Bye Olipeoile

Pertama kali dikabari seorang teman kalau blog olipeoile.com tidak bisa dibuka itu… panik! Iya, karena saat itu ada link yang harus saya share dan posisi ada di Ambon. Kepala rasanya ‘kemod-kemod’… tahu kan maksudnya? Setelah itu mencoba berfikir positif, kalau sekedar error biasa. Mengingat itu akhir Desember, akhirnya baru bisa ditanyakan dengan jelas saat Januari.ย 

Usut punya usut ada hacker yang masuk lewat ‘tema’ blog gratis yang saya pakai. Dan praktis saya tidak bisa masuk ke blog sendiri. Beberapa teman mencoba membantu untuk memperbaiki, dan waktu itu alhamdulillah bisa diakses… Tapi tulisan tujuh bulan terakhir ternyata hilang bahkan sewaktu dicek di archieve.org pun tetap tidak ada. Hanya menyisakan tulisan (tidak semuanya) saat masih awal membuat blog, satu setengah tahun pertama saja.

Saya memilih kembali menulis di blog ini… Oh iya, saking bingungnya karena harus perpanjangan domain, tahun lalu tetap saya perpanjang. Dan beberapa kali berulang susah masuk ke blog sendiri. Lama-lama pasrah, huhuw…ย 

Tahu kan rasanya mempertahankan hubungan, tapi ternyata tidak membuahkan hasil? Pokoknya rasanya seperti itu *eh….
Tanggal 4 April kemarin adalah batas pembayaran untuk perpanjangan domain lagi. Tapi, dengan terpaksa saya abaikan. Sedih iya, tapi mungkin karena setahun terakhir sudah ‘persiapan’ untuk akhir yang buruk, setidaknya tidak sesedih seperti hubungan saya kemarin… *hyaaa, numpang curhat ๐Ÿ˜ฆย 

Buat olipeoile.com, selamat tinggal….
Terima kasih sudah membantu, sudah jadi tempat berbagi tentang banyak hal, meski singkat tapi akan tetap melekat….ย 

Iklan

Serunya Ngopi Bareng KAI #3, Bikin Nagih!

Bahagia….
Mungkin itu ungkapan yang pas mewakili keseruan selama dua hari terlibat di acara Ngopi Bareng KAI #3. Buat saya yang memang penikmat kopi, diajak ikut langsung ya semacam dikasih durian runtuh, udah gitu boleh ngopi sepuasnya lagi :D. Belum apa-apa di grup sudah heboh soal blogger / vlogger bakal ditugasin di mana atau ikut kereta api ke mana. Kebetulan saya mendapat tugas buat ikutan bagi-bagi kopi di KA Purwojaya, kereta api dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Gambir pergi pulang.

Berhubung KA Purwojaya berangkat sore, pagi hingga siang saya puas-puasin ngopi dulu di area Stasiun Purwokerto. Dan khusus Purwokerto, barista yang terlibat tidak hanya dari kota ini lho, ada dari Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, juga dari Bumiayu, total ada 36 barista. Mereka bakal melayani masyarakat dari jam 09.00 hingga 21.00 wib. Tentu saja semuanya GRATIS!!

Berikut daftar barista (kedai kopi) yang ikut terlibat di kegiatan Ngopi Bareng KAI #3 di Stasiun Purwokerto ; Kopi Mak Rom, Kopi Lemah Abang, Kopi Bismo, Lolana, Kolektif, Berkawan, Wiexsoe, Mbah Krajan, Ngene, Momobae, Magenta, Recovery, Kopi Kulon, Leco Bumiayu, Kopisoten.

ngopi bareng kai di stasiun purwokerto

Bekerja sama dengan Komunitas Kopi Nusantara, tahun ini jumlah barista yang terlibat di kegiatan ini ada 200 barista. Wow, banyak banget yaaa…. Barista tersebut ada yang bertugas di stasiun, dan juga di atas KA. Masyarakat dan penumpang KA yang ingin mendapatkan kopi gratis ini cukup menunjukkan aplikasi KAI Access yang sudah terinstall dan terdaftar di ponselnya kepada petugas di area festival di stasiun dan di kereta api.

