sama desain interiornya. Di ujung belakang ada tokonya juga lho yang jualan perk-pernik gitu. Sedangkan sisi depan dua meja besar dengan buku yang sengaja ditata acak yang bisa kita baca gratis.

Selain kopi, menu makanan hanya berupa cake atau roti saja. Kopi andalan di sini adalah es kopi dengan gula jawa (es kopi toko djawa atau es kopi awan). Harga menunya IDR 15.000 – 35.000. Huhuw sayang nih rasa rotinya bias saja, dan harga kopi seduhnya (manual brew) di sini mahal IDR 35.000 (dompet lagi tipis bangetttt hehe)…

Tempat ini setiap sudut semacam bikin saya ketagihan buat motret :D. Sayang sekali saya sendirian, coba kalau ada teman bakalan jadi korban ‘model’ dadakan saya, fiiuuhh…. Tapi kalau diajakin ke sini lagi saya bakalan mauuuu pakai banget >_<

Cerita lanjut soal kedai ini ada di sini

Selain Warung Kopi Purnama ada satu tempat yang kemarin sempat dikunjungi (buka sejak pagi), namanya Coffee and John. Lokasinya berada di Jalan Naripan 99 Bandung, telepon (022)84288980. Bersebelahan dengan Kedai Kopi 170, dan buka mulai pukul 07.00 – 23.00 wib setiap Senin – Jumat, pukul 07.00 – 24.00 wib untuk hari Sabtu – Minggu.

Menunya tidak hanya kopi, tetapi ada juga non coffee. Sayang nih berhubung sudah kenyang saya hanya memesan kopi. Bahkan karena terlalu asik memotret sampai lupa buat mencatat harga menu-menunya 😦

Tempatnya yang jelas bagian depan sangat rindang karena banyak pepohonan, jadi sangat nyaman buat nongkrong pagi atau sore hari sambil ngopi… 🙂

Tim where to eat pergi sendirian jadi kurang banyak menjelajahnya nih, Devi masih sibuk dengan kerjaannya. Jadi, buat kalian kalau ada referensi kedai kopi atau coffeeshop Bandung untuk saya cobain pas ke Bandung lagi boleh lho tulis di komentar…

Thanks Genduk dan Gilang buat referensi tempat ngopinya ….  :*

 

Penculikan Ke Kedai Kopi Semarang

Membicarakan tentang penculikan memang ngeri-ngeri sedap. Jangan dibayangkan penculikan tersebut berupa mengajak paksa dengan obat bius atau dimasukkan ke karung. Kali ini saya dengan rela mau diculik… Semacam pasrah, atau bahkan kegirangan 😀

Sebutlah Kak Je dan Ngobrolinjejak yang tetiba DM hendak menculik. Penculiknya memang sopan banget, mau nyulik tapi tanya dulu apakah saya bersedia atau enggak haha… Lalu disepakati kalau saya diculik di mall.

Awalnya, saya ngebayangin mau diculik terus diajakin shopping (secara, saya bulan ini kebetulan ultah ya kali mau dikasih kado hahaha). Ternyata Kak Je kemudian DM kalau ada di depan mall, nugguin saya… (-__-,) eh lha berasa pesan ojek online, saya celingak-celinguk dan menemukan sosok penculik yang sedang menunggu di atas motor.

Sepanjang perjalanan saya cuma diajak bicara tentang ; sudah pernah ke daerah ini belum?. Yah, hafal jalanan Semarang saja enggak (v_v’). Rupanya saya diputer-puterin dan berujung ke Jalan Dewi Sartika Raya No. 5, Semarang. Itu lho tempat ngopi yang juga menyediakan peralatan & perlengkapan kebutuhan kopi.

