Ayam Asix Sudah Bisa Dinikmatin Di Purwokerto

Purwokerto menjadi outlet yang ke-36 Ayam Asix, bisnis kuliner keluarga Anang Hermansyah yang menyajikan ayam goreng tepung dengan bumbu cocolan Indonesia. Bahkan pada saat grand opening, seluruh keluarga Anang Hermansyah datang untuk meramaikan dan menyapa pengunjung Ayam Asix hari itu (19/12).

Berlokasi di Jalan Jl. Jend. Gatot Subroto No.B 25-26, Kebondalem. Para penggemar kuliner ayam yang disajikan dengan bumbu cocolan sudah bisa menikmati mulai dari harga Rp 15.000, buka mulai jam 10.00 – 22.00 wib. Di Ayam Asix tersedia 10 sambal cocol yang bisa dipilih, seperti ; Sambal Mete, Sambal Matah, Sambal Original, Saos Thailand, Saos Telur Asin, Saos Keju, dan lainnya.

Kehebohan terjadi saat akhirnya satu per satu keluarga A6 (Asix) yang terdiri dari ; Anang Hermansyah, Ashanty, Aurel, Azriel, Arsy, dan Arsya keluar dari mobil. Selain meresmikan dengan ditandai potong pita & potong tumpeng untuk outlet Purwokerto, pada hari yang sama Keluarga Anang Hermansyah juga memberikan santunan pada anak-anak salah satu panti asuhan yang ada di Purwokerto.

Purwokerto menjadi salah satu kota incaran Ayam Asix, karena menurut Anang Hermansyah Purwokerto merupakan kota yang unik dan banyak brand ternama lainnya yang juga membuka bisnis di Purwokerto.

Tak lupa, seluruh Keluarga Asix menghibur pengunjung yang sudah datang hari itu…

Penasaran juga dengan 10 sambal cocol istimewa yang hanya ada di Ayam Asix?? Kuuuuyyy…. segera kunjungi Ayam Asix yang ada di outlet Purwokerto.

Ayam Asix Purwokerto
Jalan Jend. Gatot Subroto No.B 25-26, Kebondalem, Purwokerto Lor
Telp 0816-647-887
IG @ayamasix.purwokerto

Cobain Yuk, Kalluna Resto Yogyakarta

Kalluna Resto. Sebelum memulai perjalanan dua hari ke depan di Kota Gudeg ini. Dini menyarankan untuk mampir ke resto ini. Bahkan, untuk meyakinkan link instagram Kalluna Resto dia kirim. Tahu benar saya mudah tergoda dengan makanan dan tempat yang menarik. Mengingat tempat ini selalu ramai, kami sepakat untuk datang pas baru buka.

Benar saja lho, meski baru buka saat saya masuk sudah ada beberapa meja yang dipesan dan terisi.  Awalnya diberi meja yang kecil, daripada kerepotan, saya minta pindah ke meja tengah yang sebenarnya sudah dipesan untuk jam satu siang. Well, saya rasa dua jam cukup untuk sekedar makan dan bercakap. Dini datang tak lama setelah saya sampai…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Melihat menu-menunya, saya lumayan bingung. Antara pengin pesen banyak tapi Dini sudah makan, jadi ndak ada dong yang nanti habisin makanannya kalau kebanyakan heu… Akhirnya cuma pesan beberapa saja. Sambil menunggu, mumpung belum terlalu penuh, saya pilih memotret Kalluna Resto saja.

Ini nih menu pesanan kami ;

Over all, semua menunya beneran enak, sebandinglah sama harganya 😀 Kalaupun ada minusnya, soal menu minuman kami yang lama baru datang. Bahkan lebih duluan makanan datang daripada minumannya. Hehe, kebayang dong karena tadi saya maunya motret semuanya sebelum disantap, jadi makin lama. Dini yang sebelumnya pernah ke sini pun juga bilang kalau dulu pun minumannya selalu datang belakangan (lama). Hmm….