Sebagai konsumen setia pemakai kereta api, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rupanya hal ini dilakukan karena melihat antusiasme masyarakat terhadap gelaran festival Ngopi Bareng KAI jilid 1 dan 2 di tahun 2018 lalu yang begitu tinggi. Oleh karena itu, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menggelar acara serupa dengan tagline Ngopi Bareng KAI #3 – Enjoy Your Journey With Indonesian Coffee.

Acara tersebut diselenggarakan selama dua hari yaitu Senin-Selasa, 11-12 Maret 2019 yang dibuka oleh Direktur Komersial KAI, Dody Budiawan, di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang. Sebagai informasi, pada Ngopi Bareng KAI jilid 2 tahun lalu, KAI mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Indonesia dengan predikat sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggaraan Pembagian Kopi Terbanyak di Kereta Api dan Stasiun”.

Pada acara tahun ini, masyarakat dan penumpang kereta api dapat menikmati kopi gratis yang KAI siapkan sebanyak total 50.000 cup di 17 stasiun di 15 kota dan di 36 nama KA. Ketujuh belas stasiun tersebut adalah Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, Palembang, Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Jember, Medan, Padang, dan Tanjung Karang.

Oh iya, saat berkesempatan mengikuti KA Purwojaya saya tidak sendirian, ada Mas Arangga dan Mas Setiawan Efendi. Mereka ini barista yang bertugas menyiapkan kopi buat penumpang KA Purwojaya di restorasi. Tidak hanya kondektur dan petugas KA yang senang dengan acara ini, beberapa penumpang yang sempat saya ajak berbincang bahkan sangat senang dan berharap kegiatan ini rutin.

Keseruan ngopi di KA Purwojaya :

ngopi bareng kai - ka purwojaya

Berhubung ini pengalaman saya yang pertama, bisa ikutan terlibat langsung di atas kereta saat acara Ngopi Bareng KAI #3 ini tentunya menjadi hal yang bikin saya ketagihan hehe… Saat gerbong restorasi kosong, saya manfaatin buat baca dan tentunya ditemani dengan kopi buatan barista. Dan tidak terasa 10 jam lebih saya mengikuti jadwal KA Purwojaya, kembali ke Stasiun Purwokerto.

Sampai ketemu di Ngopi Bareng KAI selanjutnya… \(^_^)/

 

 

Mencoba Rute Baru Kampung Kali Bersukaria Walking Tour Semarang

Soal jalan-jalan, saya termasuk orang yang mudah goyah *halah, apalagi kalau pas waktunya ‘jodoh’. Sabtu malam sebelum tidur saya mencoba mengisi link yang dikasih teman saya Arimbi untuk ikut acara Bersukaria Walking Tour yang hendak memperkenalkan rute baru : Kampung Kali.

Semua peserta berkumpul di depan SMC RS Telogorejo, saya ikut tim pertama yang berangkat yang dipimpin oleh story teller Pratiwi Saraswati (Tiwi). Oh iya, sebenarnya sudah disaranin untuk membawa topi atau payung. Berhubung tidak punya, saya nekad pakai jaket hoodies yang warna hitam. Hahaha, iya… saya sudah membayangkan panasnya Semarang ditambah jaket hitam. Semacam kombinasi pas untuk sauna!

bersukariawalk - kak tiwi

Lang Tjhwan Hoa Ie Wan (SMC RS Telogorejo)
Dulunya merupakan poliklinik Tionghoa bernama Poliklinik Gang Gambiran yang berdiri pada 1 Desember 1925. Pada tanggal 16 November 1928 berubah menjadi Poliklinik Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan. Kata Ie Wan berarti RS, sedangkan Lang Tjhwan dapat diartikan Semarang, sehingga Lang Tjhwan Tiong Hoa Ie Wan dapat diartikan sebagai RS Tiong Hoa di Semarang. Dan pada tahun 1951 oleh Yayasan Kesehatan Telogorejo secara resmi dirubah menjadi RS Telogorejo.