Begitu sampai di KnK Koffee Resources sudah ada Ngobrolinjejak. Tempat ini sudah langsung bikin saya buka tas untuk mengambil kamera dan memulai asik dengan sendirinya, sampai melupakan kehadiran para penculik hahaha… 😀

Meski kecil, tempat ini sangatlah menyenangkan suasananya… Dan saya suka 🙂

teman ngopi

teman ngopi - di semarang

Saya pun pesan Gayo Aceh Wine dengan metode seduhan V.60, coffee latte, plus kentang goreng. Penculikan ini memang menyenangkan, buat kenang-kenangan bahkan saya meminta para penculik jadi model saya. Dan mereka tidak bisa menolak hihi… 😛

knk koffee semarang

knk koffee resources semarang

 

Sedang asik-asik berdialog, muncul Devi yang konon ‘minggat’ dari kantor sebentar. Dari panas terik hingga turun hujan, dari meja satu sampai meja lainnya yang dicoba di KnK Koffee… semuanya berujung sama ; bungah (bahagia). Karena biasa diPHP sama Devi hendak diajak ke sana-sini tapi tidak juga terlaksana, penculikan macam ini bagaikan oase.

teman ngopi di semarang

Kabar baiknya, saya besok mau diculik lagi… entah ke mana, saya sudah membayangkan yang seru-seru lagi :).

Di Hotel Whiz Cilacap Ada Layar Tancep

Where to sleep kali ini masih di Kabupaten Cilacap dengan travelmate Devi. Yah, secara Cilacap ini merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang paling luas jadi sudah barang tentu untuk explore tidak cukup satu dua hari :|. Tapi teman kami Faiz baik sekali mencarikan kami tempat buat menginap…

whiz hotel cilacap

Bangunan hotel dominasi warna putih ini terletak sangat dekat dengan alun-alun Kota Cilacap. Pulang dari menjelajah Pulau Nusakambangan, sore itu langsung meluncur ke Hotel Whiz untuk langsung check in ditemani Pras dkk (Faiz masih bekerja). Devi yang sudah lapar tapi cuaca begitu cetar akhirnya pasrah memilih tidur, kalau saya sih langsung mandi dan berusaha cari hiburan TV.

Kamar yang kami tempati ada di lantai dua, terdapat TV LCD, air mineral (sayangnya tidak ada coffee maker). Begitu masuk kamar sisi kanan kiri merupakan kamar mandi dan toilet yang terpisah. Dari fasilitas kamar yang paling saya suka TVnya, karena banyak channel pilihan yang bisa kita lihat.

whiz hotel - room

Menjelang maghrib Faiz datang ke hotel buat menemani makan malam (plus makan siang yang tertunda). Dari staf hotel kami diberitahu kalau setiap Jumat – Minggu di Hotel Whiz selalu ada pemutaran layar tancep dan angkringan. Biasanya film yang diputar adalah film Warkop DKI, dari pukul 19.00 – 22.00 wib.

Whiz Hotel merupakan hotel bintang dua, dengan pilihan kamar ; standard room dan superior room. Selain itu tersedia juga fasilitas lain seperti resto, spa, dan ruang pertemuan / rapat.

whiz hotel - layar tancep

Oh iya kalau mau menonton film, pemutarannya di ruang resto hotel.  Gratis bagi tamu hotel maupun umum, bahkan dapat kopi atau teh gratis lho… Pengunjung juga bisa menikmati menu angkrigan yang dijual di depan resto. Kami bertiga pun menyempatkan untuk melihat layar tancep sebelum keliling Kota Cilacap mumpung cerah.

whiz hotel - angkringan

Paginya, berhubung semalam pulang dini hari saya dan Devi kesiangan untuk sarapan. Saat kami turun jam 09.00 wib ternyata hampir semua makanan sudah habis meski masih ada waktu satu jam sebelum batas sarapan habis :(.

Buat yang sedang menikmati Kota Cilacap, dan menghendaki penginapan yang dekat dengan alun-alun kalian bis amemilih Hotel Whiz jadi pilihan kalian lho… Selain terjangkau, pelayanan di sini pun ramah dan sangat membantu jika kita ada kesulitah 😉

Saatnya where to sleep check out dari hotel dan melanjutkan perjalanan mencoba kuliner di Cilacap… Jangan lupa follow IG @olipe_oile dan @devidhede yang ingin tahu cerita seru kami :*

 

Hotel Whiz Cilacap
Jl. Sudirman No 20 Cilacap
Telp 0282 5390888
Email reservation.whscilacap@whizhotels.com
Web : whizhotels.com
IG : @whizhotelcilacap
 

The Village Purwokerto, Wisata Baru Yang Wajib Dikunjungi

the village purwokerto

Kalau lihat foto di atas mungkin tidak akan menyangka kalau lokasinya ada di sekitar Purwokerto. Yup!! Tempat wisata baru ini memang sedang sangat populer dibicarain dan banyak terlihat di linimassa Instagram… Tempat wisata yang sengaja dikonsep seperti bangunan rumah bergaya eropa ini menjadi daya tarik karena banyak spot yang instagramable.