Dini menghabiskan Klepon Cake sendirian, dia lupa kalau saya alergi santan huhuw 😦 tapi Klepon Cake di sini memang hits banget… jadi wajib banget buat dicoba. Lihat saja nih, penampakan Klepon Cakenya saja dah menarik 😀

Menuju jam makan siang, Kalluna Resto makin ramai, nyaris semua meja terisi. Meski tempat ini baru ada sejak bulan Mei rupanya kemunculannya langsung dapat respon baik. Penasaran juga? Saat ke Yogyakarta, masukkan Kalluna Resto ke daftar kuliner kalian ya…

 

Kalluna Resto
Jl. Sajiono No 13, Yogyakarta
Buka : Minggu - Kamis : 10.00 - 22.30 WIB
       Jumat - Sabtu  : 10.00 - 23.00 WIB
Telp : 082195295758
IG : @kalluna_id

Spedagi Homestay Bikin Itinerary Ambyaarrr…

Pernah tidak kalian melakukan perjalanan, tetiba semua rencana yang sudah disusun jadi berantakan???
Saya pernah mengalaminya dua kali ; pertama saat ke Ambon, lalu kemarin saat ke Temanggung. Kenapa bisa jadi berantakan??

Bermula dari saya, Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint jauh-jauh hari merencanakan untuk menginap di Spedagi Homestay lalu berkunjung ke Pasar Papringan. Awalnya nih dari admin Spedagi Homestay kami diberi jadwal awal November, lalu selang semingguan dikabari kalau ada yang cancel menginap untuk tanggal 5-6 Oktober.

Saya pun mengiyakan untuk tanggal tersebut mengingat yang lainnya juga bisa. Mendekati hari H, malah baru sadar kalau hari Sabtunya saya ada undangan ke Magelang. Hahaha… Ruwetnya adalah ; Sabtunya saya mesti jemput Dita Malesmandi habis subuh di Stasiun Weleri, lalu ke Semarang dulu baru ke Magelang. Oh iya, harusnya sekalian jemput Mba Ika Turissendaljepit, cuman mendadak Mba Ika naik mobil dengan saudaranya. Jadi, Mba Ika duluan ke Sukorejo.

spedagi homestay - temanggung

Biar tidak bingung saya buatkan itinerary buat semuanya, lengkap dengan petunjuk menuju lokasi sarapan pagi di tempat teman yang ada di daerah Sukorejo sampai tempat wisata yang bisa dikunjungi karena nantinya terlewati saat menuju homestay. Rupanya, karena mereka mau langsung mager, dari Sukorejo akhirnya langsung ke Spedagi Homestay. Tidak mampir ke candi dan klenteng… huehehe….

Saya sendiri dari Magelang akhirnya langsung menyusul mereka dengan naik bus. Dan tiba di Temanggung tidak lama setelah Dini Dinilint  sampai.

omah yudhi lokasi

Lokasi Homestay Spedagi Bikin Kaget
Tahu ndak sih, pas baru sampai homestay sedikit kaget, karena awalnya saya pikir lokasinya jauh di pelosok sawah-sawah ternyata dekat dengan jalan raya, bahkan depannya ada pasar tradisional (Pasar Kandangan). Jadi kalau mau cari makan bisa banget di sekitaran homestay.

Baru sampai, Dita Malesmandi dan Mba Ika Turissendaljepit ngajakin beli gorengan juga buah di seberang. Lalu bersantai di area living room-nya…. sambil menikmati gorengan dan bikin minuman sendiri.

pasar kandangan

Pilihan Kamar Di Omah Yudhi (Spedagi Homestay)
Omah Yudhi ini berbentuk pondok kecil yang terdiri dari 4 pondok ; Pondok Omah Tinggi (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Pojok (kapasitas 4 orang), Pondok Omah Tua (kapasitas 4 orang), dan Pondok Omah Gede (kapasitas 8 orang). Semuanya berupa tempat tidur susun, dan kamar mandi di luar kecuali Pondok Omah Tua yang ada kamar mandi di dalamnya. Tarif semuanya sama ; Rp 700.000 / malam, kecuali Pondok Omah Gede ; Rp 1.400.000 / malam.