Saya baru satu kali ke dalam SMC RS Telogorejo, waktu itu menemani teman yang hendak periksa di poli. Sempat muter-muter cari parkiran. Dan di dalamnya memang mewah sih, tidak banyak antrian juga. Bahkan kalau lapar di bawah ada beberapa resto, food court, bahkan transmart.

Depan SMC ada sungai (kali) kecil, kami diajak menyusuri kali hingga sampai ke sebuah sekolahan… masih mendengarkan Kak Tiwi bercerita tentang kali. Kampung Kali yang kami telusuri ada patahan kali, yang dulunya tersambung atas – bawah, bagian atas untuk irigasi sedangkan yang bawah untuk saluran pembuangan.

Be Biau Tjoan (SMP 3 Semarang)
Sebelum tahun 1950 bernama Be Biau Tjoan yang setara dengan HCS (Hollands Chineese School). Baru setelah tahun 1950 berubah menjadi SMP 3. Dahulunya masyarakat setempat menyebut sekolah ini dengan sebutan ‘Gupon Doro’ yang artinya kandang dara (rumah burung merpati).

Trotoar di sebrang SMP 3 untungnya sangat rindang karena banyak pohon. Saking riangnya peserta diajak nyanyi bareng lagu Bersukaria karya Soekarno *suara sumbang saya, untungnya ketutup sama suara lainnya ehe…

Jamu Jago
Tahu dong salah satu jamu yang tderkena dan tertua di Indonesia, iyes… salah satunya Jamu Jago. Didirikan pada tahun 1918 oleh Phoa Tjong Kwan (T.K Suprana) dan istrinya Tjia Kiat Nio atau dulunya sering dipanggil Mak Jago. Makanya jamunya pun dilabeli Jamu Jago.

Generasi kedua membawa kejayaan Jamu Jago waktu dipimpin oleh Panji Suprana. Sekarang Jamu Jago sudah sampai generasi keempat.

bersukariawalk semarang

Pabrik Rokok Tjap Oepet Tambang
Pemiliknya bernama Ong Tjwie Tien, pabrik ini memproduksi rokok Tjap Pompa dan Tjap Oepet Tambang. Pabrik rokok ini memasok tembakau dari Temanggung. Namun, pabrik ini sayangnya harus tutup karena pemiliknya mencoba bermain saham di Wall Street dan menyebabkan bangkrut.

Sekolah Mataram
Satu-satunya sekolah di Jalan Mataram yang menyandang nama Mataram. Sebelum menjadi sekolah, dulunya tempat ini merupakan sebuah hotel atau penginapan.

Gedung Sarikat Islam
Lokasinya berada di kompleks rumah penduduk, jadi mungkin banyak orang yang tahu apalagi kondisinya sekarang sudah direnovasi. Gedung ini dahulunya digunakan sebagai markas Sarikat Islam (SI), dan pembangunan tempat ini merupakan hasil ‘saweran’ dari masyarakat sekitar. Kemudian digunakan menjadi markas pergerakan kemerdekaan Indonesia di Semarang. Sempat menjadi dapur umum juga waktu masa pertempuran lima hari.

Rumah Kantong
Rumah kuno dengan posisi ‘ngantong’ atau di ujung jalan, biasanya ada di kampung-kampung tua. Rumah kantong biasanya dimiliki oleh saudagar kaya dan tuan tanah di kawasan tersebut.

Siapa menyangka, kalau mau ‘blusukan’ ternyata masih ada Rumah Kantong di Semarang!

Ruko Bekas Undip
Salah satu ruko di kawasan Semarang ini memiliki sejarah panjang. Awalnya merupakan gedung bioskop Gelora (1930), kemudian dipinjamkan pada Universitas Semarang (cikal bakal Undip) pada tahun 1957. Sebelum menjadi universitas negeri ternyata Undip dulunya merupakan universitas swasta, dan baru pada tahun 1960an berubah menjadi negeri.

Pabrik Rokok Beras Tuton
Ada satu pabrik rokok lagi yang kami singgahi. Pabrik ini satu masa dengan rokok Tjap Oepet Tambang dan Prahu Lajar, sekitar tahun 1900an. Waktu itu industri rokok memang sedang gencar-gencarnya di Semarang.