Biar ikutan kekinian juga, saya pun memilih ke sana saat baru buka. Rupanya pemikiran saya kalau masih awal bakalan sepi ternyata meleset, karena parkiran motor dan mobil sudah banyak yang terisi 😀

sepeda antik - the village

Cara Menuju Ke The Village

The Village Purwokerto berada di Jalan Raya Baturraden KM 7, Rempoah, Purwokerto. Kalau dari terminal bisa langsung menggunakan angkutan warna hijau jurusan Baturraden, sedangkan kalau dari stasiun bisa ikut angkutan K2 turun di RS Bedah Jatiwinangun lalu jalan kaki 100m sampai perempatan Hotel Aston kemudian dilanjut dengan ikut angkutan warna hijau jurusan Baturraden. Kalau yang tidak mau repot bisa dengan aplikasi Gojek atau Grab.

Lokasi The Village berada di kanan jalan raya, sangat mudah ditemukan jadi tidak usah khawatir kalau nanti kesasar ;).

the village baturraden - purwokerto

Jam Buka & Tiket Masuk The Village

Wisata ini buka Hari Rabu hingga Senin, jadi setiap hari Selasa tutup. Buka mulai pukul 10.00 – 21.00 wib (weekdays) atau pukul 10.00 – 22.00 wib (weekend). Untuk tiket masuk selama masih promo Rp 10.000 (weekdays), Rp 18.000 (weekend). Bagi rombongan akan diberi diskon, minimal jumlah rombongan yaitu 50 orang. Tempat ini juga lho buat prewedding atau pemotretan lainnya, info lebih lanjut langsung menghubungi pihak ke The Village…

fasilitas the village purwokerto

Wahana Di The Village

Kalau kalian termasuk anak jaman now yang suka foto, tempat wisata ini sangat cocok buat kalian. Termasuk untuk keluarga yang punya anak kecil, kenapa? Karena di The Village ada ;

  • Area Bermain Dalam Ruangan (tiket Rp 27.000)
  • Ecoforest Adventure
  • Bird Dome (tiket Rp 10.000)
  • Peternakan Mini
  • Paddle Boat (tiket Rp 10.000)
  • Berkuda (tiket Rp 5000)
  • Lovelock (tiket)
  • Mobil Antik (tiket Rp 10.000)
  • Labirint Shipventure

wahana di the village purwokerto

The Village mencoba memadukan sebagai tempat wisata sekaligus seni, pendidikan, budaya, serta hiburan bagi para pengunjung. Dan kabarnya nanti juga akan ada wahana lain yang akan ditambah… \(^^)/

Oh iya, kalau mau ke The Village tidak diperkenankan membawa makanan atau minuman dari luar, karena di dalam sudah ada foodcourt jadi tenang saja tidak akan kelaparan apalagi kehausan.

foodcourt dan coffeeshop - the village purwokerto

Satu hal lagi nih, tidak ada salahnya membawa payung atau topi, karena cukup panas di sana. Maklum pohon-pohon ada yang belum rindang karen masih sangat baru. Saya yang sampai lokasi jam 10.20 wib pun sukses mandi keringat hehe… Yang favorit nih di coffeeshop, foodcourt, Queen Bakery, dan Gelato Point, soalnya adem hehe…

Mau foto prewedding atau ingin bertanya seputar The Village Purwokerto? Bisa menghubungi Bu Sumi 081282438100 atau Pak Giat 08112826168.

 

The Village Purwokerto
Jl Raya Baturraden KM 7 Rempoah
Telp (0281) 6512271