Kami memilih Pondok Omah Pojok, setelah diskusi pendek dengan Dita. Aslinya bingung pilih mana… maunya cobain semua hehe.

spedagi homestay - omah yudhi

Fasilitas Omah Yudhi
Buat yang mau menginap di sana, apa saja yang didapat? Fasilitas yang didapat untuk paket ; teh/kopi/air mineral sepuasnya, koin pring untuk sarapan di Pasar Papringan, makan malam di homestay, free wifi. Terdapat juga dapur yang bisa digunakan bebas bagi yang menginap di sana.

Ajakan Ramah Lingkungan
Oh iya, di Omah Yudhi pengunjung diajak untuk mengurangi sampah. Makanya ada aturan untuk ; tidak membawa minuman dalam kemasan karena Omah Yudhi menyediakan cukup banyak air dan gratis!!, tidak membawa makanan yang dikemas menggunakan styrofoam, dan pastinya harus menjaga kebersihan dong…

Mager Oh Mager
Berkunjung ke Spedagi Homestay ini beneran deh ya, sangat diluar ekspektasi. Kami akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu di living room. Apalagi sore hari akhirnya Mas Yudhi, pemilik homestay datang dan mengajak ngobrol ringan sampai malam.

ngobrol dengan mas yudhi

Bahkan saat makan malam tiba, obrolan masih berlanjut sembari makan. Ngobrol sana-sini, ketawa, ngobrol lagi… terus gitu hingga pamit untuk beristirahat 😀

Mas Yudhi berhasil menyihir kami berlima untuk mendengarkan kisahnya saat memulai membuat Spedagi Homestay hingga Pasar Papringan. Saat perjuangannya di Pasar Papringan lokasi lama, hingga di tempat yang hingga sekarang berada. Dan kami menyimak sambil menikmati kelezatan menu makan malam yang dimasak sama kakaknya Mas Yudhi. Jadi, dua-duanya sama nikmatnya. Serius!!

Hati-hati lihat foto ini, nanti jadi kehipnotis 😀 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dan tahu tidak?
Besoknya, sekembalinya kami sarapan dari Pasar Papringan. Yang kami lakukan hanyalan duduk santuuuyyy di homestay. Padahal ada itinerary buat ke Embung Kledung, kulineran di RM. Bu Carik Parakan, dan menikmati kopi di Wapitt. Weeesssss… ambyaarrrr semua jadwalnya wkwkwk…

Tapi memang nih, Spedagi Homestay membius sekali. Bikin saya dan teman-teman males beranjak. Semalam rasanya kurang… bahkan Dita Malesmandi, Mba Ika Turissendaljepit, dan Dini Dinilint  malah melanjutkan tidur siang (hingga sore). Saya dan Bimo mencoba cari kopi pesenan temen, dan kecewa karena beberapa tempat yang kami datangi ternyata tutup.

Selepas ashar, saya mengingatkan lainnya untuk bersiap. Karena harus mengantarkan Dita dan Dini ke Stasiun Weleri, sedangkan saya, Mba Ika, dan Bimo lanjut perjalanan lewat pantura untuk kembali ke Purwokerto.

Thanks buat mas Yudhi dan Mba Meida yang sudah mau menyambut kami dengan ramah, dan membiarkan kami menambah waktu di hari Minggu. Makasih juga untuk jamuan makan malamnya yang lezat… Dan tentu Bimo yang sudah mau diculik ke sini 😀

Spedagi Homestay (Omah Yudhi)
Krajan, Kandangan, Temanggung Regency, Central Java 56281
WA : 085 328 934 781
IG : @spedagihomestay

 

 

The Coffee Brake Purwokerto

Sejak awal tahun ini entah ada berapa tempat ngopi bermunculan di Purwokerto. Dari sekian banyaknya coffeeshop baru yang menarik perhatian saya adalah The Coffee Brake, yang ada di Jl. DR. Soeparno No. 96, Arcawinangun, timur GOR Satria Purwokerto. Mumpung kedatangan temen, Dita dari Jakarta, sekalian nih buat cobain The Coffee Brake.