Sampai saat ini, pabrik ini masih diproduksi, namum lokasinya pindha ke Kaligawe. Tuton berasal dari kata ‘nutu’ yang artinya menumbuk padi. Diberikan merk seperti itu karena pangsa pasar mereka adalah masyarakat pedesaan yang kebanyakan sebagai petani atau berkebun.

bersukaria tour

Prince House Cafe
Konon tempat ini merupakan pionirnya kafe nongkrong di Semarang yang menyajikan menu western food. Sempat pula menjadi tongkrongan gaul beberapa tahun lalu. Sayangnya, pas ke sana tempatnya tutup karena masih pagi.

Sekolah Karangturi
Tahun 1929 dikenal dengan Holland-Chinese School Chung Hwa Hui. Setelah kemerdekaan sempat menjadi Sekolah Negeri Karangturi (1946), lalu pada tahun 1970 pihak yayasan meminta agar menjadi sekolah swasta saja.

Stadion Diponegoro
Waktu sampai tempat ini, ada banyak sekali penjual makanan sampai barang kebutuhan sehari-hari. Dan memang setiap hari Minggu pagi, sekitar Stadion Diponegoro ramai oleh pedagang ‘pasar tumpah’.

Stadion Diponegoro dulunya stadion olahraga terlengkap dengan velodrome atau lintasan sepeda balap (1934). Dibangun oleh swasta sebelum diambil alih oleh militer setelah kemerdekaan.

Ventura Foodcourt
Siapa sangka tempat kuliner ini merupakan bekas kolam renang atau Gementeelijk Zwembad yang dibangun pemerintah. Kolam renang tersebut dibangun dengan standar olimpiade, diarsiteki oleh Liem Bwan Tjie yang merupakan arsitek Tionghoa terkenal saat itu.

Tempat ini tutup tahun 1999, sempat terbengkalai sebelum akhirnya disulap menjadi foodcourt seperti sekarang ini.

bersukariawalk rute kampung kali

Ventura Foodcourt menjadi tempat terakhir rute Kampung Kali hari itu, dengan total jarak 3 kilometer. Lumayan dong…. tapi seru kok karena jalannya pun santai sambil mendengar penjelasan dari Kak Tiwi.

Buat yang kebetulan sedang di Semarang dan belum ada rencana, tidak ada salahnya kepoin akun IG @bersukariawalk atau langsung ke web bersukariatour.com siapa tahu ada trip menarik yang kalian bisa ikuti.

14

Di luar gerimis…
Alarm dari handphone memaksaku terjaga. Sudah berminggu-minggu sejak kesunyian datang, tidak juga ada petunjuk selain jeda yang makin menganga serta kegundahan yang menumpuk. Berulang kali menyusun keberanian lalu teringat kata-katanya yang serupa peringatan.

Di luar masih gerimis…
Pertanyaan ‘Madre’ yang selalu sama, dan jawabanku yang juga tetap berulang menjadi membosankan. Rasanya ingin memberi jawab yang sedikit keras, bahwasannya tidak perlu menunggu. Kelak, kalau memang ingin pastinya dia juga p.u.l.a.n.g.

Langit di luar memang mendung, sengaja menerobos jalanan saat gerimis. Sepanjang jalan, angka empatbelas menjadi begitu mengintimidasi di kepala. Tidak. Mencoba berbesar hati bahwa angka itu sudah tidak berlaku lagi.


Kebisingan jalanan dan ruang-ruang di mana aku singgahi hari ini membantu. Dan sesungguhnya tidak ada yang lebih baik lagi dari ; makan makanan terbaik dan memanjakan diri sekedar untuk memperbaiki suasana hati.

Betapa tidur lalu bermimpi tentangnya adalah sebuah hadiah terbaik hari ini… ๐Ÿ™‚

DXWR 2 Authentic Food, Ceker & Sayap Kuah Pedasnya Wajib Dicoba!