The Coffee Brake Purwokerto

Coffeeshop ini dari depan saja dah nampak maskulin, begitu juga bagian interiornya. Pas masuk langsung menuju bagian kasir buat memesan menu, baru memilih tempat duduk. Karena masih pertama, saya pilih meja panjang tengah saja biar bisa lihat sana-sini hehe…

Sementara sih menu yang disediakan menu minuman dan beberapa macam snack, harga menunya mulai Rp. 12.000 – 35.000. Apa saja? Ini nih sebagian ;

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nah, ndak lengkap kalau belum foto-foto. Mumpung ada Dita, biar dia saja yang jadi model dadakan haha…

Sekedar info nih, The Coffee Brake buka mulai jam 16.00 – 23.00 WIB (sementara), karena nanti bakalan buka mulai siang buat nyeduh kopinya. Dan live musik buat menghibur pengunjung di akhir pekan. Selain itu, banyak kursi depan bar jadi yang mau lihat para barista nyeduh pesenan masing-masing, bisa bangeeetttt….

Jadi, kapan nih ajakin saya ngopi di The Coffee Brake??

 

The Coffee Brake Purwokerto
Jl. DR. Soeparno No. 772, Arcawinangun (Timur GOR Satria)
IG : @thecoffeebrakepwt
WA : 082265122226

The Cube Hotel ; Pilihan Menginap Di Tengah Kota Jogja

Masih edisi liburan di Jogjakarta…
Puas seharian menepi di pinggiran Jogja, kami melanjutkan ke tengah kota… The Cube Hotel yang ada di Jalan Parangtritis ini jadi pilihan kami untuk staycation malam kedua. Hotel ini merupakan hotel bintang 3 dengan gaya kolonial. Dini yang awalnya tertidur di mobil, auto terbangun saat tahu sudah sampai hotel.

The Cube Hotel

Staf ramah

Welcome Drink Aneka Snack & Minuman Tradisional
Disambut ramah oleh staf hotel dengan special welcome drink dan snack. Tamu hotel juga bisa lho memilih snack dan minuman tradisional yang disediakan oleh hotel. Panasnya Jogja langsung ambyar begitu datang minuman dinginnya… 😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

The Cube Hotel total ada 7 lantai, kamar kami sendiri di lantai 3 dengan view menghadap ke sisi timur *buat pemuja sunrise cocok banget nih hehe… Kamarnya bersih, begitu pula dengan kamar mandinya yang lengkap dengan amenities.

View dari kamar

Internet Corner, Sewa Sepeda Hingga Delman
Oh iya, di lobi ada internet corner gratis untuk 10 menit pertama, ada juga penyewaan sepeda buat keliling kota Jogja. Harganya pun relatif terjangkau, hanya Rp 25.000 per 4 jam. Selain sepeda, pihak hotel juga bisa membantu tamu hotel yang hendak keliling ke Malioboro dengan menyewa delman.  Nah, sorenya kami diajak menikmati Jogja dengan menggunakan delman. Sempat berhenti di daerah Titik Nol Kilometer untuk berfoto sebelum akhirnya kembali ke hotel.

Rasanya sudah lupa terakhir kali naik delman itu kapan… aaaakkk, tapi seru sekali (>_<). Buat kalian yang pas ke Malioboro ingin keliling dengan delman, ternyata sekarang bisa sewa delman lewat aplikasi Grab. Asal posisinya pas di Jalan Malioboro, untuk sekali sewa Rp 150.000, bisa diisi oleh 5 orang, lumayan hemat ‘kan…

Menikmati Makan Malam & Kota Jogja Dari Rooftop
Malamnya kami mencoba menu yang ada di resto The Cube Hotel, lalu lanjut menikmati kopi di lounge hotel. Letak lounge ini di rooftop lantai tujuh, selain lounge ada kolam renang. Mengingat saya termasuk penikmat kopi, rasanya senang sekali pas tahu di The Cube Hotel ada kopi :D. Akhirnya saya memilih cappuccino, sambil sesekali keluar ke area kolam renang untuk melihat Jogjakarta malam hari.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sedikit nyesel karena tidak bawa tripod, karena kesulitan mengambil foto… Ini nih, kota Jogja dari rooftop The Cube Hotel setelah berulang kali mencoba 😀

View dari rooftop malam hari

Jangan Ketinggalan Sunrise!
Mengingat dari atas hotel bisa langsung melihat matahari terbit, paginya saya membangunkan Dini agar tidak ketinggalan buat mengabdikan moment sunrise. Huhuw, asik sekali… tidak sia-sia saya bangun pagi lho…

Nyaman bikin mager

Sunrise di kolam renang

Sunrise dari rooftop, ciamikk….

Selepas menikmati sunrise, langsung meluncur ke resto untuk sarapan… Dan tahu ndak sih, saya suka sekali sama mie gorengnya, enak :’)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menginap di The Cube Hotel serasa dapat paket komplit, dengan budget yang sangat terjangkau kita bisa dapat tempat menginap strategis di tengah kota. Mudah untuk kemana saja dan yang jelas sangat memuaskan…

 

The Cube Hotel
Jl. Parangtritis No.16, Mantrijeron, Yogyakarta
Telp : (0274) 387979
Web : azanahotel.id
IG : @thecubehotel

Front One Resort Jogja ; Kamarnya Menyenangkan & Restonya Bikin Betah

Yogyakarta mungkin menjadi kota yang paling sering saya kunjungi selain Semarang. Jika bulan kemarin ke Yogya hanya sekedar mengunjungi ArtJog, kali ini where to sleep bareng sama Dini sengaja untuk staycation, menjauhkan diri dari rutinitas pekerjaan. Mengingat kami dari beda kota, kami janjian di salah satu resto sekalian menunggu waktu check in hotel. Hari pertama, kami memilih menginap Front One Resort Jogja atau dulu mungkin lebih dikenal dengan Wisma Aji Resort. Setelah bergabung dengan Azana kemudian diubah menjadi Front One Resort Wisma Aji Jogja.

Front One Resort jogja

Lokasi Dekat Dengan Kampus Dan Tempat Wisata
Front One Resort Jogja ini berada di sisi timur tepatnya jalan Ring Road Utara No.168, Ngringin, Condongcatur. Pas banget dong buat yang memang memilih tempat yang jauh dari keramaian atau hendak mengunjungi tempat wisata di daerah Condongcatur, Depok. Selain itu di sekitar Front One Resort Jogja ada beberapa  kampus besar dan ternama. Seperti ;  UPN Veteran Yogyakarta, AMIKOM Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan STIE YKPN Yogyakarta.

Sedangkan beberapa wisata yang tidak jauh dari Front One Resort Jogja ini diantaranya Waduk Tambakboyo, Jogjarobotika, Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan, Upside Down World Yogya, Candi Gebang, Candi Sambisari, Mangunan Kampung Wisata BERBAH, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Ratu Boko, dan Candi Prambanan.

Disambut ramah sama staf hotel

Fasilitas Front One Resort
Memasuki lobi hotel, disambut ramah oleh staf hotel. Ruang tunggu dilengkapi dengan mini perpustakaan yang dibuat senada dengan area restoran yang berada di sebelah lobi. Melihat restonya, tempat ini juga nyaman banget buat sekedar ngopi atau ngobrol lho.

Front One Resort Jogja total memiliki 44 kamar, yang juga dilengkapi fasilitas kolam renang, area biliar, restoran, meeting room, kelas yoga, dll. Sedikit terkejut saat memasuki kamar, karena tidak menyangka kamarnya sangat luas. Begitu pula dengan kamar mandi dan ukuran tempat tidur twin bed kami. Bisa banget itu digunakan untuk empat orang dewasa 😀 Oh iya, dibagian teras kamar juga terdapat meja kursi yang bisa digunakan untuk bersantai.