Tempat kuliner satu ini sebenarnya sudah lumayan lama karena sudah buka sejak 17 September 2018 di Purwokerto, bahkan di Go Food saja sudah bisa kita pesan. Jadi memang ketinggalan banget nih buat nyicipinnya. Mumpung pas imlek kemarin kedatangan teman blogger dari Banjarnegara, sebelum mereka pulang saya paksa dulu nih buat sama-sama mencoba tempat makan DXWR 2 Authentic Food.

Lokasinya mudah kok, DXWR 2 Authentic Food ada di Jl. Gelora Indah 2 No. 25, teleponย 0812454373. Dari pintu utama GOR Satria ke selatan, arah Lapangan Bola Pelopor Satria Mangunjaya. Ancer-ancernya DXWR di kanan jalan, bersebrangan dengan gang menuju Masjid Gelora Indah.

Menunya apa saja?
Mencoba hampir semua menu yang di sini kemarin, dan buat saya yang paling wajib dicoba adalah sayap ayam kuah pedas atau ceker kuah pedas, ceker bakar sambal matah, dan kulit bakar sambal matah. Kuah ayam pedasnya sangat terasa bumbu rempahnya, duh itu nagih banget rasanya… Buat yang tidak suka pedas bisa minta kuahnya tidak pedas kok. Hampir semua menu di sini disajikan dengan sambal matah, dan tidak hanya ayam, ada paru, telor, tahu, tempe.

Percaya tidak percaya sih, ini kali pertama saya mau makan masakan dengan sambal matah bahkan sampai habis ๐Ÿ˜€ haha… Siap-siap kepedesan tapi ketagihan sama enaknya. Berasa nyesel baru ke sana sih (v__v)… Dan soal harga, jelas banget ini sangat terjangkau sama dompet kita ๐Ÿ˜€

Terima kasih Mas Pradna, Mba Idahceris, Rois, dan Sovi yang kemarin sudah ikut seseruan makan di DXWR 2 Authentic Food sampai berkeringat ๐Ÿ˜€

DXWR 2 Authentic Food
Jl. Gelora Indah 2 No 25 (depan gang Masjid Gelora Indah)
Telp 0812454373
IG : @dxwr2_authenticfood

Meriahnya Festival Imlek 2019 Di Java Heritage Hotel

Purwokerto. Menyambut imlek tahun ini Java Heritage Hotel menyelenggarakan acara khusus, Festival Imlek 2019 yang dimulai sejak tanggal 2 – 5 Februari 2019. Acara tersebut terbuka untuk umum, bahkan pengunjung tidak perlu repot untuk membayar HTM karena gratis.

Selain berbagai lomba, hiburan, rumah hantu, juga ada kuliner yang bisa dinikmati oleh semua pengunjung. Uniknya nih untuk pembayaran stand kuliner menggunakan uang Kepeng, jadi sebelumnya kita harus menukar uang kita dengan uang Kepeng. untuk bisa menikmati kuliner yang ada kita mesti menukarkan dulu nih uang di stand penukaran uang. Uang Kepeng logam bernilai Rp 10.000, sedangkan yang kayu bernilai Rp 5.000.

Banyak kuliner yang bisa dipilih. ada sekitar 25 stand makanan – minuman halal. Untuk makanan dan minuman yang tidak halal ada di depan area parkir Cheers Club.

Selain lomba mewarnai, rumah hantu, berikut hiburan yang bisa dinikmati oleh pengunjung di Festival Imlek 2019 : wayang potehie, tongsai, liong, wushu, mentalist show, zoro acrobatic, raminten kabaret show, batik gallery, keroncong mandarin, sand painting, dance, games.

Yang seru lagi, jangan lewatkan hadiah menarik dari Java Heritage Hotel. Saat berkunjung di Festival Imlek 2019 upload foto terbaik kalian. Buat yang beruntung nanti bisa mendapat hadiah lho…. Kepoin saja akun IGย @javaheritagehotel

Fave Hotel Cilacap Dengan Kolam Infinity Pertama Di Cilacap

Kembali ke Cilacap pekan ini secara mendadak, dan kali ini tim where to sleep tidak bersamaย Deviย tetapi mengajak Aditawidya, teman ngopi saya yang suka pasrah kalau diajakin dolan. Sayang nih, Devi lagi sibuk siapkan diri untuk risetnya yang kemarin lolos ke Korea. Dan untuk staycation kali ini kami memilih Favehotel Cilacap.