Deluxe Room

Kolam renang

Bersantai – pool side

Makan Siang Di Resto
Berhubung dari awal sudah penasaran nih sama restonya, kami berdua makan siang di hotel. Jika males beranjak dari kamar, boleh kok minta diantar sama staf resto. Percaya ndak percaya, untuk ukuran resto hotel harga yang tercantum sangat bersahabat. Berkisar antara Rp 15.000 – 65.000. Beberapa menu yang dicoba ; sop buntut, fish, chicken nugget, mie goreng, juice carrot & water melon, iced lemon tea.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nyamannya Bikin Mager!
Niat hati jalan-jalan kami tunda, terlalu asik gegoleran di tempat tidur yang jelas. Saya dan Dini akhirnya keluar saat malam sekedar jalan-jalan di sekitar hotel. Mencoba kafe yang tak jauh dari hotel. Selebihnya, kami memilih menghabiskan waktu di resto dan kamar…

Ruang tunggunya asik, ada koleksi bukunya

Menu Buffet Saat Sarapan
Tidur berkualitas malam hari bikin semangat bangun pagi. Teman perjalanan saya, Dini pun auto bangun pagi dong demi sarapan. Mumpung masih sangat pagi biar bisa leluasa untuk cicipin semuanya.

Sarapan pagi

Menunya banyak, mienya fav banget nih

Buffeet

Front One Resort Jogja ini sangat cocok buat keluarga atau kelompok yang hendak berwisata atau sekedar staycation. Hotel budget family yang memiliki lokasi strategis. Karena berada di jalan utama (Ring Road Utara) dan dekat ke beberapa lokasi wisata yang sudah saya sebutkan di atas. Parkiran kendaraan pun cukup luas, ada di sisi depan dan dalam hotel. Ada juga tempat sholat sehingga memudahkan tamu yang hendak beribadah.

Bagi yang ke Yogyakarta dan lebih menyukai ketenangan, Front One Resort Wisma Aji Jogja ini bisa dijadikan pilihan. Pemesanan bisa langsung ke azanahotel.id atau via aplikasi lainnya. Tidak mau ketinggalan info promo menarik? Kepoin dan follow langsung instagramnya di @frontoneresortjogja.

Front One Resort Wisma Aji Jogja
Jl. Ring Road Utara No 168, Ngringin, Condongcatur, Yogyakarta.
Web : azanahotel.id
Telp / WA : 082 328 296 522
IG : @frontoneresortjogja

Chicking Purwokerto

Salah satu teman blogger yang kebetulan main ke Purwokerto, saat melintas di Jalan Gatot Subroto terheran-heran saat melihat outlet Chicking ada di Purwokerto. Penasaran, saya iseng dong googling… Rupanya Chicking adalah Jaringan Internasional Resto Halal dari Dubai, Uni Emirat Arab yang secara historis dikonsepkan di Dubai sejak tahun 2000.

FYI saja nih, Chicking sudah ada di 15 negara dengan lebih dari 130 gerai. Dan di Indonesia sendiri, Chicking baru ada mulai tahun 2017, Purwokerto sendiri merupakan gerai ke delapan lho… Waaaaww, apakah Purwokerto kotaku sekeren itu huehehehe…

Biar ndak makin penasaran, ajakan buat mencoba Chicking pun saya iyakan. Konsepnya hampir mirip dengan Quick Service Restaurant pada umumnya. Beberapa varian menu dapat dipilih oleh pengunjung, seperti ; Flaming Grilled Chicken, Chicking Rice, Original Fried Chicken, Beef Burger, Tandoori Burger, Royal Crunchy, Royal Wrap, Crunchy Supreme, Chick Pops, dan Tandoori Fries. Harga menu mulai dari IDR 6.364 – IDR 29. 091, berbagai paket termasuk minuman IDR 26.363 – IDR 68.182 itu sudah bikin kenyang.

Tentunya karena brand ini berasal dari Timur Tengah, yang menjadikan Chicking berbeda tentunya bumbu yang mereka pakai adalah bumbu rempah berkualitas terbaik yang khas Timur Tengah. Ibaratnya nih, tidak perlu jauh-jauh ke Dubai untuk bisa menikmati nasi Biryani (kalau di Chicking diberi nama Chicking Rice). Chicking Rice ini terbuat dari beras Arab atau beras Basmati yang diberi rempah-rempah aromatik, rasanya memang gurih dan cocok juga di lidah saya.