Perjalanan ke Cilacap kali ini full saya yang bawa motor bolak-balik, takut ada razia karena Aditawidya tidak punya SIM (-___-,). Jadi ya nih kebayang kan, mau minta dia yang bawa takut tiba-tiba ada bapak polisi yang ‘nyegat’ :D. Dan karena ternyata sampai Cilacap selepas dhuhur, begitu sampai Fave Hotel kami meminta early check inย biar bisa istirahat.

Favehotel Lokasinya Stategis
Fave Hotel Cilacap beralamat diย Jl. Budi Utomo No. 38, Cilacap. Berada di pesisir bagian barat daya, dan memiliki akses cukup dekat dengan stasiun serta bandara udara Cilacap. Tidak hanya itu, hotel ini juga berada tak jauh dari Pantai Teluk Penyu yang menjadi wisata primadona di sini.

Fasilitas Favehotel
Tidak seperti Favehotel lainnya yang warna bangunan luarnya biasanya hanya warna merah muda dan putih. Favehotel Cilacap sedikit lebih beragam, karena ada tambahan selain warna khas Favehotel pada umumnya. Hotel bintang dua ini lebih dikenal dengan hotel budget, yang tentunya sangat pas buat dikantong saya ๐Ÿ˜€

Memasuki lobi hotel yang dominan merah muda, saya disambut ramah oleh staf hotel, dan saat minta early check in pun dipermudah.

favehotel - staf ramah

Hotel ini memiliki 108 kamar dengan pilihanย twinย atauย double bed, Favehotel Cilacap juga menyediakan perlengkapan kamar yang lengkap, TV LED 32โ€ dengan saluran lokal dan internasional, AC, kamar mandi, meja kerja dengan sambungan listrik universal,ย safe deposit box, danย coffee and tea makers.

favehotel cilacap

Oh iya, Fave Hotel Cilacap meski hotel bintang 2 tapi fasilitasnya lengkap. Selain ada kolam renang, Lime Resto, Sekar Laras Spa, Sky Lounge, juga ada ballroom dengan kapasitas 1000 orang. Tidak hanya itu, kolam renangnya berada di lantai teratas hotel, menjadikan hotel ini menjadi kolam renang dengan infinity pertama di Cilacap. Jadi bisa langsung melihat pemandangan dari rooftopย ke segala arah, bonus senja jika cuaca cerah.

Makan Malam Di Lime Resto
Sengaja banget nih habis puas berenang dan menikmati sore, saya dan Aditawidya tidak mau jauh-jauh mencari makan malam. Akhirnya memilih mencoba menu yang ada di Lime Resto. Ini nih menu yang kami coba ;

Pilihan Menu Sarapan Pagi Banyak
Berhubung ada janji bertemu dengan orang di Purwokerto, kami harus pulang lebih awal, dan sayangnya tidak bisa mencoba satu per satu menu sarapannya ๐Ÿ˜ฆ padahal penasaran banget karena menu yang disajikan untuk tamu hotel ada banyak pilihan. Selepas makan pagi kami langsung check out dan melanjutkan perjalanan ke Purwokerto.

favehotel - sarapan

favehotel cilacap - breakfast

Buat saya, pengalaman menginap di Favehotel Cilacap sangat menarik. Apalagi kalau dapat kamar yang viewnya bisa dapat melihat sunset. Berasa bonus banget seperti kami kemarin itu… Dan saya penasaran view menarik lainnya dari kamar yang lain. Hmm, mungkin next time kali yah… kalau pas waktunya sangat senggang.

Favehotel Cilacap
Alamat : Jl. Budi Utomo No 38, Cilacap.
Telp : +622825390555
Email : cilacapinfo@favehotels.com
IG : @favehotelcilacap