Tempatnya luas, tersedia ruang berAC, area merokok, meeting, dan bahkan mau ada tempat bermain anak. Kerennya nih, ada toilet juga tempat untuk sholat. Jadi ndak usah khawatir kalau makan di sini pas waktunya sholat.
Mau cobain kuliner Timur Tengah? Kuuuuyyy ah langsung ke Chicking Purwokerto… jangan lupa kepoin IGnya untuk info promo menariknya yaaaa…

 

Chicking Purwokerto
Jl. Gatot Subroto No.61 (Sebelah Barat SMP Burderan)
Telp (0281) 684 1588
IG : @chicking.purwokerto

Flat White Coffee Semarang

Sebelum pulang ke Purwokerto, saya menyempatkan mampir ke Flat White Coffee. Salah satu coffeeshop di Semarang yang buka sejak Januari 2019. Dengan diantar Abang Gojek mengikuti maps yang ternyata sampai lokasi cafenya tidak ada :D. Setelah tanya salah satu satpam yang ada di sekitar, ditunjukan lokasinya… *untung bapak satpamnya gaul…

Ngomong – ngomong, kalau buka google maps memang alamatnya Jalan Ade Irma Suryani 21-23, Semarang. Tapi kalau mengikuti jalan, itu masuknya Jalan Taman Beringin bersebelahan dengan Reborn Message & Reflexology. Jadi kalau yang mau ke sini, trus bingung tidak menemukan tempatnya, cari saja Reborn Refleksi atau Taman Beringin.

Flat White Coffee :

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sudah ketebak dong, di dalam tentunya dominasi warna putih. Ada beberapa tempat pilihan, area smoking dan no smoking. Tenang, yang merokok ndak bakalan kepanasan karena tetap ada ACnya kok. Nah, pas sampai sana tempatnya lumayan sepi hanya ada beberapa pengunjung saja. Enaknya lagi, meski baru di tempat ini pembayaran bisa cash atau debit. Haha nyaris saja kebingungan karena saya lupa ndak ambil uang dulu.

Bagi yang tidak menyukai kopi, di tempat ini ada kok menu selain kopi, seperti ; teh, jus, blend, dan soda. Untuk makanannya, tidak hanya menyediakan snack tetapi ada beberapa menu berat termasuk menu dessert. Terus harganya sedikit tidak menyangka, karena masih terjangkau. Untuk minuman harga berkisar IDR 14.000 – 33.000, sedangkan makanan antara IDR 18.000 – 33.000.

Saya akhirnya memesan FW Street Coffee, Flat White Coffee, dan Flat White Potato Chips. Mau pesan banyak bingung gimana habisinnya (-__-,). Untuk Street Coffeenya ‘b’ saja sih, kalau Flat White Coffeenya lumayan (aku suka), dan Potato Chipsnya ugh… cocok bangetlah buat teman menulis.

Saya pun mencoba wifi ternyata lumayan kenceng. Di Flat White Coffee tidak terlalu banyak orang, jadi cocok nih buat yang nyari tempat buat garap tugas ataupun kerjaan. Karena memang sedari awal niatan buat kelarin kerjaan, jadi saya tidak terlalu banyak ambil foto. Sebenarnya sayang sih, karena tempatnya oke juga buat ‘jeprat-jepret’ *alesan aja karena tidak ada modelnya… 😀

Mungkin kapan – kapan saya ajak teman ngopi, biar bisa saya foto…. Ada yang mau 😛 ???

 

Flat White Coffee
Jl. Ade Irma Suryani 21-23, Semarang.
Telp (024) 86400240 / 0897 139 0006
IG : @flatwhite_smg 

Kereta Dan Senja Dari Goki Kopi Purwokerto

Goki Kopi Purwokerto, tempat ini semacam dapat keberuntungan setelah ada jalan underpass yang melewati rel dekat stasiun Purwokerto. Apa pasal? Karena kedai kopi yang sekaligus juga vape ini tidak perlu repot membuat ‘suasana’ kedai jadi menarik. Dari kursi yang di sediakan, pengunjung sudah bisa menikmati jalanan (kendaraan yang melewati underpass) dan kereta api yang hendak datang atau pergi ke stasiun.

Goki kopi purwokerto

hyaaa… keretanya ndak terlalu jelas 😀

Kedai kopi ini buka setiap sore hingga malam, selain kopi ada minuman lain dan juga beberapa pilihan makanan. Harganya relatif sangat terjangkau oleh kantong kita. Dari sejak ngopi di sini, pesanan saya selalu vietnam drip, tidak mau coba yang lain. Paling, sekedar icip kopi pilihan teman… dan ya, rasanya mendingan pesan vietnam drip :D. Untuk makanannya, sayangnya kurang beragam, tapi kita boleh kok bawa makanan dari luar.

Mengingat makanan berat baru ada popmie, kalian bisa beli makanan di luar. Depan kedai biasanya ada bapak-bapak penjual nasi goreng tuh, kalau kelaparan… 😀

teman ngopi

Kombinasi sore, kopi, serta hiruk pikuk jalanan atau kereta yang lewat itu cocok banget sih. Saya bisa betah nunggu dan ngelihatin kereta yang lewat, hahaha niat banget yaaakk… Tapi malam pun oke kok, apalagi buat ngobrol sama teman. Bagusnya lagi, tempat ini cukup dekat dari rumah 😀 jadi kalau tiba-tiba pengin ngopi tinggal ke kedai ini.

Tempat ini juga tersedia wifi, jadi bisa juga buat garap tugas atau sekedar numpang posting di sosmed *uhuk…. Oh iya, kalau kalian kebetulan transit di stasiun tapi nanggung waktunya (sore – malam) bisa tuh ke Goki Kopi Purwokerto. Jalan kaki dari stasiun cukup dekat, sekitar 500 meter.

 

Goki Kopi Puurwokerto
Jl. Sokajati No.03, Purwokerto Barat
Telp : 0857-4162-1215
IG : @gokikopipwt

Artis Sule Buka Parte Ceker Rempah (PCR) Di Purwokerto

Teman saya yang menyukai pedas suatu hari protes karena setiap kali ke DXWR #2 Authentic Food selalu tutup. Saya lupa kalau memang sekarang ditutup karena nantinya mau rebranding. Jadi jangan bingung ya kalau sekarang nemuin menu DXWR  #2 di Parte Ceker Rempah (PCR). Karena memang diubah namanya….

PCR pertama kali buka di Tebet, Jakarta Selatan. Lalu outlet di Purwokerto pun buka, bahkan langsung dua lokasi sekaligus. Yang pertama di depan patung Unsoed Jl. HR Bunyamin, dan yang kedua di Jl. Kranji No.57 (sebelah Hotel D’Ben).

Dari awal opening oleh Presiden PCR artis Sule, tempat ini sudah menarik banyak orang yang penasaran untuk mencoba menu yang ada di PCR. Kalau saya sendiri paling favorit dengan menu ; sop ceker/ayam kuah rempah, ceker bakar sambat matah, kulit bakar sambal matah, kobis goreng sambal matah… seriusan nikmat! apalagi kalau disantap dengan nasi yang masih hangat.

Cara memesan menunya juga unik. Pengunjung memilih menu di bilik (mirip bilik pemilu) dengan cara mencoblos menunya, lalu ke kasir untuk membayar, setelah itu tinggal menunggu pesanan menu diantar ke meja.

Satu lagi nih, jika outlet Tebet dan depan kampus Unsoed menggunakan piring warna orange khas PCR, untuk outlet Kranji menggunakan piring yang ada jagonya. Berasa lebih klasik aja sih… tapi saya suka 😀

Partai Ceker Rempah outlet Unsoed :

 

Partai Ceker Rempah Outlet Kranji :

Nah, buat yang di Bandung dan kota lainnya siap-siap juga nih… karena Parte Ceker Rempah rencananya bakal buka juga. Bagi penikmat pedas dan bisa makan apa saja, menu PCR wajib kalian coba. Kuuuyy… yang di Tebet dan Purwokerto langsung ke PCR terdekat….

 

Parte Ceker Rempah (PCR)
Outlet Tebet : Jl. Tebet TImur Dalam II, Jakarta Selatan
Outlet Unsoed : Jl. HR. Bunyamin (depan patung Unsoed) Purwokerto
Outlet Kranji : Jl. Kranji No 57 (sebelah barat Hotel D'Ben) Purwokerto
IG : @parteceker